AAJI Daily News - 28 September 2020


Tanggal terbit (28 / 09 / 2020)

Senin, 28 September 2020  

FM-CC-AAJI-06-001

 HEADLINE NEWS

  1. Hasil Investasi Asuransi Jiwa Minus
  2. Kinerja Asuransi masih Melorot
  3. Semester I, Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Turun 2,5%
  4. Tergerus Pandemi, Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7%
  5. AAJI Dukung Pengembangan Agen Melalui MDRT
  6. Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7%
  7. Asuransi Jiwa Bayar Klaim Covid-19 Rp 216 M
  8. Asuransi Usul Penjualan Unitlink Via Digital Disahkan
  9. Premi Anjlok Rp2 Triliun, Semester I-2020 Industri Asuransi Jiwa Loyo
  10. AAJI Tetap Penuhi Klaim Nasabah di Tengah Pandemi Covid-19
  11. AAJI: Pendapatan asuransi jiwa turun 38,7 persen semester I 2020
  12. AAJI usul penjualan "unit link" digital disahkan permanen
  13. AAJI catat pembayaran klaim terkait COVID-19 capai Rp216 miliar
  14. Terdampak Pandemi, Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7%
  15. AAJI Minta Aturan Penjualan Unit-Linked via Online Jadi Permanen, Ini Alasannya
  16. Imbas Corona, Premi dan Total Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Anjlok
  17. Klaim Khusus Covid-19 Capai Rp216 Miliar dari 1.642 Polis Asuransi Jiwa
  18. Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 38,7 Persen Semester I 2020
  19. Pandemi Covid-19 Bikin Industri Asuransi Jiwa RI Terpuruk
  20. AAJI Catat Pembayaran Klaim Pasien Corona Rp216 M
  21. Jumlah Nasabah Asuransi Jiwa Turun ke 58,7 Juta Semester I
  22. Efek Corona, Premi Asuransi Jiwa Turun Jadi Rp88 T Semester I
  23. Klaim Asuransi Jiwa Terkait COVID-19 Tembus Rp 216 Miliar
  24. Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok Rp 45 T Semester I 2020
  25. Imbas Pandemi, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Anjlok
  26. AAJI usul penjualan "unit link" digital disahkan permanen
  27. AAJI Catat Pembayaran Klaim Pasien Corona Rp216 M
  28. AAJI usul penjualan “unit link” digital disahkan permanen
  29. Premi Asuransi Jiwa Terkontraksi 2,5% Akibat Pandemi
  30. Meski Bisnis Menurun, Jumlah Agen Asuransi Bertambah
  31. Pembayaran klaim asuransi pasien Covid-19 capai Rp216 miliar dari 1642 polis
  32. Klaim Asuransi Jiwa dan Kesehatan Akibat Covid-19 Capai Rp 216 Miliar
  33. Terpukul Pandemi Covid-19, Kinerja Industri Asuransi Jiwa Terpuruk
  34. Penurunan Investasi Turut Membuat Pembayaran Klaim Melambat
  35. Tersengat Covid-19, hasil investasi asuransi jiwa tergerus
  36. Hingga Juni, asuransi jiwa bayar klaim terkait Covid-19 sebesar Rp 216,02 miliar
  37. Asuransi Jiwa Hadapi Tantangan Luar Biasa
  38. Strategi Industri Asuransi Jiwa Hadapi Pandemi COVID-19
  39. Klaim Asuransi Jiwa karena COVID-19 Sudah Capai Rp 216 Miliar
  40. Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7% di Semester I-2020
  41. AAJI: Pembayaran Klaim Pasien Covid-19 Capai Rp216 Miliar
  42. Nasabah Asuransi Jiwa Turun Jadi 58,75 Juta Orang
  43. Per Juni 2020, Klaim Asuransi Terkait Covid-19 Capai Rp 216 Miliar
