AAJI Daily News - 29 September 2020


Tanggal terbit (29 / 09 / 2020)

Selasa, 29 September 2020  

FM-CC-AAJI-06-001

HEADLINE NEWS

  1. Penempatan Dana Asuransi
  2. Kinerja Asuransi Jiwa Melambat
  3. Produk Asuransi Unitlink
  4. Industri Asuransi Merosot 38,7% pada Semester I/2020
  5. Kinerja Saham Masih Loyo, Industri Asuransi Akan Ubah Portofolio Investasi?
  6. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Usul Penjualan Unitlink via Digital Disahkan
  7. Asuransi Jiwa Ubah Strategi Investasi saat Bursa Saham Lesu
  8. Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Lima Saksi dan Satu Tersangka
  9. Simak! Deretan Tuntutan Hukum Bentjok Cs di Skandal Jiwasraya
  10. WanaArtha Life: Dana yang Disita di Rekening Efek Milik Pemegang Polis
  11. WanaArtha: Benny Tjokro Tidak Memiliki Aset Apa Pun di WanaArtha Life...
  12. Ajak Masyarakat Bergerak sambil Berdonasi, Prudential Helat "PRU25 Acteev Virtual Walk & Run"
  13. OJK Cabut 39 Izin Asuransi
  14. OJK bubarkan 39 perusahaan asuransi dan reasuransi, ini alasannya
  15. Pengamat: Pasar asuransi belum diimbangi edukasi yang memadai
  16. Memahami Risiko Investasi di Asuransi

TENTANG AAJI

Penempatan Dana Asuransi

Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan menjelaskan bahwa Sebagian besar dana asuransi jiwa ditempatkan di instrumen saham karena asuransi jiwa merupakan produk jangka Panjang sehingga penempatan dananya pun berorientasi lama. Berdasarkan Statistik Asuransi OJK, penempatan di saham mencakup 27,5% dari total investasi asuransi.

Bisnis Indonesia / 29-09-2020 Hal. 15

Kinerja Asuransi Jiwa Melambat

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, ada penurunan pendapatan premi sebesar 2,5% pada semester pertama lalu, dari Rp90,24 triliun pada semester pertama 2019 menjadi Rp88,02 triliun. Kondisi itu mendorong perlambatan industri asuransi jiwa sebesar 38,7%. Hal ini disebabkan turunnya premi lanjutan. PSBB yang pihaknya dukung berpengaruh terhadap industri asuransi jiwa. Adapun hasil investasi sebesar minus 191,9% dari Rp22,82 triliun di semester I 2019 menjadi minus Rp20,97 triliun.

Jawa Pos / 29-09-2020 Hal. 3

Produk Asuransi Unitlink

AAJI mengusulkan kepada OJK agar relaksasi penjualan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink secara digital bisa disahkan menjadi kebijakan yang permanen.

Kontan / 29-09-2020 Hal. 10

Industri Asuransi Merosot 38,7% pada Semester I/2020

AAJI melaporkan pada Semester I tahun 2020 terjadi perlambatan sebesar 38,7% didorong oleh menurunnya total pendapatan premi sebesar 2,5% dari Rp90,25 triliun di Semester I tahun 2019 menjadi Rp88,02 triliun di Semester I tahun 202. Hasil investasi juga menurun -191,9% dari Rp22,82 triliun 2019 menjadi Rp-20,97 triliun periode yang sama tahun 2020. Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI mengatakan, kinerja investasi dalam industri asuransi sangat dipengaruhi oleh portofolio investasi yang terkait dengan ekonomi makro termasuk pasar modal.

Swa.co.id / 28-09-2020

Kinerja Saham Masih Loyo, Industri Asuransi Akan Ubah Portofolio Investasi?

Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan menjelaskan bahwa sebagian besar dana asuransi jiwa ditempatkan di instrumen saham. Berdasarkan Statistik Asuransi OJK, penempatan di saham mencakup 27,5 persen dari total investasi asuransi. Fauzi menilai bahwa meskipun terdapat pergolakan kinerja pasar modal, industri asuransi jiwa cenderung tidak akan melakukan perubahan portofolio investasi. Selain itu, nasabah produk unit-linked pun cenderung tidak terusik oleh gejolak jangka pendek, sehingga penempatan investasinya di saham tidak berubah.

