AAJI Daily News - 5 Februari 2020


Tanggal terbit (05 / 02 / 2020)

FM-CC-AAJI-06-001

Rabu, 5 Februari 2020  

HEADLINE NEWS

  1. Jalan Holding Kian Terang
  2. Pengawasan OJK di Industri Keuangan Perlu Ditingkatkan
  3. Gagal Paham Produk Asuransi, AAJI Minta Dukungan Menteri Nadiem, Loh?
  4. Agen Jadi Tumpuan Penjualan Industri Asuransi
  5. Perusahaan Asuransi Wajib Punya Direktur Kepatuhan AAUI Niali Jadi Beban
  6. Panja Kasus Jiwasraya Terbentuk
  7. OJK Akan Verifikasi Rekening Efek Diblokir
  8. Asuransi Generali Siap Berikan Layanan Nasabah Terkena Corona
  9. Pansus Jiwasraya Bidik Istana?
  10. Generali Berikan Layanan Klaim Virus Korona
  11. Manulife Siapkan Perlindungan Menyeluruh untuk Nasabah
  12. Kasus Jiwasraya Menggelinding Menjadi Bola Politik
  13. OJK Perketat Pengawasan IKNB
  14. Penetrasi Pasar Asuransi Butuh Pendekatana Budaya
  15. Manulife Jamin Proteksi Menyeluruh Ke Nasabah
  16. OJK Verifikasi Rekening Efek Jiwasraya
  17. Manulife Jamin Beri Perlindungan Menyeluruh ke Nasabah
  18. Otoritas Percepat Reformasi Industri Asuransi
  19. Panitia Kerja Jiwasraya Segera Panggil Kejaksaan Agung
  20. Asuransi Jamin Perlindungan Dari Virus Korona
  21. Kejakgung Kasus Jiwasraya Bukan Risiko Bisnis
  22. Manulife Jamin Nasabah Diberi Perlindungan Menyeluruh
  23. Perlindungan Jiwa Sasar Keluarga Milenial
  24. Manulife Beri Perlindungan Risiko Virus Corona
  25. Mengapa OJK Gagal Jinakkan Bom Jiwasraya
  26. Nasib Industri Setelah Kasus Bumiputera, Jiwasraya, & Asabri
  27. Janji 100 Hari untuk Bumiputera
  28. Manulife Beri Perlindungan Asuransi Atas Resiko Virus Corona
  29. OJK Rekening Efek Diblokir Terkait Jiwasraya Akan Diverifikasi
  30. Generali Tanggung Pengobatan Peserta Yang Terjangkit Corona Virus
  31. Mengenal Organ Pengawas Asuransi Sakit OJK
  32. Wabah Virus Corona Manulife Indonesia Tegaskan Jamin Proteksi
  33. Kemana Bola Panas Jiwasraya Bergulir
  34. Ini Alasan Kejagung Blokir Aset Tanah Tersangka Jiwasraya
  35. Meski Bayar Ganti Rugi Tersangka Jiwasraya Tetap Dipidana
  36. Skandal Jiwasraya 3 Sekretaris Benny Tjokro Dipanggil Kejagung
  37. Urgensi Menghapus Habitual Distrust Pada Asuransi
  38. Kasus Jiwasraya Tetap Diusut Meski Tersangka Kembalikan Uang Negara
  39. Manulife Beri Perlindungan Atas Resiko Virus Corona
  40. Payung Pengawasan Industri Asuransi
  41. Antisipasi Biaya Pengobatan Kanker dengan Asuransi
  42. Hadapi Ancaman Outbreak Corona Masyarakat harus Sadar Pentingnya Asuransi
  43. Waspada Virus Corona Manulife Jamin Perlindungan Menyeluruh kepada Nasabah
  44. Virus Corona Merebak Asuransi Manulife Beri Jaminan ke Nasabah
  45. Manulife jamin Nasabah Dari Ancaman Corona
  46. Kasus Jiwasraya Ditargetkan Tuntas Maksimal 3 Tahun
  47. Gaya Kejagung Tuntaskan Kasus Jiwasraya
  48. Kerugian Negara Kasus Jiwasraya Diumumkan Akhir Bulan
  49. Berkaca Jiwasraya Industri Asuransi Dinilai Butuh Pengelompokan Ikuti Perbankan
  50. Korupsi Jiwasraya Terkuak Pemegang Polis Teriak
  51. Asabri dan Jiwasraya Bisa Turunkan Kepercayaan Terhadap Industri Asuransi Dimana Fungsi OJK
  52. Ancaman Penyebaran Virus Korona Manulife Jamin Beri Perlindungan Menyeluruh Ke Nasabah
  53. Kejar Aset Tersangka Korupsi Jiwasraya Kejagung Harus Berkongsi Dengan PPATK
  54. Edan Gagal Bayar Jiwasraya Bengkak Jadi…
  55. Penetrasi Pasar Asuransi Butuh Pendekatan Budaya
  56. Manulife Jamin Proteksi Menyeluruh Ke Nasabah
  57. Dua Fraksi DPR Usulkan Pembentukan Pansus Jiwasraya
  58. DPR RI Targetkan Penyelesaian Jiwasraya Maksimal Tiga Tahun
  59. Demokrat - Pks Serahkan Usul Pansus Jiwasraya
  60. Komisi XI Pertanyakan Fungsi Pengawasan OJK
  61. Komisi III DPR Resmi Membentuk Panja Jiwasraya
  62. Disahkan Panja Jiwasraya Komisi III DPR
  63. DPR Soroti Pengawasan Industri Keuangan Yang Belum Memuaskan
  64. PDIP Pimpin Pansus Jiwasraya
  65. Anggota DPR Kritik OJK Lambat Tangani Jiwasraya
  66. Belum Lengkap Penahanan Tersangka Jiwasraya Diperpanjang
  67. Demokrat Bertekad Gali Kaitan Istana Dengan Kasus Jiwasraya
  68. DPR Kembali Pertanyakan Fungsi OJK dalam Masalah Jiwasraya
  69. PKS Harap Kejagung Tak terbang Pilih Usut Kasus Jiwasraya
  70. Kejagung Diminta Kejar Aset Tersangka Jiwasraya
  71. Kejagung Lacak Aset Milik Tersangka Jiwasraya Benny Tjokrosaputro di 5 Lokasi
  72. DPR-RI Penyelesaian Kasus Jiwasraya Harus Selesai Maksimal 3 Tahun
  73. Kejagung Perpanjang Masa Penahanan Lima Tersangka Jiwasraya
  74. Kejagung Kasus Jiwasraya Bukan Karena Risiko Bisnis
  75. Skandal Jiwasraya Komis IX DPR Fokus Penyelesaian Duit Nasabah
  76. Demokrat Jiwasraya Bukan Kriminal Biasa Ada Nuansa Politik
  77. Pengamat kejagung Harus Kejar Aset Para Tersangka Korupsi Jiwasraya

TENTANG AAJI

  1. Jalan Holding Kian Terang

Kementerian BUMN memastikan bahwa pembentukan holding perusahaan-perusahaan pelat merah di sektor bisnis jasa proteksi segera direalisasikan. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ditunjuk untuk mengelola sektor usaha asuransi dan dana pensiun milik pemerintah dengan keseluruhan aset lebih dari Rp380 triliun, kata Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN. Saat ini, delapan perusahaan BUMN bergerak di bisnis jasa proteksi. Lima di antaranya merupakan penyelenggara bisnis asuransi dan dana pensiun. Kartika menilai pemerintah harus segera mendorong pembentukan holding asuransi karena memberikan kepastian bagi investor yang ingin masuk dan membeli saham anak usaha Jiwasraya yaitu Jiwasraya Putra.

Bisnis Indonesia / 5-02-2020 Hal. 14

  1. Pengawasan OJK di Industri Keuangan Perlu Ditingkatkan

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan pengaturan dan pengawasan industri jasa keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lebih dari cukup. Meski begitu pengawasan OJK terhadap ribuan perusahaan keuangan harus tetap diperbaiki. Terkait dengan pengawasan industri keuangan non bank (IKNB), Togar mengatakan, sebaiknya dilaksanakan secara terintegrasi.