  44. Efek Covid-19, Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7%
  45. Klaim Asuransi Jiwa Covid-19 Capai Rp216 Miliar
  46. Semester I 2020, Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok Rp 45 T
  47. AAJI: Pendapatan Asuransi Jiwa Kontraksi 38,7 Persen
  48. AAJI Usul Penjualan Unit Link Digital Disahkan Permanen
  49. Klaim Asuransi Terkait COVID-19 Mencapai Rp 216 Miliar
  50. Mulia Sekali! Meski Ditanggung Pemerintah, Asuransi Jiwa Tetap Bayar Klaim Covid
  51. AAJI Catat Pembayaran Klaim Khusus Covid-19 Rp 216 Miliar
  52. Meski COVID-19 Jadi Pandemi, AAJI Pastikan Klaim Tetap Dibayar
  53. Premi Anjlok Rp2 Triliun, Semester I-2020 Industri Asuransi Jiwa Loyo
  54. Digebuk Covid-19, Pendapatan Asuransi Jiwa Merosot 38,7% di Semester I 2020
  55. Klaim Asuransi Jiwa Untuk Covid-19 Rp216 miliar
  56. Hingga Juni, Asuransi Jiwa Bayar Klaim Terkait Covid-19 Sebesar Rp 216,02 Miliar
  57. Semester I, Total Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Turun 2,5%
  58. Hasil Investasi Asuransi Jiwa di Semester I-2020 Minus Rp 20,97 Triliun
  59. Kinerja Asuransi masih Melorot
  60. Hasil investasi asuransi jiwa tergerus akibat pandemi Covid-19
  61. Semester I 2020, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 38,7 Persen
  62. AAJI catat pembayaran klaim terkait COVID-19 capai Rp216 miliar
  63. Kinerja Asuransi Jiwa Melambat, AAJI Ambil Langkah Strategis
  64. Jumlah Agen Asuransi Tumbuh, Kenapa Penetrasi Asuransinya Mandek?
  65. AAJI mengusulkan penjualan unitlink secara digital jadi permanen
  66. Miliaran rupiah klaim asuransi jiwa terkait Covid-19 telah dibayarkan
  67. Industri Asuransi Jiwa Cairkan Rp 216 Miliar Klaim Polis Terkait Covid-19
  68. Terpukul Covid-19, Pendapatan Premi Industri Asuransi Turun 2,5 Persen di Semester I 2020
  69. Miliaran rupiah klaim asuransi jiwa terkait Covid-19 telah dibayarkan
  70. Asuransi Jiwa ‘Double Cover’ Covid-19
  71. Meski Ditanggung Pemerintah, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Membayar Klaim COVID-19 Sebesar 216 Miliar
  72. Reaksi Stres Pengaruhi Kesuksesan Kelola WFH dan Keluarga
  73. Saham Diblokir bukan karena Gagal Bayar
  74. Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Gilas Pamor KPK
  75. FWD Life Luncurkan FWD Cancer Protection
  76. Kinerja Solid di Tengah Situasi Sulit
  77. Terus Berinovasi Untuk Menjaga Pangsa Pasar
  78. Perluas Mitra Penjualan Produk Proteksi
  79. Siasati Pandemi Dengan Produk Baru dan Digitalisasi
  80. Sinergi Intragrup Untuk Akselerasi Pertumbuhan Bisnis
  81. Dihadang Pandemi, Premi Generali Tetap Tumbuh
  82. Optimalkan Penjualan Produk Individu
  83. Andal Dalam Layanan Asuransi Kesehatan
  84. Menggali Peluang Bisnis di Era Pandemi
  85. WanaArtha Life: Dana Yang Disita Di Rekening Efek Milik Pemegang Polis
  86. Dituding Gagal Bayar Sejak Oktober 2019, WanaArtha Buka Suara
  87. Respons Pernyataan Jampidsus Kejagung soal Gagal Bayar, Ini Kata WanaArtha Life
  88. Agustus, Industri Asuransi Bukukan Premi Rp 176,3 T
  89. Agustus, Pendapatan Premi Industri Asuransi Rp 176,3 Triliun