Bisnis.com / 28-09-2020

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Usul Penjualan Unitlink via Digital Disahkan

Di tengah pandemi corona (Covid-19) penjualan produk asuransi berbalut investasi (Paydi) seperti unitlink idealnya dijual secara digital. Kewajiban ini untuk mengurangi interaksi dengan nasabah. Hingga saat ini, kebijakan tersebut menjadi bagian relaksasi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk hadapi pandemi. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengusulkan pemasaran paydi secara digital bisa berlanjut atau permanen pasca pandemi Covid-19.

Kontan.co.id / 28-09-2020

Asuransi Jiwa Ubah Strategi Investasi saat Bursa Saham Lesu

Berdasarkan data AAJI, sepanjang semester I 2020 hasil investasi seluruh industri asuransi jiwa negatif Rp 20,97 triliun atau anjlok hingga 191,9% dibanding periode sama tahun lalu yang menghasilkan Rp 22,82 triliun. Kondisi ini mempengaruhi keputusan berinvestasi sejumlah perusahaan asuransi dalam negeri. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Albertus Wiroyo Karsono mengatakan, memang secara nilai, investasi di pasar saham mengalami penurunan. Namun, Ia menilai, perusahaan asuransi tidak lantas melakukan perombakan portofolionya.

Katadata.co.id / 28-09-2020

INDUSTRI & ASURANSI

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Lima Saksi dan Satu Tersangka

Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung kembali melakukan pemeriksaan lima orang saksi dan satu tersangka pada kasus PT. Asuransi Jiwasraya (persero). Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono mengatakan, keterangan para saksi dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di BEI.

Beritasatu.com / 28-09-2020

Simak! Deretan Tuntutan Hukum Bentjok Cs di Skandal Jiwasraya

Sebanyak enam terdakwa megaskandal dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sudah menjalani persidangan dan dibacakan hasil tuntutan dari JPU. Adapun beberapa tuntutan yang ditujukan kepada terdakwa; 1) Hary Prasetyo, pidana penjara seumur hidup dan denda Rp1 miliar, 2) Syahmirwan, pidana penjara 18 tahun dan denda Rp1 miliar, 3) Hendrisman Rahim, denda Rp1 miliar dan pidana penjara 20 tahun, 4) Joko Hartono T, denda Rp1 miliar dan pidana penjara seumur hidup, 5) Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro, sidang ditunda – positif corona.

Cnbcindonesia.com / 28-09-2020

WanaArtha Life: Dana yang Disita di Rekening Efek Milik Pemegang Polis

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life) menegaskan pemblokiran dan penyitaan sub rekening efek (SRE) oleh Kejagung berisikan dana para pemegang polis, bukan dana milik tersangka BT. Perseroan juga menyayangkan Kejagung meminta data nasabah lewat forum tidak resmi. Direktur Utama WanaArtha Life Yanes Y Matulatuwa mengatakan, Kejagung keliru dengan membuat pernyataan tidak pernah menyita uang nasabah WanaArtha Life. Kejagung menilai penyitaan dilakukan terkait saham atau reksadana milik Benny Tjokro (BT) yang ada di WanaArtha Life.

Investor.id / 28-09-2020

WanaArtha: Benny Tjokro Tidak Memiliki Aset Apa Pun di WanaArtha Life...

PT Asuransi Jiwa WanaArtha membantah pernyataan Kejagung bahwa WanaArtha telah gagal bayar sejak Oktober 2019. Direktur Utama WanaArtha Life Yanes Y Matulawa mengatakan, pihaknya menunda pembayaran polis kepada nasabah sejak SRE diblokir pada 21 Januari 2020. Kejagung justru telah memblokir dan menyita SRE WanaArtha Life yang berisi dana kelolaan milik pemegang polis. Ia menegaskan jika Benny Tjokro sama sekali bukanlah pemegang saham, investor, apalagi pemegang saham WanaArtha Life. Benny Tjokro tidak memiliki aset apa pun di WanaArtha Life.