Medcom.co / 3-02-2020

  1. Gagal Paham Produk Asuransi, AAJI Minta Dukungan Menteri Nadiem, Loh?

Asosasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan literasi asuransi di Indonesia. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebutkan tingkat penetrasi asuransi masih rendah di Indonesia. data Otoritas Jasa Keuangan, penetrasi sektor asuransi di Indonesia pada 2018 hanya sebesar 3,01 persen. "Untuk meningkatkannya, perlu program literasi dan inklusi asuransi yang masif dengan masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Mulai jenjang sekolah dasar sampai lanjutan," kata Togar, Selasa (4/2/2020). Dia berharap Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, dapat memberikan ruang bagi asuransi untuk masuk dan diajarkan di sekolah-sekolah. Bahkan menurutnya materi asuransi bukan hanya sebatas mata pelajaran tambahan atau pilihan, tetapi menjadi pelajaran wajib di tiap tingkatan sekolah. Dengan langkah literasi yang sistematis dan berkelanjutan tersebut, pihaknya meyakini pemahaman masyarakat Indonesia tentang pentingnya berasuransi akan meningkat.

Bisnis.com / 4-02-2020

  1. Agen Jadi Tumpuan Penjualan Industri Asuransi

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia  (AAJI) menyebutkan masyarakat Indonesia lebih dominan membeli produk asuransi melalui agen. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyatakan peran agen menyumbang lebih dari 50 persen penjualan produk asuransi. Perkembangan teknologi digital yang semakin cepat di Tanah Air termasuk dalam pemasaran produk asuransi ternyata belum berdampak signifikan pada pertumbuhan pasar. Bahkan sangat sedikit masyarakat yang paham akan perlindungan dari produk asuransi maupun prasyarat perlindungan yang melekat dalam polis. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, penetrasi sektor asuransi di Indonesia pada 2018 hanya sebesar 3,01 persen.  Sebelumnya, PT Avrist Assurance menyatakan pihaknya saat ini menyasar kepesertaan baru dari segmen milenial atau yang memiliki rentang usia 25-34 tahun. Untuk itu perseroan mengupayakan hal tersebut salah satunya dengan merekrut 1.500 agen baru. Presdir Avrist Assurance Anna Leonita menyatakan pihaknya fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas agen, guna menambah perluasan jangkauan ke generasi muda.

Bisnis.com / 4-02-2020

  1. Perusahaan Asuransi Wajib Punya Direktur Kepatuhan AAUI Niali Jadi Beban

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Dalimunthe menilai untuk posisi Direktur Kepatuhan yang wajib bagi perusahaan asuransi, posisi tersebut sebaiknya bisa dirangkap oleh direktur yang membawahi fungsi selain fungsi pemasaran, teknik dan keuangan. Dengan demikian menurut hematnya tidak harus ada khusus direktur tersendiri. Pasalnya berdasarkan survei yang dilakukan oleh AAUI, fungsi kepatuhan sudah dilaksanakan oleh semua level di perusahaan asuransi. Sejauh ini tata kelola perusahaan perasuransian sudah memiliki banyak regulasi yang menjaga. Namun masih kurang dalam pelaksanaan dan pengawasannya. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu juga menuturkan, ketentuan Direktur Kepatuhan yang bisa diwakilkan sudah menghasilkan kondisi yang relatif baik. Dia mengakui kalau perusahaan asuransi dibebankan agar memiliki Direktur Kepatuhan yang khusus menangani satu bidang saja. Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot mengingatkan, OJK akan melakukan percepatan reformasi Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) termasuk asuransi. Perubahan akan dilakukan mulai dari pengaturan dan pengawasan, institusional IKNB termasuk mekanisme entry & exit policy, infrastruktur IKNB di antaranya sistem informasi, pelaporan ke OJK, keterbukaan, dan surveillance.

Sindonews.com / 4-02-2020

INDUSTRI & ASURANSI

  1. Panja Kasus Jiwasraya Terbentuk

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan tiap fraksi di Komisi III DPR RI telah mengirimkan nama anggotanya untuk menjadi anggota Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya. Dia mengatakan, Fraksi Partai Demokrat mengirimkan tiga nama dalam Panja Jiwasraya, yaitu Hinca Pandjaitan, Benny K Harman, dan Mulyadi. Hinca mengatakan Panja sudah mulai bekerja, dan Selasa (4/2/2020) akan dilakukan rapat perdana untuk pengesahan Pimpinan Panja Jiwasraya. Dia mengatakan Panja tersebut akan mengawasi kerja Kejaksaan Agung dalam menangani kasus dugaan korupsi di PT. Asuransi Jiwasraya.

Harian Terbit / 5-02-2020 Hal. 5

  1. OJK Akan Verifikasi Rekening Efek Diblokir

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan rekening efek yang diblokir karena diduga terkait dalam kasus Asuransi Jiwasraya akan diverifikasi. "Ini kan semua kalau ada yang tidak terkait langsung ini perlu proses verifikasi dan akan selesai secepatnya," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Menurut Wimboh, proses hukum kasus di Asuransi Jiwasraya itu masih ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung). Dirinya optimistis proses itu tidak akan memakan waktu yang lama. Wimboh mengaku tidak ingat jumlah pasti rekening efek diblokir, namun informasi awal diperkirakan mencapai 800 rekening efek dan diperkirakan akan berkembang. Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut potensi kerugian negara dari dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diperkirakan mencapai Rp13,7 triliun. Investasi asuransi BUMN itu di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial. Dari jumlah itu, lanjut dia, sebesar lima persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik dan 95 persen ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.  

HE Neraca / 5-02-2020 Hal. 3

  1. Asuransi Generali Siap Berikan Layanan Nasabah Terkena Corona

"Generali secara penuh akan menjamin dan menanggung pengobatan nasabah yang terinfeksi virus corona menyesuaikan ketentuan polis," ujar CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman. Langkah pertama yang harus dilakukan pemegang polis adalah memastikan jenis penyakit tersebut masuk dalam pertanggungan polis. Meski terdapat sejumlah polis yang memberikan jaminan layanan kesehatan, ia mengimbau kepada nasabah agar mengutamakan upaya pencegahan untuk menghindari infeksi virus.

HE Neraca / 5-02-2020 Hal. 5

  1. Pansus Jiwasraya Bidik Istana?

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat di DPR telah menyerahkan usulan pembentukan panitia khusus (Pansus) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ke Pimpinan DPR. Panitia Pansus Hak Angket Jiwasraya nantinya akan menyelidiki ada tidaknya keterlibatan pihak Istana Kepresidenan. "Bahwa nanti ada kaitannya dengan Istana atau tidak, nanti waktu penyelidikan kita akan gali itu lebih dalam," ujar Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Benny Kabur Harman. Benny mengatakan, masalah Jiwasraya bukan kasus kriminal atau korupsi biasa. Dia menilai kasus korupsi atau kriminal biasa cukup ditangani oleh aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuan Pansus Jiwasraya itu bukan hanya untuk mengembalikan dana kepada para nasabah. Akan tetapi pihaknya ingin melacak lebih jauh dana ini dulu sebetulnya dipakai untuk apa.

Indopos / 5-02-2020 Hal. 2

  1. Generali Berikan Layanan Klaim Virus Korona

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) berkomitmen memberikan layanan klaim bagi para nasabah apabila terinfeksi virus corona yang saat ini telah menyebar ke 21 negara. "Generali secara penuh akan menjamin dan menanggung pengobatan nasabah yang terinfeksi virus corona menyesuaikan ketentuan polis," ujar CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman. Edy menjelaskan langkah pertama yang harus dilakukan pemegang polis adalah memastikan jenis penyakit tersebut masuk dalam pertanggungan polis. Saat ini, Generali memiliki berbagai produk dan inovasi yang memberikan perlindungan terhadap wabah seperti virus corona. Melalui Global Medical Plan, Generali memberikan jaminan layanan kesehatan di seluruh dunia dengan besaran pertanggungan hingga Rp35 miliar.