TENTANG AAJI

Hasil Investasi Asuransi Jiwa Minus

Berdasarkan data AAJI, hingga semester I 2020, hasil investasi industri asuransi minus Rp20,97 triliun. Padahal realisasi tahun lalu masih positif di angka Rp22,82 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan, penurunan hasil investigasi yang signifikan ini akibat kondisi pasar modal yang kurang kondusif selama semester I tahun ini. Hal ini ditandai oleh penurunan IHSG sebesar 22,9% selama semester I 2020. Apalagi, kinerja investasi dalam industri asuransi sangat dipengaruhi oleh protofolio investasi yang terkait dengan ekonomi makro termasuk pasar modal.

Kontan / 26-09-2020 Hal. 6

Kinerja Asuransi masih Melorot

AAJI melaporkan pendapatan industri asuransi jiwa yang menurun dari Rp118,3 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp72,57 triliun pada semester I 2020 atau kontraksi 38,7% karena dampak pandemi Covid-19. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon memaparkan, penurunan paling tajam terjadi pada hasil investasi yang menurun 191,9% dari Rp22,82 triliun pada semester I 2019 menjadi negative Rp20,97 triliun. Namun, jika dibedah, kinerja hasil investasi pada kuartal II 2020 itu membaik dibandingkan dengan kuartal I 2020 yang mencapai negative Rp47,04 triliun.

Media Indonesia / 26-09-2020 Hal. 11

Semester I, Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Turun 2,5%

AAJI mencatat total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada semester I-2020 menurun 2,5% secara tahunan (yoy) dari Rp90,25 triliun menjadi Rp88,02 triliun. Penurunan juga terjadi pada hasil investasi, total klaim dan manfaat, serta total aset industri asuransi. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan, penurunan tersebut karena pendapatan premi baru dan lanjutan yang melambat pada semester I-2020. Total pendapatan premi baru mengalami perlambatan sebesar 2,7% yoy, dari Rp54,57 triliun di semester I-2019 menjadi Rp53,12 triliun.

Investor Daily / 27-09-2020 Hal. 8

Tergerus Pandemi, Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7%

AAJI selama semester I 2020 mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyebutkan, terdapat perlambatan sebesar 38,7% yang didorong oleh menurunnya totalpendapatan premi sebesar 2,5% dari Rp90,25 triliun di semester I 2019 menjadi Rp88,02 triliun di semester I 2020 dan menurunnya hasil investasi -191,9% dari Rp22,82 triliun di semester I 2019 menjadi Rp-20,97 triliun di semester II 2020. Hal ini diakibatkan kondisi pasar modal Indonesia yang kurang kondusif selama semester I 2020.

Suara Pembaruan / 27-09-2020 Hal. 8

AAJI Dukung Pengembangan Agen Melalui MDRT

AAJI menegaskan peningkatan kualitas kompetensi agen asuransi jiwa adalah hal yang mutlak. AAJI pun mengapresiasi waah agen asuransi jiwa berskala globa, MDRT Indonesia. Nelly Husnayati, Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI mengatakan jika AAJI tidak bosan-bosan mengajak agar para agen asuransi meningkatkan kapasitasnya dengan bergabung dalam MDRT Indonesia. Ini merupakan wadah bagi para tenaga pasar untuk meningkatkan kemampuannya sebagai Financial Planner berskala internasional.

Investor / Ed September 2020 Hal. 13

Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7%

AAJI mengungkapkan pendapatan industri asuransi jiwa yang menurun dari Rp118,3 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp72,57 triliun pada semester I 2020 atau kontraksi 38,7% karena dampak pandemi Covid-19. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon memaparkan, penurunan paling tajam terjadi pada hasil investasi yang menurun 191,9% dari Rp22,82 triliun pada semester I 2019 menjadi negative Rp20,97 triliun. Namun, jika dibedah, kinerja hasil investasi pada kuartal II 2020 itu membaik dibandingkan dengan kuartal I 2020 yang mencapai negative Rp47,04 triliun.

HE Neraca / 28-09-2020 Hal. 5

Asuransi Jiwa Bayar Klaim Covid-19 Rp 216 M

Industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim Covid-19 sebesar Rp216,03 miliar terhadap 1.642 polis. Klaim tersebut dicatatkan oleh 56 perusahaan asuransi jiwa sejak Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Komunikasi dan Marketing AAJI Wiroyo Karsono mengatakan jika pembayaran klaim tetap dilaksanakan meskipun pemerintah telah menyatakan bahwa penyakit Covid-19 merupakan pandemi. Dia menjelaskan, provinsi dengan klaim Covid-19 terbanyak adalah Jakarta mencapai Rp146,92 miliar, Jawa Timur sebesar Rp21,22 miliar dan Jawa Barat sebesar Rp19,23 miliar.