Kompas.com / 28-09-2020

Ajak Masyarakat Bergerak sambil Berdonasi, Prudential Helat "PRU25 Acteev Virtual Walk & Run"

Jelang perayaan ulang tahun yang ke-25, Prudential Indonesia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebugaran sembari berdonasi melalui “PRU25 Acteev Virtual Walk & Run – Charity for Desa Maju Prudential”. Tiap kilometer yang ditempuh seluruh peserta bakal dikonversikan senilai Rp1.000 untuk mendukung pengembangan Desa Maju Prudential. President Director Prudential Indonesia Jens Reisch mengungkapkan, pihaknya senantiasa ingin mendampingi masyarakat dan memastikan mereka hidup lebih sehat dan sejahtera, tak terkecuali pada masa sulit sekarang.

Sindonews.com / 28-09-2020

Regulasi & Makro Ekonomi

OJK Cabut 39 Izin Asuransi

Pengawas Eksekutif OJK Rianto menyatakan sejak 2006 hingga 2019, regulator telah membubarkan 39 perusahaan asuransi dan reasuransi. Rinciannya sebanyak 25 asuransi umum, 13 asuransi jiwa, dan 1 reasuransi. Pencabutan izin itu berkaitan dengan kesehatan keuangan dan penggabungan usaha. Berdasarkan data, diketahui bahwa Sebagian besar pencabutan izin usaha karena Kesehatan keuangan perusahaan. Kondisi ini menunjukkan Good Corporate Governance perusahaan adalah bagian yang harus menjadi perhatian utama perusahaan agar terus mampu tumbuh dan berkembang.

Kontan / 29-09-2020 Hal. 10

OJK bubarkan 39 perusahaan asuransi dan reasuransi, ini alasannya

Pengawas Eksekutif OJK Rianto menyatakan sejak 2006 hingga 2019, regulator telah membubarkan 39 perusahaan asuransi dan reasuransi. Rinciannya sebanyak 25 asuransi umum, 13 asuransi jiwa, dan 1 reasuransi. Pencabutan izin itu berkaitan dengan kesehatan keuangan dan penggabungan usaha. Tata kelolaan asuransi menjadi kunci utama bagi perusahaan menjalankan bisnis. Bila tidak sesuai ketentuan, regulator akan melakukan berbagai pendapatan agar memenuhinya. Pencabutan izin usaha akan ditempuh oleh OJK, bila tidak mau memenuhi aturan yang berlaku.

Kontan.co.id / 28-09-2020

Pengamat: Pasar asuransi belum diimbangi edukasi yang memadai

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, saat ini banyak perusahaan yang kurang prudent dalam membuat hingga mengelola produk asuransi, terutama untuk jenis unit link. Banyak perusahaan yang salah kaprah dalam memasarkannya, dimana mereka lebih mengutamakan peluang investasinya ketimbang manfaat proteksinya. Unit merupakan salah satu jenis produk asuransi yang memiliki risiko dari yang rendah hingga tinggi. Hal ini yang harus dipahami baik perusahaan asuransi dan juga masyarakat yang ingin membeli produk asuransi.

Antaranews.com / 28-09-2020

Memahami Risiko Investasi di Asuransi

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, saat ini banyak perusahaan yang kurang prudent dalam membuat hingga mengelola produk asuransi, terutama untuk jenis unit link. Banyak perusahaan yang salah kaprah dalam memasarkannya, dimana mereka lebih mengutamakan peluang investasinya ketimbang manfaat proteksinya. Unit merupakan salah satu jenis produk asuransi yang memiliki risiko dari yang rendah hingga tinggi. Hal ini yang harus dipahami baik perusahaan asuransi dan juga masyarakat yang ingin membeli produk asuransi.

Liputan6.com / 28-09-2020

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.900

IHSG (per 28 September 2020)

   4.906,55

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media: Bisnis Indonesia, Jawa Pos, Kontan, Antaranews.com, Bisnis.com, Beritasatu.com, Cnbcindonesia.com, Investor.id, Kompas.com, Kontan.co.id, Katadata.co.id, Liputan6.com, Sindonews.com, Swa.co.id.

DOWNLOAD PDF