Investor Daily / 5-02-2020 Hal. 23

  1. Manulife Siapkan Perlindungan Menyeluruh untuk Nasabah

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) memberi jaminan perlindungan menyeluruh ke seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus korona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga menyebar ke sejumlah negara. “Kami turut prihatin atas mewabahnya virus korona yang telah merenggut ratusan nyawa di Wuhan sejak akhir 2019 dan sudah merebak di beberapa negara,” tutur Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland. Ia menjelaskan, saat ini Manulife memiliki 2 juta lebih nasabah di seluruh Indonesia. Jaminan perlindungan itu diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri. Dikatakan, Manulife menghimbau para nasabah dan keluarga Indonesia untuk menjaga kesehatan di mana pun dan kapan pun. Hal itu untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan virus korona. Sementara itu, Direktur and Chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan, pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik terkait wabah virus korona. Menurut Novita, Manulife memperhatikan betul kebutuhan nasabah.

Investor Daily / 5-02-2020 Hal. 24

  1. Kasus Jiwasraya Menggelinding Menjadi Bola Politik

Kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang diduga merugikan nasabah dan negara Rp 27 triliun mulai menggelinding menjadi bola politik di parlemen. Fraksi-fraksi yang bukan anggota koalisi pemerintah mengusulkan pembentukan panitia khusus hak angket kasus Jiwasraya. Wakil ketua Fraksi Partai Demokrat Benny K. Harman mengatakan Jiwasraya bukan kasus kriminal biasa. Ada nuansa politik di balik dugaan korupsi.

Kompas / 5-02-2020 Hal. 1&11

  1. OJK Perketat Pengawasan IKNB

Menumpuknya persoalan di industri keuangan non bank (IKNB) membuat regulator semakin berbenah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memiliki rancangan reformasi pengawasan IKNB. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan reformasi ini telah dimulai sejak tahun 2018. Mulai tahun 2020 hingga dua tahun ke depan, reformasi akan segera diakselerasi dan difokuskan pada empat hal," ujar Wimboh rapat kerja Komisi XI RI dan OJK di Gedung DPR RI pada Selasa (4/2).

Kontan / 5-02-2020 Hal. 20

  1. Penetrasi Pasar Asuransi Butuh Pendekatana Budaya

Perusahaan asuransi dinilai perlu menggunakan pendekatan budaya dalam menawarkan produknya ke masyarakan, bukan hanya sekedar pertimbangan ekonomi. Sebab, melalui pendekatan budaya akan lebih mudah masuk ke masyarakat sehingga penetrasi pasar dapat maksimal. Demikian disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarya (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X seperti diungkapkan Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) DIY, Agus Setiadi usai pertemuan di Gedhong Wilis, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (4/2). Agus mengungkapkan tingkat penetrasi pasar asuransi di DIY tercatat sekitar 12 persen dari jumlah penduduk di provinsi tersebut. Angka tersebut lebih tinggi dari angka nasional sekitar 9,5 persen. Meski demikian, AAJI DIY berkeinginan lebih meningkatkan lagi penetrasi pasar asuransi di DIY.

Koran Jakarta / 5-02-2020 Hal. 5

  1. Manulife Jamin Proteksi Menyeluruh Ke Nasabah

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) memberi jaminan perlindungan menyeluruh ke seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus korona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga menyebar ke sejumlah negara. “Kami turut prihatin atas mewabahnya virus korona yang telah merenggut ratusan nyawa di Wuhan sejak akhir 2019 dan sudah merebak di beberapa negara,” tutur Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland. Ia menjelaskan, saat ini Manulife memiliki 2 juta lebih nasabah di seluruh Indonesia. Jaminan perlindungan itu diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri. Dikatakan, Manulife mengimbau para nasabah dan keluarga Indonesia untuk menjaga kesehatan di mana pun dan kapan pun. Hal itu untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan virus korona. Sementara itu, Direktur and Chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan, pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik terkait wabah virus korona. Menurut Novita, Manulife memperhatikan betul kebutuhan nasabah. Nasabah tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Pihaknya memberikan kelancaran dalam proses klaim kepada nasabah.

Koran Jakarta / 5-02-2020 Hal. 5

  1. OJK Verifikasi Rekening Efek Jiwasraya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan rekening efek yang diblokir karena diduga terkait dalam kasus Asuransi Jiwasraya akan diverifikasi. "Ini kan semua kalau ada yang tidak terkait langsung ini perlu proses verifikasi dan akan selesai secepatnya," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa. Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut potensi kerugian negara dari dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diperkirakan mencapai Rp13,7 triliun. Menurut dia, potensi kerugian itu timbul karena adanya tindakan melanggar prinsip tata kelola perusahaan menyangkut pengelolaan dana yang dihimpun melalui program asuransi saving plan.

Koran Jakarta / 5-02-2020 Hal. 6

  1. Manulife Jamin Beri Perlindungan Menyeluruh ke Nasabah

Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) memberi jaminan perlindungan menyeluruh ke seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus Korona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga menyebar ke sejumlah negara. “Kami turut prihatin atas mewabahnya virus Korona yang telah merenggut ratusan nyawa di Wuhan sejak akhir 2019 dan sudah merebak di beberapa negara,” tutur Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia, Ryan Charland. Dikatakan, Manulife mengimbau para nasabah dan keluarga Indonesia untuk menjaga kesehatan di manapun dan kapanpun. Hal itu untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan Korona. Seperti diketahui, ancaman Korona saat ini sangat mengkhawatirkan. Sementara itu, Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia, Novita Rumgangun menjelaskan pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik terkait wabah virus korona. Sepanjang tahun 2018, Manulife membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 5,5 triliun atau Rp 15 miliar setiap harinya, dan Rp 626 juta setiap jamnya. Saat ini, Manulife Indonesia memiliki sekitar 7.000 agen di seluruh Indonesia.

Koran Sindo / 5-02-2020 Hal. 10

  1. Otoritas Percepat Reformasi Industri Asuransi

OJK melanjutkan reformasi dalam pengaturan dan pengawasan IKNB. Industri yang mendapat sorotan utama adalah industri asuransi. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebutkan reformasi yang dilakukan meliputi perbaikan manajemen risiko, tata kelola, hingga laporan kinerja investasi yang lebih komprehensif. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan, secara keseluruhan pengawasan industri jasa keuangan yang dilakukan OJK masih relatif baik. Hal ini terlihat pada indikator-indikator stabilitas sistem keuangan. Menurut dia, perbaikan yang sangat perlu dilakukan oleh OJK adalah bagaimana menindaklanjuti pengawasan dengan tindakan tegas termasuk terhadap badan usaha milik pemerintah.

Koran Tempo / 5-02-2020 Hal. 21

  1. Panitia Kerja Jiwasraya Segera Panggil Kejaksaan Agung

Panitia Kerja atau Panja Jiwasraya yang dibentuk Komisi Hukum DPR RI akan menggelar agenda perdana dengan memanggil Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) pada 13 Februari 2020. "Agenda pertama Panja Jiwasraya akan mengundang Jampidsus pada 13 Februari, Direktur Penyidikan, dan jaksa yang menangani kasus ini," kata Ketua Panja Jiwasraya Komisi III, Herman Hery. Herman yang juga Ketua Komisi III DPR RI itu mengatakan pemanggilan Jampidsus Kejaksaan Agung itu bertujuan mendapatkan masukan sudah sejauh mana penanganan perkara Jiwasraya oleh Kejaksaan. Dia mengatakan dalam Rapat Internal Panja, ia menegaskan kepada anggota bahwa dalam RDP dengan Jampidsus dan para penyidik, tidak semua hal bisa dibuka, dan diungkapkan karena penanganan kasus sedang berjalan.