Investor Daily / 28-09-2020 Hal. 23

Asuransi Usul Penjualan Unitlink Via Digital Disahkan

AAJI mengusulkan pemasaran Paydi secara digital bisa berlanjut atau permanen pasca pandemi Covid-19. Usulan itu menurut Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon disebabkan tidak ada yang mampu memastikan kapan pandemi Covid-19 berakhir. Dengan begitu, para agen akan tetap bisa menjual produk asuransi dan masyarakat tetap aman di rumah selama pandemi. Sejak penjualan digital diberlakukan, AAJI melihat manajemen risiko memang semakin baik. Sebab pemasaran paydi seperti unitlink harus menerapkan manajemen risiko yang ketat.

Kontan / 28-09-2020 Hal. 10

Premi Anjlok Rp2 Triliun, Semester I-2020 Industri Asuransi Jiwa Loyo

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, menjelaskan perlambatan yang terjadi mencapai sebesar 38,7 persen, didorong oleh menurunnya total pendapatan premi sebesar 2,5 persen. Dari sebelumnya Rp90,25 triliun di semester I-2019, menjadi Rp88,02 triliun di semester I-2020. Selain itu, penurunan yang sama juga terjadi pada hasil investasi sebesar minus 191,9 persen, dari Rp22,82 triliun di semester I-2019 menjadi minus Rp20,97 triliun di semester II-2020. Hal ini muncul akibat kondisi pasar modal Indonesia yang kurang kondusif, selama semester I-2020.

24berita.com / 25-09-2020

AAJI Tetap Penuhi Klaim Nasabah di Tengah Pandemi Covid-19

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengatakan, esehata Covid-19 membuat industri asuransi jiwa menurun hingga 38,7 persen di semester I-2020. Namun hal tersebut tidak membuat AAJI lepas tanggung jawab untuk memenuhi kewajibannya terhadap para nasabah yang terkena virus Corona. Catatan AAJI, perusahaan asuransi tetap memberikan perlindungan berupa pembayaran klaim COVID-19, pada rentang Maret hingga Juni 2020 untuk asuransi jiwa dan esehatan.

Akurat.co / 25-09-2020

AAJI: Pendapatan asuransi jiwa turun 38,7 persen semester I 2020

AAJI mengungkapkan pendapatan industri asuransi jiwa menurun dari Rp118,3 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp72,57 triliun pada semester I 2020 atau mengalami kontraksi 38,7 persen karena terdampak esehata COVID-19. Menurut Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, penurunan paling tajam terjadi pada hasil investasi yang menurun 191,9 persen dari Rp22,82 triliun pada semester I 2019 menjadi esehata Rp20,97 triliun. Namun, kinerja hasil investasi pada kuartal II 2020 tersebut membaik dibandingkan kuartal I 2020 yang mencapai esehata Rp47,04 triliun.

Antaranews.com / 25-09-2020

AAJI usul penjualan “unit link” digital disahkan permanen

AAJI mengusulkan kepada OJK selaku regulator agar relaksasi penjualan PAYDI atau unit link secara digital, disahkan menjadi kebijakan permanen. Skema tersebut dinilai Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon membantu kinerja industri asuransi untuk memasarkan produk sekaligus mendorong konsumen makin sadar untuk berasuransi. Regulator menekankan kehati-hatian dalam menjalankan relaksasi tersebut di tengah esehata COVID-19. AAJI kemudian meminta perusahaan asuransi jiwa untuk melakukan pengawasan dan evaluasi dalam melakukan relaksasi tersebut.

Antaranews.com / 25-09-2020

AAJI catat pembayaran klaim terkait COVID-19 capai Rp216 miliar

AAJI mencatat pembayaran klaim terkait esehata COVID-19 dari 56 perusahaan mencapai Rp216 miliar untuk 1.642 polis berdasarkan pengajuan periode Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono merinci sebanyak 93 persen dikontribusikan oleh klaim berdasarkan produk asuransi jiwa dan esehatan dan tujuh persen asuransi jiwa kredit atau nasabah yang mengambil kredit kemudian meninggal dunia karena COVID-19. Tiga besar daerah dengan nilai klaim paling banyak; DKI Jakarta Rp146,92 miliar, Jawa Timur Rp21 miliar, dan Jawa Barat Rp19,2 miliar.