Koran Tempo / 5-02-2020 Hal. 31

  1. Asuransi Jamin Perlindungan Dari Virus Korona

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) bergerak cepat dengan memberi jaminan perlindungan menyeluruh kepada seluruh nasabah terkait dengan ancaman penyebaran virus korona. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/2), menjelaskan saat ini Manulife memiliki sekitar 2,5 juta nasabah di Indonesia. Jaminan perlindungan itu diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa ataupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia ataupun di luar negeri. Direktur and Chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik terkait dengan wabah virus korona. Nasabah tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim.  

Media Indonesia / 5-02-2020 Hal. 10

  1. Kejakgung Kasus Jiwasraya Bukan Risiko Bisnis

Kejaksaan Agung (Kejakgung) menegaskan, kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya bukan risiko bisnis. Direktur Penyidikan Direktorat Pidana Khusus (Pidsus) Febrie Adriansyah menegaskan, ada tindak pidana dari manajemen dan para pengelola investasi yang menyebabkan gagal bayar. Dugaan pidana tersebut, semakin menguat karena penyidikan menemukan adanya kerugian negara dari gagal bayar senilai Rp 13,7 triliun tersebut. Bahkan, Febrie menerangkan, aksi melanggar hukum yang menyebabkan gagal bayar dan merugikan keuangan negara itu dilakukan sengaja dan sistematis. Pernyataan Febrie tersebut sebetulnya menjawab pengaraca Arie Soesilo Wibowo, yang mengklaim kasus Jiwasraya, merupakan risiko bisnis. Arie, adalah kuasa hukum Heru Hidayat, salah satu dari lima tersangka Jiwasraya sejak Januari 2019. Ia mengatakan, adanya unsur kesengajaan dalam pengalihan dana Jiwasraya ke dalam bentuk saham dan reksa dana ke sejumlah perusahaan yang berkinerja buruk.  

Republika / 5-02-2020 Hal. 1&9

  1. Manulife Jamin Nasabah Diberi Perlindungan Menyeluruh

Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) memberi jaminan perlindungan menyeluruh ke seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus corona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga menyebar ke sejumlah negara.  “Kami turut prihatin atas mewabahnya virus korona yang telah merenggut ratusan nyawa di Wuhan sejak akhir 2019 dan sudah merebak di beberapa negara,” tutur Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland. Ia menjelaskan, saat ini Manulife memiliki sekitar 2,5 juta nasabah di seluruh Indonesia. Jaminan perlindungan itu diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri. Sementara itu, Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan, pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik terkait wabah virus korona.  

Suara Pembaruan / 5-02-2020 Hal. 9

  1. Perlindungan Jiwa Sasar Keluarga Milenial

PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) bersama PT Bank HSBC lndonesia (HSBC Indonesia) meluncurkan produk asuransi jiwa berjangka ‘Joint Life Care’ di  Jakarta, Rabu (29/1/2020). Produk ini menyasar keluarga milenial di Tanah Air yang jumlahnya terus meningkat. Bianto Surodjo, Chief of Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia, mengatakan Indonesia sedang mengalami bonus demografi dengan penduduk berusia muda produktif yang cukup besar. Menurut dia, produk ini memberikan solusi perlindungan jiwa berjangka gabungan bagi suami istri dalam satu polis dengan satu premi. Model seperti ini merupakan yang pertama di Indonesia dengan premi minimum. Edhi Tjahja Negara, Head of Network Retail Banking & Wealth Management PT Bank HSBC lndonesia menambahkan banyak keluarga muda generasi milenial yang sebenarnya sudah menyadari pentingnya asuransi tetapi belum menjadikannya prioritas.  

Warta Kota / 5-02-2020 Hal. 11

  1. Manulife Beri Perlindungan Risiko Virus Corona

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) bergerak cepat dengan memberi jaminan perlindungan menyeluruh kepada seluruh nasabah terkait dengan ancaman penyebaran virus korona. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/2), menjelaskan saat ini Manulife memiliki sekitar 2,5 juta nasabah di Indonesia. Jaminan perlindungan itu diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa ataupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia ataupun di luar negeri. Direktur and Chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik terkait dengan wabah virus korona. Nasabah tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Pihaknya memberikan kelancaran dalam proses klaim kepada nasabah. Hal tersebut juga bisa dilihat dari besarnya klaim yang disalurkan Manulife Indonesia kepada nasabah. Hingga November 2019 (unaudited), Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp5,3 triliun atau setara Rp15 miliar per hari atau Rp608 juta per jam.

Warta Kota / 5-02-2020 Hal. 14

  1. Mengapa OJK Gagal Jinakkan Bom Jiwasraya

OJK mulai beroperasi pada 2013. Saat itu permasalahan Jiwasraya sudah ada dan OJK seharusnya bisa mengambil langkah-angkah antisipatif yang konkret. Ada dua faktor utama yang memunculkan masalah keuangan seperti Jiwasraya: faktor eksternal mengenai sejarah pembentukan pengawasan bank oleh OJK; dan dua pola penempatan dan penunjukan pejabata di perbankan dan IKNB sering kali masih berorientasi pada kedekatan emosional atau kepentingan tertentu.

Infobank / Ed. Feb 20 Hal. 18

  1. Nasib Industri Setelah Kasus Bumiputera, Jiwasraya, & Asabri

Pada 26 Desember 2019, Presiden Jokowi menandatangani PP No. 87 Tahun 2019 yang dinilai sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk menyehatkan AJB Bumiputera 1912. Hingga kini, Bumiputera masih terbelit masalah likuiditas dan jumlah klaim yang belum dibayarkan mencapai Rp4,1 triliun. Rontoknya kinerja dua perusahaan asuransi jiwa besar, Bumiputera dan Jiwasrasya, berdampak terhadap kinerja industri. Berdasarkan data Biro Riset Infobank, akhir 2019 premi bruto industri asuransi jiwa tumbuh negatif 0,39%.

Infobank / Ed. Feb 20 Hal. 55-57

  1. Janji 100 Hari untuk Bumiputera

Kesulitan yang mendera AJB Bumiputera masih berlanjut. Per akhir 2019, jumlah outstanding claim yang belum dibayarkan mencapai Rp4,1 triliun. Setelah Badan Perwakilan Anggota (BPA) mencopot Sutikno W. Sjarif dari posisi Dirut Bumiputera pada Mei 2019, BPA akhirnya menunjuk Dirman Pardosi untuk mengisi kekosongan tersebut.

Infobank / Ed. Feb 20 Hal. 58-59

  1. Manulife Beri Perlindungan Asuransi Atas Resiko Virus Corona

Perusahaan asuransi jiwa Manulife Indonesia memberi jaminan perlindungan menyeluruh kepada seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus corona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga ke sejumlah negara. Jaminan perlindungan diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia yang berjumlah sekitar 2,5 juta nasabah. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.

Antaranews.com / 4-02-2020

  1. OJK Rekening Efek Diblokir Terkait Jiwasraya Akan Diverifikasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan rekening efek yang diblokir karena diduga terkait dalam kasus Asuransi Jiwasraya akan diverifikasi. "Ini kan semua kalau ada yang tidak terkait langsung ini perlu proses verifikasi dan akan selesai secepatnya," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Meski begitu, Wimboh mengaku tidak ingat jumlah pasti rekening efek diblokir, namun informasi awal diperkirakan mencapai 800 rekening efek dan diperkirakan akan berkembang. Jiwasraya, ungkap dia, melanggar prinsip kehati-hatian dalam melakukan investasi pada aset yang berisiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi pula. Dari jumlah itu, lanjut dia, sebesar lima persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik dan 95 persen ditempatkan di saham yang berkinerja buruk. Akibatnya, lanjut dia, asuransi Jiwasraya saving plan mengalami gagal bayar terhadap klaim jatuh tempo dan sudah diprediksi BPK sesuai laporan hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan bisnis asuransi investasi, pendapatan dan biaya operasional.

Antaranews.com / 4-02-2020

  1. Generali Tanggung Pengobatan Peserta Yang Terjangkit Corona Virus

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman menjelaskan pihaknya secara penuh akan menjamin dan menanggung pengobatan nasabah yang terinfeksi virus corona menyesuaikan ketentuan polis. Untuk mempercepat proses klaim, menurutnya pemegang polis harus mempersiapkan dokumen yang diperlukan, kemudian klaim tidak berada dalam Masa Tunggu Polis, serta menggunakan jaringan rumah sakit Generali untuk cashless klaim.

Bisnis.com / 4-02-2020

  1. Mengenal Organ Pengawas Asuransi Sakit OJK

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyatakan akan memisahkan pengawasan perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan ke Departemen Pengawasan Khusus bagi sektor industri keuangan non bank (IKNB). Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo menjelaskan departemen itu menurutnya akan fokus melakukan penyehatan perusahaan-perusahaan yang bermasalah. Menurut Anto, pemisahan tersebut bertujuan agar upaya pemyehatan dapat lebih termonitor dengan baik. Selain itu, pelaporan kondisi perusahaan serta analisa dan evaluasi rencana penyehatan kerja (RPK) dapat dilakukan dengan lebih detail.

Bisnis.com / 4-02-2020

  1. Wabah Virus Corona Manulife Indonesia Tegaskan Jamin Proteksi

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menegaskan bakal menjamin perlindungan menyeluruh ke seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus korona. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) Ryan Charland mengatakan pihaknya turut prihatin atas mewabahnya virus korona yang telah merenggut ratusan nyawa sejak akhir 2019. Dia menjelaskan saat ini Manulife memiliki sekitar 2,5 juta nasabah di seluruh Indonesia. Pihaknya pun menjamin perlindungan itu diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia. Sementara itu, Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik terkait wabah virus korona melalui jaminan tersebut. Di sisi lain, Novita juga mengatakan pihaknya mendorong langkah-langkah antisipasi pencegahan penyebaran virus korona dengan meningkatkan budaya sehat di internal perusahaan.  

bisnis.com/ 4-02-2020

  1. Kemana Bola Panas Jiwasraya Bergulir

Bola panas PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus bergulir. Pemeriksaan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat pun makin dalam. Setelah membeberkan hasil pemeriksaan investigasi tahap pertama terhadap Jiwasraya pada pekan pertama tahun ini, yang berujung pada penahanan sejumlah tersangka, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembangkan jangkauan investigasi terhadap skandal yang diduga merugikan negara sebesar Rp13,7 triliun itu.

bisnis.com/ 4-02-2020

  1. Ini Alasan Kejagung Blokir Aset Tanah Tersangka Jiwasraya

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono kembali menegaskan alasan Kejagung dalam memblokir sertifikat tanah milik tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Benny Tjokrosaputro. Ia menyebut langkah tersebut diambil agar tidak ada pengalihan nama yang mungkin dilakukan oleh tersangka. Karena setelah diblokir, maka tidak bisa pindah tangan. Di hari yang sama, Tim Pelacakan Aset juga disebut melakukan pelacakan dengan melacak asset-aset tersangka Benny Tjokrosaputro di beberapa tempat. Kejaksaan Agung (Kejagung) melanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada hari Selasa (03/02/2020). Sebanyak 5 saksi diperiksa untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan penyidik.

cnbcindonesia.com / 4-02-2020

  1. Meski Bayar Ganti Rugi Tersangka Jiwasraya Tetap Dipidana

Penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus berlanjut. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah mengomentari kelanjutan nasib para tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya (Persero). Dia menilai, hingga kini belum ada itikad dari para tersangka untuk mengembalikan kerugian negara. Febrie menegaskan bahwa setiap perkara yang sudah dibuat maka harus ada hukuman yang menjerat. Dia beralasan pada ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian total kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan dalam waktu dekat mencapai Rp 16,13 triliun. Besaran dana tersebut terungkap dalam Dokumen Penyelamatan Jiwasraya yang diperoleh CNBC Indonesia belum lama ini. Seperti diketahui, Kejagung telah resmi menahan lima orang terkait dugaan korupsi di Jiwasraya. Lima tersangka yaitu Benny Tjokrosaputro atau Bentjok adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX), Heru Hidayat adalah Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Hary Prasetyo merupakan Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018, Hendrisman Rahim, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018, dan Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya.

cnbcindonesia.com/ 4-02-2020

  1. Skandal Jiwasraya 3 Sekretaris Benny Tjokro Dipanggil Kejagung

Tiga orang sekretaris Benny Tjokrosaputro diminta menghadap penyidik pidana khusus di Kejaksaan Agung (Kejagung). Benny merupakan Komisaris PT Hanson International Tbk yang menjadi salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). "Saksi yang dipanggil hari ini Jani Irenawati dan Mariatna sebagai sekretaris pribadi Benny Tjokrosaputro (dan) sekretaris PT Hanson International (atas nama) Jumiah," ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, kepada wartawan, Selasa (4/2/2020). Diketahui bila Jumiah dan Jani sebelumnya dipanggil pada Jumat, 17 Januari lalu. Selain itu ada pula saksi lain yang dipanggil untuk hari ini yaitu mantan pengacara Jiwasraya atas nama Irfan Melayu dan Direktur Independen PT Armadian Karyata bernama Devi Henita. Sangkaan pasal pada para tersangka belum disampaikan jelas oleh Kejagung selama ini. Terakhir pada Rabu (22/1) kemarin Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Febrie Andriansyah hanya menyampaikan bila para pihak dari Jiwasraya itu melakukan penempatan saham dengan cara melawan hukum.

detik.com/ 4-02-2020

  1. Urgensi Menghapus Habitual Distrust Pada Asuransi

Kegagalan beruntun beberapa perusahaan asuransi telah menimbulkan waswas publik atas keandalan  industri asuransi di Indonesia. Kasus gagal bayar Asuransi Jiwa Bersama Bumiputra (AJB Bumiputra 1912), Bakrie Life, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah menimbulkan trauma para pemegang polis. Apalagi ditambah dengan isu kegagalan PT Asabri (Persero) menambah trauma publik terhadap perusahaan asuransi, terutama terkait dengan aspek kecukupan atas perlindungan konsumen asuransi. Ada tiga aspek yang perlu dipenuhi dalam penyelesaiannya: 1) nasabah tidak boleh dirugikan; 2) keadilan; dan 3) pemegang saham atau pemerintah harus bertanggung jawab.

Investor.id/ 4-02-2020

  1. Kasus Jiwasraya Tetap Diusut Meski Tersangka Kembalikan Uang Negara

Kejaksaan Agung akan tetap mengusut dugaan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), meskipun para tersangka mengembalikan kerugian negara. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah menegaskan pengembalian uang negara tak menghilangkan jeratan pidana. Febrie menilai hingga kini para tersangka belum menunjukkan itikad untuk mengembalikan kerugian negara dari kasus dugaan korupsi Jiwasraya. "Tak ada tanda bagaimana mereka berniat baik," kata dia. Hingga kini, kejaksaan masih mengejar aset-aset milik para tersangka. Sebanyak 1.400 sertifikat tanah disita Kejaksaan untuk direkapitulasi nilai dan luasnya. Sebanyak 800 rekening saham juga telah diblokir. Dalam kasus ini, Kejaksaan telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Mereka yakni mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, bekas Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan, dan eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo. Pengusutan kasus ini bermula dari kegagalan Jiwasraya membayar klaim polis JS Saving Plan pada Oktober 2018 sebesar Rp 802 miliar.  

katadata.co.id / 4-02-2020

  1. Manulife Beri Perlindungan Atas Resiko Virus Corona

Perusahaan asuransi jiwa Manulife Indonesia memberi jaminan perlindungan menyeluruh kepada seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus corona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga ke sejumlah negara. Jaminan perlindungan diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia yang berjumlah sekitar 2,5 juta nasabah. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.