Antaranews.com / 25-09-2020

Terdampak Pandemi, Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7%

AAJI menyatakan pendapatan asuransi jiwa selama semester I 2020 anjlok sebesar 38% akibat dampak esehata Covid-19. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, menyebutkan, anjloknya pendapatan asuransi jiwa tersebut dipicu oleh menurunnya total pendapatan premi dan menurunnya hasil investasi. Menurut dia, pendapatan premi turun sebesar -2,5% dari Rp 90,25 triliun di semester I 2019 menjadi Rp 88,02 triliun di semester I 2020. Sedangkan hasil investasi turun sebesar -191,9% dari Rp 22,82 triliun di semester I 2019 menjadi Rp -20,97 triliun di semester II 2020.

Beritasatu.com / 25-09-2020

AAJI Minta Aturan Penjualan Unit-Linked via Online Jadi Permanen, Ini Alasannya

AAJI menekankan penjualan produk asuransi via digital atau online merupakan keniscayaan di era new normal. Termasuk penjualan PAYDI atau unit link, di mana sebelumnya mewajibkan tenaga pemasaran melakukan tatap muka secara langsung kepada calon konsumen. Menilik tujuh bulan esehata Covid-19 di Indonesia mengakibatkan tren transformasi via teknologi informasi (TI), Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengaku sedang mempersiapkan esehat menyarankan OJK agar relaksasi ini menjadi aturan permanen saja ke depannya.

Bisnis.com / 25-09-2020

Imbas Corona, Premi dan Total Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Anjlok

Imbas dari corona, industri asuransi jiwa mencatatkan penurunan premi dan total pendapatan sepanjang semester I/2020. Berdasarkan data AAJI pada semester I/2020, pendapatan premi Rp88,02 triliun menurun 2,5 persen (yoy) dari semester I/2019 senilai Rp90,25 triliun. Perolehan premi baru semester I/2020 senilai Rp53,12 triliun menurun 2,7 persen (yoy) dibandingkan dengan semester I/2019 senilai Rp54,56 triliun. Adapun, pada semester I/2020 perolehan premi senilai Rp34,91 triliun, menurun 2,2 persen (yoy) dari semester I/2019 dengan premi lanjutan Rp35,68 triliun.

Bisnis.com / 25-09-2020

Klaim Khusus Covid-19 Capai Rp216 Miliar dari 1.642 Polis Asuransi Jiwa

AAJI mengungkapkan bahwa klaim khusus terkait Covid-19 yang tetap dibayarkan para anggotanya mencapai Rp216 miliar dari 1.642 polis. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Albertus Wiroyo Karsono menjelaskan bahwa dari total jumlah tersebut, esehata besar adalah klaim asuransi jiwa dan esehatan, tepatnya 1.578 polis dengan nilai Rp200,6 miliar atau 92,9% dari total klaim. Sisanya sekitar 7 persen merupakan klaim asuransi jiwa kredit. Jakarta menjadi tempat total klaim terbesar mencapai Rp148,9 miliar, disusul Jawa Timur Rp21,1 miliar, Jawa Barat Rp19,2 miliar.

Bisnis.com / 25-09-2020

Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 38,7 Persen Semester I 2020

AAJI mengungkapkan pendapatan industri asuransi jiwa menurun dari Rp118,3 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp 72,57 triliun pada semester I 2020 atau kontraksi 38,7 persen karena terdampak esehata COVID-19. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, penurunan paling tajam terjadi pada hasil investasi yang menurun 191,9 persen dari Rp 22,82 triliun pada semester I 2019 menjadi esehata Rp 20,97 triliun. Namun, kinerja hasil investasi pada kuartal II 2020 itu dinilai membaik jika dibandingkan kuartal I 2020 yang mencapai esehata Rp47,04 triliun.

Borneonews.co.id / 25-09-2020

Pandemi Covid-19 Bikin Industri Asuransi Jiwa RI Terpuruk

Covid-19 menyebabkan laporan kinerja semester I-2020 merosot. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengatakan, terjadi penurunan pendapatan industri asuransi jiwa sebesar 38,7% menjadi Rp 72,57 triliun dari sebelumnya Rp 118,30 triliun. Hal ini, didorong oleh menurunnya total pendapatan premi sebesar 2,5% dari Rp 90,25 triliun pada semester pertama tahun 2019 menjadi Rp 88,02 triliun. Total pendapatan premi bisnis baru turun 2,7% menjadi Rp 53,12 triliun dari sebelumnya Rp 53,56 triliun. Sedangkan, premi lanjutan turun 2,2% menjadi Rp 34,91 triliun.