Kompas.com / 4-02-2020

  1. Payung Pengawasan Industri Asuransi

Pengawasan wajib dilakukan untuk kegiatan usaha asuransi di Indonesia. Ketentuan tersebut diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. Regulasi tersebut menyebutkan pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha perasuransian dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Undang-undang juga menyebutkan, dalam rangka pelaksanaan fungsi pengaturan, OJK menetapkan peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. Dari penelusuran di laman ojk.go.id, setidaknya terdapat 21 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang mengatur tentang asuransi sejak 2015 hingga 2017. Salah satu fungsi pengawasan tercantum dalam POJK Nomor 55 Tahun 2017 tentang Laporan Berkala Perusahaan Perasuransian.  

kompas.id / 4-02-2020

  1. Antisipasi Biaya Pengobatan Kanker dengan Asuransi

Health Claim Senior Manager Sequis dr. Yosef Fransiscus mengatakan, secara umum risiko kanker  berkembang karena paparan zat kimia, sinar matahari yang berlebihan, paparan radikal bebas, stres yang tinggi, gangguan hormonal, usia menua, kelebihan berat badan, sering mengalami radang dan infeksi, juga bisa karena gaya hidup yang buruk, seperti merokok, dan sering mengonsumsi miras, pola makan tinggi lemak, banyak gula, dan kurang serat. Namun, kanker dapat juga terjadi karena memiliki riwayat penyakit tertentu, misalnya  jika memiliki riwayat radang usus akan berpotensi terkena kanker usus, bisa juga karena kelainan genetik yang dapat mengganggu sistem kerja tubuh. Adapun faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker dapat berbeda pada setiap kasus dan biasanya tidak hanya dipicu oleh 1 faktor. Namun, pada umumnya karena ada sel abnormal yang tumbuh tak terkendali sehingga merusak sel normal di sekitarnya dan bagian tubuh lain. Sebenarnya, tubuh kita memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel yang abnormal tetapi bila mekanismenya gagal maka sel abnormal tersebut akan tumbuh tak terkendali.    

kontan.co.id/ 4-02-2020

  1. Hadapi Ancaman Outbreak Corona Masyarakat harus Sadar Pentingnya Asuransi

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman menjelaskan pihaknya secara penuh akan menjamin dan menanggung pengobatan nasabah yang terinfeksi virus corona menyesuaikan ketentuan polis. Untuk mempercepat proses klaim, menurutnya pemegang polis harus mempersiapkan dokumen yang diperlukan, kemudian klaim tidak berada dalam Masa Tunggu Polis, serta menggunakan jaringan rumah sakit Generali untuk cashless klaim.

Kontan.co.id / 4-02-2020

  1. Waspada Virus Corona Manulife Jamin Perlindungan Menyeluruh kepada Nasabah

Perusahaan asuransi jiwa Manulife Indonesia memberi jaminan perlindungan menyeluruh kepada seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus corona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga ke sejumlah negara. Jaminan perlindungan diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia yang berjumlah sekitar 2,5 juta nasabah. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.

Kontan.co.id / 4-02-2020

  1. Virus Corona Merebak Asuransi Manulife Beri Jaminan ke Nasabah

Perusahaan asuransi jiwa Manulife Indonesia memberi jaminan perlindungan menyeluruh kepada seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus corona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga ke sejumlah negara. Jaminan perlindungan diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia yang berjumlah sekitar 2,5 juta nasabah. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.

Liputan6.com / 4-02-2020

  1. Manulife jamin Nasabah Dari Ancaman Corona

Perusahaan asuransi jiwa Manulife Indonesia memberi jaminan perlindungan menyeluruh kepada seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus corona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga ke sejumlah negara. Jaminan perlindungan diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia yang berjumlah sekitar 2,5 juta nasabah. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.

Medcom.co / 4-02-2020

  1. Kasus Jiwasraya Ditargetkan Tuntas Maksimal 3 Tahun

Komisi XI DPR dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sepakat untuk menyelesaikan kasus PT Asuransi Jiwasraya (persero) maksimal dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Penyelesaian Jiwasraya tak boleh berlarut. "Maksimal selesai tiga tahun dari sekarang. Jiwasraya tidak boleh lebih dari tiga tahun," ujar Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto dalam konferensi pers di Kantor BPK, Jakarta, Senin, 3 Februari 2020. Dito menyebutkan pengembalian hak dari 5,5 juta nasabah Jiwasraya dan 17 ribu nasabah JS Saving Plan akan dilakukan secara bertahap, yakni mulai kuartal I 2020 hingga akhirnya selesai pada 2023. Di sisi lain, Ketua BPK Agung Firman mengatakan pihaknya sudah memulai audit investigasi terkait dengan kasus dugaan fraud di PT Jiwasraya dan PT ASABRI. Untuk sementara, proses itu sudah rampung 60 persen. Agung memaparkan, data kerugian uang negara dari kasus Jiwasraya dan ASABRI itu paling lambat akan tuntas pada akhir Februari 2020.  

medcom.id / 4-02-2020

  1. Gaya Kejagung Tuntaskan Kasus Jiwasraya

Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat menuntaskan dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kejagung tak berhenti di lima tersangka awal. Minggu ini, Korps Adhyaksa berjanji mengumumkan tersangka baru di kasus itu. Kepastian itu diungkap Jaksa Agung ST Burhanuddin. Dia menyebut salah satu yang disasar yakni petinggi badan usaha milik negara (BUMN) itu. Kerugian keuangan negara masih dihitung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kejagung sudah menggandeng pihak lain dalam menyelamatkan uang negara. Dukungan DPR tak hanya dari Komisi III melalui Panja. Komisi XI DPR telah sepakat dengan BPK untuk menyelesaikan kasus PT Asuransi Jiwasraya. "Maksimal selesai tiga tahun dari sekarang. Jiwasraya tidak boleh lebih dari tiga tahun," ujar Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto, Senin, 3 Februari 2020.

medcom.id/ 4-02-2020

  1. Kerugian Negara Kasus Jiwasraya Diumumkan Akhir Bulan

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan mengumumkan hasil investigasi dari perhitungan kerugian negara akibat gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada akhir Februari 2020. Ketua BPK Agung Firman mengatakan, proses penghitungan kerugian negara merupakan hal pertama yang akan dibongkar. BPK mengklaim sudah memegang 60 persen data terkait pemeriksaan terhadap Jiwasraya dan Asabri. "Keduanya kita lakukan pemeriksaan investigasi, khusus Jiwasraya kita lakukan pemeriksaan investigasi dan perhitungan kerugian negara," kata dia. Selain itu, BPK bersama Komisi XI DPR sepakat menyelesaikan permasalahan Jiwasraya selambatnya pada 2023 mendatang. Komitmen ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN yang ingin segera menuntaskan permasalahan ini. Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto mengatakan, solusi permasalahan Jiwasraya tidak boleh melebihi tiga tahun, yang terhitung dari tahun ini. "Harus selesai maksimal 3 tahun. Jadi, Jiwasraya harus selesai maksimal tiga tahun dari sekarang, berarti tahun 2023 harus selesai. Tidak boleh lebih dari tiga tahun. Ini komitmen kami bersama," katanya.

republika.co.id/ 4-02-2020

  1. Berkaca Jiwasraya Industri Asuransi Dinilai Butuh Pengelompokan Ikuti Perbankan

Kasus gagal bayar yang melilit PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dinilai membutuhkan pendekatan tata kelola seperti perbankan yang telah lebih awal diatur. Salah satunya aturan pengelompokan perusahaan berdasarkan skala bisnis sehingga bobot pengawasannya lebih mudah. Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, sudah seharusnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera membagi dengan tegas pengelompokan perusahaan-perusahaan asuransi berdasarkan size (exposure) dan kompleksitasnya. Peraturan pengelompokan ini bisa seperti yang diterapkan di perbankan dengan istilah BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha).  

Sindonews.com/ 4-02-2020

  1. Korupsi Jiwasraya Terkuak, Pemegang Polis Teriak

Satu persatu kasus korupsi mulai terkuak. Kini lembaga plat merah itu sedang diproses secara hukum oleh aparat penegak hukum. Masalah gagal bayar sebuah perusahaan asuransi tidak hanya terjadi kali ini saja. Beberapa tahun lalu ada juga perusahaan asuransi serupa mengalami nasib yang sama seperti PT Asuransi Jiwa Bakrie tahun 2010, PT Asuransi Jiwa Bumi Asih tahun 2013, dan belum lama ini PT Asuransi Jiwa Bumiputera 1912 juga mengalami gagal bayar. Terakhir ini Jiwasraya juga mengalami tragis yang luar biasa. Tercatat kerugian negara menurut Jaksa Agung ST Burhanuddin mencapai angka fantastis yakni Rp 13,7 triliun. Ada 17 ribu nasabah asuransi Jiwasraya sampai kini tak jelasnya posisinya. Menteri Keuangan Sri Mulyani di beberapa media mengungkapkan Jiwasraya sudah mengalami kesulitan likuiditas pada 2008-2009.  

timesindonesia.co.id/ 4-02-2020

  1. Asabri dan Jiwasraya Bisa Turunkan Kepercayaan Terhadap Industri Asuransi Dimana Fungsi OJK

Sederet kasus industri asuransi mulai dari gagal bayar PT Jiwasraya (Persero), indikasi penyelewengan di Asabri, dan masalah keuangan yang membelit AJB Bumiputera menuai sorotan bagaimana fungsi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Para praktisi keuangan ikut mengkritisi hal ini yang dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi di Indonesia. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu berpandangan aturan dan pengawasan yang diterbitkan OJK sudah lebih dari cukup.  

tribunnews.com / 4-02-2020

  1. Ancaman Penyebaran Virus Korona Manulife Jamin Beri Perlindungan Menyeluruh Ke Nasabah

Perusahaan asuransi jiwa Manulife Indonesia memberi jaminan perlindungan menyeluruh kepada seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus corona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga ke sejumlah negara. Jaminan perlindungan diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia yang berjumlah sekitar 2,5 juta nasabah. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.

Wartaekonomi.co.id / 4-02-2020

  1. Kejar Aset Tersangka Korupsi Jiwasraya Kejagung Harus Berkongsi Dengan PPATK

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar meminta jajaran Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk menelusuri lebih jauh kekayaan para tersangka korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero), baik yang dimiliki atas nama pribadi atau menggunakan pihak kerabat hingga orang lain (nominee). Lebih lanjut, ia menegaskan jajaran Kejaksaan Agung harus segera memeriksa nama-nama yang diduga memiliki keterkaitan dengan para tersangka dan pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan dari korupsi Jiwasraya.

Wartaekonomi.co.id / 4-02-2020

  1. Edan Gagal Bayar Jiwasraya Bengkak Jadi…

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo membenarkan bahwa nilai gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bengkak menjadi Rp16 triliun. Ia menjelaskan hal ini terjadi karena setiap bulan ada yang jatuh tempo.

Wartaekonomi.co.id / 4-02-2020

  1. Penetrasi Pasar Asuransi Butuh Pendekatan Budaya

Perusahaan asuransi dinilai perlu menggunakan pendekatan budaya dalam menawarkan produknya ke masyarakan, bukan hanya sekedar pertimbangan ekonomi. Sebab, melalui pendekatan budaya akan lebih mudah masuk ke masyarakat sehingga penetrasi pasar dapat maksimal. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) DIY, Agus Setiadi mengatakan, Gubernur DIY menyampaikan faktor budaya memiliki peran dalam jika AAJI DIY ingin mempercepat penetrasi pasar. Perusahaan asuransi pun diminta melakukan penetrasi pasar ke kumpulan masyarakat, corporate, atau yang berjumlah banyak.

Koranjakarta.com / 5-02-2020

  1. Manulife Jamin Proteksi Menyeluruh Ke Nasabah

Perusahaan asuransi jiwa Manulife Indonesia memberi jaminan perlindungan menyeluruh kepada seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus corona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga ke sejumlah negara. Jaminan perlindungan diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia yang berjumlah sekitar 2,5 juta nasabah. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.

Koran-jakarta.com / 5-02-2020

Regulasi & Makro Ekonomi

  1. Dua Fraksi DPR Usulkan Pembentukan Pansus Jiwasraya

Dua fraksi DPR yaitu PKS dan Partai Demokrat menyerahkan surat dukungan mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket terkait PT Asuransi Jiwasraya kepada pemimpin DPR RI. Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan, Fraksi PKS menyerahkan 50 tanda tangan anggota FPKS sebagai bentuk dukungan pembentukan Pansus Jiwasyraya.

HE Neraca / 5-02-2020 Hal. 5

  1. DPR RI Targetkan Penyelesaian Jiwasraya Maksimal Tiga Tahun

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto mengatakan pihaknya beserta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sepakat untuk menyelesaikan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) maksimal dalam kurun waktu tiga tahun ke depan atau 2023. Dito menyebutkan, pengembalian hak dari 5,5 juta nasabah Jiwasraya dan 17 ribu nasabah JS Saving Plan akan dilakukan secara bertahap, yakni mulai dari kuartal pertama tahun 2020 hingga akhirnya selesai pada 2023.

HE Neraca / 5-02-2020 Hal. 12

  1. Demokrat - Pks Serahkan Usul Pansus Jiwasraya

Fraksi Demokrat dan PKS menyerahkan usul pembentukan pansus kepada pemimpin DPR. Berkas pansus itu ditandatangi 104 anggota. Mereka terdiri dari 54 anggota Fraksi Demokrat dan 50 anggota Fraksi PKS.

Jawa Pos / 5-02-2020 Hal. 2

  1. Komisi XI Pertanyakan Fungsi Pengawasan OJK

Komisi XI DPR melakukan rapat kerja dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas persoalan Jiwasraya. Anggota Komisi XI Dolfie O.F.P menyebutkan OJK semestinya tidak boleh merasa tidak ada persoalan di lembaga jasa keuangan, sedangkan kenyataanya ada dua perusahaan yang tersandung perkara. Ia pun menanyakan mengapa dalam kasus Jiwasraya penyidik Kejaksaan Agung lebih dulu masuk daripada penyidik OJK. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan OJK Wimboh Santoso berjanji menjawabnya dalam rapat panitia kerja (panja) pengawas industri keuangan.

Jawa Pos / 5-02-2020 Hal. 2

  1. Komisi III DPR Resmi Membentuk Panja Jiwasraya

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali membentuk panitia kerja (Panja) untuk mengungkap dugaan mega skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Panja komisi III ini akan fokus mengungkap dugaan korupsi di Jiwasraya.

Kontan / 5-02-2020 Hal. 18

  1. Disahkan Panja Jiwasraya Komisi III DPR

Komisi III DPR mengesahkan pembentukan panitia kerja (Panja) perkara PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kerja Panja Jiwasraya ini akan diawali dengan pemanggilan jajaran Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) pekan depan. Menurut Ketua Komisi III DPR, Herman Herry, Panja Jiwasraya Komisi III DPR terdiri atas 32 orang dan dia ditunjuk sebagai ketua Panja.

Koran Jakarta / 5-02-2020 Hal. 3

  1. DPR Soroti Pengawasan Industri Keuangan Yang Belum Memuaskan

Dewan Perwakilan Rakyat menyoroti kinerja pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dinilai belum memuaskan. Dewan kemudian turut mempertanyakan efektivitas realisasi penerimaan pungutan OJK terhadap lembaga jasa keuangan, yang sepanjang tahun lalu mencapai Rp 5,47 triliun. Ketua Dewan OJK, Wimboh Santoso menyampaikan lembaganya senantiasa berupaya menjalankan mandat dalam mewujudkan penyelenggaraan sektor jasa keuangan yang adil, transparan, dan akuntabel.  

Koran Tempo / 5-02-2020 Hal. 22

  1. PDIP Pimpin Pansus Jiwasraya

Panitia Kerja (panja) untuk kasus gagal bayar asuransi PT Jiwasraya di Komisi III DPR RI telah resmi dibentuk. Seluruh fraksi di Komisi III telah mengirimkan perwakilannya, dengan PDI Perjuangan sebagai ketua panja tersebut. Rapat penetapan Panja digelar secara tertutup oleh Komisi III DPR RI. Dari rapat tersebut, Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyebut jumlah anggota panja dari sembilan fraksi di DPR RI sebanyak 27 orang ditambah 5 orang pimpinan hingga jumlahnya 32 orang.