Cnbcindonesia.com / 25-09-2020

AAJI Catat Pembayaran Klaim Pasien Corona Rp216 M

AAJI mencatat pembayaran klaim kesehatan covid-19 untuk 1.642 polis mencapai Rp216 miliar berdasarkan pengajuan nasabah periode Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan total pembayaran klaim tersebut berasal dari 56 perusahaan di mana 93 persen di antaranya dikontribusikan oleh klaim berdasarkan produk asuransi jiwa dan esehatan, sementara 7 persen sisanya berasal dari asuransi jiwa kredit atau nasabah yang mengambil kredit kemudian meninggal dunia karena covid-19.

Cnnindonesia.com / 25-09-2020

Jumlah Nasabah Asuransi Jiwa Turun ke 58,7 Juta Semester I

AAJI mencatat jumlah masyarakat yang terproteksi asuransi jiwa di Indonesia hingga akhir semester I 2020 mencapai 58,75 juta orang. Jumlah tersebut turun 1,4 persen dari 59,59 juta orang pada periode sama tahun sebelumnya. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, jumlah total polis juga mengalami mengalami penurunan sebesar 8,1 persen dari 17,6 juta polis menjadi sekitar 16,2 juta pada semester I 2020. Meski demikian, AAJI mengaku siap mendorong pertumbuhan industri asuransi di tengah kondisi esehata covid-19 lewat sejumlah esehat strategis.

Cnnindonesia.com / 25-09-2020

Efek Corona, Premi Asuransi Jiwa Turun Jadi Rp88 T Semester I

AAJI mencatat total pendapatan premi sepanjang semester I 2020 turun 2,5 persen menjadi Rp88,02 triliun dari Rp90,25 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut terdiri dari premi baru Rp53,12 triliun yang melambat 2,7 persen dari Rp54,57 triliun disemester I 2019, serta premi lanjutan Rp34,91 triliun yang melambat 2,2 persen dari Rp35,68 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon juga mengatakan, hasil investasi menurun 191,9 persen dari Rp22,82 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp-20,97 triliun di semester II 2020.

Cnnindonesia.com / 25-09-2020

Klaim Asuransi Jiwa Terkait COVID-19 Tembus Rp 216 Miliar

AAJI menyebut telah membayarkan klaim terkait COVID-19 sebesar Rp 216 miliar hingga semester I 2020. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan angka ini diklaim oleh 1.642 polis. Sebanyak 1.578 diantaranya merupakan klaim produk asuransi esehatan dengan nilai Rp 200,6 miliar atau 92,9% dari total klaim, Adapun sisanya adalah asuransi jiwa kredit- pemegang polis yang masih memiliki kredit meninggal akibat COVID-19 kemudian diklaim. Klaim pun ini diharapkan meringankan beban nasabah yang tersebar di Indonesia, Singapura hingga Amerika Serikat (AS).

Detik.com / 25-09-2020

Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok Rp 45 T Semester I 2020

AAJI mencatat total pendapatan asuransi jiwa turun Rp 45,7 triliun atau 38,7% menjadi Rp 72,57 triliun dari sebelumnya Rp 118,3 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan hal ini karena menurunnya pendapatan premi industri periode semester I 2020 Rp 88,02 triliun atau minus 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 90,25%. Dengan komposisi premi bisnis baru Rp 53,12 triliun minus 2,7% dibandingkan periode yang sama 2019 Rp 54,56 triliun dan premi lanjutan Rp 34,91 triliun minus 2,2%.

Detik.com / 25-09-2020

Imbas Pandemi, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Anjlok

Pandemi Covid-19 menghantam industri asuransi jiwa. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan berdasarkan data AAJI pada semester I 2020, industri asuransi mencatatkan pendapatan premi Rp 88,02 triliun, menurun 2,5 persen (yoy) dari semester I 2019 Rp 90,25 triliun. Perolehan premi baru semester I 2020 Rp 53,12 triliun tercatat turun 2,7 persen (yoy) dibandingkan semester I 2019 Rp 54,56 triliun. Adapun, pada semester I 2020 perolehan premi lanjutan tercatat Rp 34,91 triliun, menurun 2,2 persen (yoy) dari semester I 2019 dengan premi lanjutan Rp 35,68 triliun.