Republika / 5-02-2020 Hal. 9

  1. Anggota DPR Kritik OJK Lambat Tangani Jiwasraya

Anggota Komisi XI DPR Dolfie OFP menyebut penanganan OJK untuk masalah Jiwasraya justru kalah langkah dari Kejaksaan Agung. Yang saat ini sedang melakukan penyelidikan atas kasus Jiwasraya setelah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melaporkan ada indikasi kecurangan pada November 2019 lalu. Menurut dia hal ini mencerminkan jika OJK menganggap persoalan Jiwasraya bukan sebagai sebuah masalah berarti.

Detik.com / 4-02-2020

  1. Belum Lengkap Penahanan Tersangka Jiwasraya Diperpanjang

Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya memperpanjang masa penahanan lima tersangka kasus dugaan korupsi, karena berkas perkara belum lengkap. Seharusnya masa penahanan para tersangka kasus Jiwasraya selama 20 hari sudah habis. Namun kemudian diperpanjang selama selama 40 hari ke depan mulai Senin (3/2/2020). Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono mengatakan bahwa perpanjangan penahanan dilakukan karena pemeriksaan terhadap para tersangka belum sempurna. Begitupula pemeriksaan terhadap pada saksi.

Cnbcindonesia.com / 4-02-2020

  1. Demokrat Bertekad Gali Kaitan Istana Dengan Kasus Jiwasraya

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman mengatakan fraksinya ingin menggali dugaan keterkaitan antara kasus yang dialami perusahaan asuransi pelat merah itu dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Demokrat mencium sebuah tindak kejahatan yang terorganisasi dalam kasus Jiwasraya.

Cnnindonesia.com / 4-02-2020

  1. DPR Kembali Pertanyakan Fungsi OJK dalam Masalah Jiwasraya

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mempertanyakan fungsi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Anggota Komisi XI Dolfie OFP membandingkan tindakan penanganan regulator jasa keuangan itu dengan langkah yang diambil oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) atas kasus Jiwasraya. Ia menilai tindakan tersebut menunjukkan jika OJK menilai persoalan Jiwasraya bukan sebagai sebuah masalah serius yang perlu segera diselesaikan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan akan menyampaikan jawaban dalam rapat panitia kerja (panja) pengawas industri keuangan Komisi XI.

Cnnindonesia.com / 4-02-2020

  1. PKS Harap Kejagung Tak terbang Pilih Usut Kasus Jiwasraya

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) profesional dalam menangani kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya. Dia mengingatkan Kejagung tidak tebang pilih dan berani mengusut semua pihak yang terlibat dalam skandal tersebut. Selain tidak tebang pilih, Mardani meminta, penyelesaian masalah dugaan korupsi Jiwasraya di DPR dapat ditinjau dari aspek bisnis.

Merahputih.com / 4-02-2020

  1. Kejagung Diminta Kejar Aset Tersangka Jiwasraya

Penelusuran kasus PT Jiwasraya (Persero) masih berlangsung. Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta untuk berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri kekayaan para tersangka. Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan, penelusuran aset perlu dilakukan baik yang dimiliki atas nama pribadi atau menggunakan pihak kerabat, hingga orang lain, sehingga jajaran Kejaksaan Agung bisa melakukan penyitaan.

Jawapos.com / 4-02-2020

  1. Kejagung Lacak Aset Milik Tersangka Jiwasraya Benny Tjokrosaputro di 5 Lokasi

Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pelacakan aset milik Komisaris Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (persero). Pelacakan aset tersebut dilakukan di lima lokasi di beberapa daerah. Selain itu, tim pelacak aset akan memeriksa dokumen-dokumen yang sudah didapat berupa surat-surat atas nama tersangka Benny Tjokrosaputro. Untuk aset yang telah dilacak oleh Kejaksaan Agung, sudah dilakukan pemblokiran seperti sejumlah sertifikat yang berada di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Liputan6.com / 4-02-2020

DPR-RI Penyelesaian Kasus Jiwasraya Harus Selesai Maksimal 3 Tahun

DPR RI menegaskan penyelesaian kasus PT Asuransi Jiwasraya harus sudah selesai dalam waktu maskimal tiga tahun hingga 2023. Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto mengungkapkan pemeriksaan secara investigatif tahap pertama telah selesai, termasuk audit forensik.

Pikiran-rakyat.com / 4-02-2020

Kejagung Perpanjang Masa Penahanan Lima Tersangka Jiwasraya

Kejaksaan Agung (Kejakgung) memperpanjang penahanan lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Kejakgung menetapkan perpanjangan sampai 40 hari mendatang. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Hari Setiyono mengatakan, perpanjangan penahanan lantaran penyidikan masih membutuhkan keterangan lima tersangka dalam pemeriksaan dan pelengkapan berkas perkara.

Republika.co.id / 4-02-2020

 

Kejagung Kasus Jiwasraya Bukan Karena Risiko Bisnis

Kejaksaan Agung (Kejakgung) menegaskan, kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya bukan risiko bisnis. Direktur Penyidikan Direktorat Pidana Khusus (Pidsus) Febrie Adriansyah menegaskan, ada tindak pidana dari manajemen dan para pengelola investasi yang menyebabkan gagal bayar. Dugaan pidana tersebut, semakin menguat karena penyidikan menemukan adanya kerugian negara dari gagal bayar senilai Rp 13,7 triliun tersebut. Bahkan, Febrie menerangkan, aksi melanggar hukum yang menyebabkan gagal bayar dan merugikan keuangan negara itu dilakukan sengaja dan sistematis.

Republika.co.id / 4-02-2020

 

Skandal Jiwasraya Komis IX DPR Fokus Penyelesaian Duit Nasabah

Komisi keuangan dan perbankan bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sepakat mengutamakan penyelesaian kepentingan nasabah dalam kasus Jiwasraya. Anggota Komisi XI dari Fraksi Golkar, Muhidin Mohamad Said mengatakan, pengembalian duit nasabah akan dilakukan secara bertahap. Yang diutamakan adalah nasabah yang sudah jatuh tempo polisnya. 

Rmco.id  / 4-02-2020

 

Demokrat Jiwasraya Bukan Kriminal Biasa Ada Nuansa Politik

Anggota Komisi III atau Hukum DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny K. Harman mengatakan dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya, bukan perkara kriminal biasa. Dia mengatakan Demokrat ingin menggali lebih dalam dana nasabah Jiwasraya tersebut digunakan untuk apa saja. Benny menegaskan usulan Fraksi Demokrat membentuk Pansus Jiwasraya bukan untuk menjatuhkan pemerintahan Namun, bertujuan menegakkan keadilan dan prinsip hukum yang adil.

Tempo.co / 4-02-2020

 

Pengamat kejagung Harus Kejar Aset Para Tersangka Korupsi Jiwasraya

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar meminta jajaran Kejaksaan Agung (Kejagung) segera berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri kekayaan para tersangka korupsi Asuransi Jiwasraya. Aset dan kekayaan yang perlu segera dilacak adalah aset yang dimiliki atas nama pribadi maupun yang menggunakan nama kerabat dan orang lain (nominee), dan selanjutnya Kejagung bisa melakukan penyitaan.

Tribunnews.com / 4-02-2020

 

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.715

IHSG (per 4 Februari 2020)

   5.922,34

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, Harian Terbit, HE Neraca, Indopos, Investor Daily, Kompas, Kontan, Koran Jakarta, Koran Sindo, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan, Warta Kota, Infobank, Antaranews.com, Bisnis.com, Cnbcindonesia.com, Cnnindonesia.com, Detik.com, Investor.id, Jawapos.com, Katadata.co.id, Kompas.com, Koran-jakarta.com, Kontan.co.id, Liputan6.com, Merahputih.com, Medcom.co, Pikiran-rakyat.com, Republika.co.id, Rmco.id, Sindonews.com, Tempo.co, Timesindonesia.co.id, Tribunnews.com, Wartaekonomi.co.id

DOWNLOAD PDF