Global-news.co.id / 25-09-2020

AAJI usul penjualan “unit link” digital disahkan permanen

AAJI mengusulkan kepada OJK selaku regulator agar relaksasi penjualan PAYDI atau unit link secara digital, disahkan menjadi kebijakan permanen. Skema tersebut dinilai Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon membantu kinerja industri asuransi untuk memasarkan produk sekaligus mendorong konsumen makin sadar untuk berasuransi. Regulator menekankan kehati-hatian dalam menjalankan relaksasi tersebut di tengah esehata COVID-19. AAJI kemudian meminta perusahaan asuransi jiwa untuk melakukan pengawasan dan evaluasi dalam melakukan relaksasi tersebut.

Halloindo.com / 25-09-2020

AAJI Catat Pembayaran Klaim Pasien Corona Rp216 M

AAJI mencatat pembayaran klaim esehata covid-19 untuk 1.642 polis mencapai Rp216 miliar berdasarkan pengajuan nasabah periode Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan total pembayaran klaim tersebut berasal dari 56 perusahaan di mana 93 persen di antaranya dikontribusikan oleh klaim berdasarkan produk asuransi jiwa dan esehatan, sementara 7 persen sisanya berasal dari asuransi jiwa kredit atau nasabah yang mengambil kredit kemudian meninggal dunia karena covid-19.

Headtopics.com / 25-09-2020

AAJI usul penjualan “unit link” digital disahkan permanen

AAJI mengusulkan kepada OJK selaku regulator agar relaksasi penjualan PAYDI atau unit link secara digital, disahkan menjadi kebijakan permanen. Skema tersebut dinilai Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon membantu kinerja industri asuransi untuk memasarkan produk sekaligus mendorong konsumen makin sadar untuk berasuransi. Regulator menekankan kehati-hatian dalam menjalankan relaksasi tersebut di tengah esehata COVID-19. AAJI kemudian meminta perusahaan asuransi jiwa untuk melakukan pengawasan dan evaluasi dalam melakukan relaksasi tersebut.

Ijn.co.id / 25-09-2020

Premi Asuransi Jiwa Terkontraksi 2,5% Akibat Pandemi

AAJI mencatat, hingga semester I 2020, pendapatan premi industri asuransi jiwa masih terkontraksi 2,5% atau dari Rp90,25 triliun di semester I 2019 menjadi Rp88,02 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menyatakan, perlambatan tersebut merupakan imbas dari ortfoli COVID-19. Selain itu, hasil investasi industri asuransi jiwa juga mengalami penurunan sebesar -191,9% dari Rp22,82 triliun di semester I 2019 menjadi -Rp20,97 triliun di semester I 2020. Hal ini sangat dipengaruhi oleh ortfolio investasi yang terkait dengan ekonomi makro termasuk pasar modal.

Infobanknews.com / 25-09-2020

Meski Bisnis Menurun, Jumlah Agen Asuransi Bertambah

Industri asuransi jiwa menutup semester I 2020 dengan penurunan premi 2,5% secara tahunan. Penurunan tersebut merupakan imbas dari angkah Covid-19. Meski begitu, industri asuransi jiwa masih mampu mencatatkan pertumbuhan jumlah agen asuransi. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengatakan, tenaga pemasar industri asuransi jiwa mengalami peningkatan yang cukup membanggakan di tengah angkah, yakni sebesar 8,5% atau dari 598 ribu orang pada semester I tahun 2019 menjadi 649 ribu orang pada periode yang sama tahun ini.

Infobanknews.com / 25-09-2020

Pembayaran klaim asuransi pasien Covid-19 capai Rp216 miliar dari 1642 polis

Pembayaran klaim asuransi akibat Covid-19 di Tanah Air sepanjang Maret-Juni 2020 mencapai Rp 216 miliar untuk 1.642 pemegang polis. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI, Wiroyo Karsono mengatakan, total pembayaran klaim berasal dari 56 perusahaan, 93 persen di antaranya dikontribusikan oleh klaim berdasarkan produk asuransi jiwa dan angkah, sisanya dari asuransi jiwa kredit atau kreditur yang meninggal dunia akibat Covid-19. Tiga besar daerah nilai klaim paling banyak; DKI Jakarta Rp 146,92 miliar, Jawa Timur Rp 21 miliar dan Jawa Barat Rp 19,2 miliar.

Kabarbisnis.com / 25-09-2020

Klaim Asuransi Jiwa dan Kesehatan Akibat Covid-19 Capai Rp 216 Miliar

AAJI mencatat jumlah klaim perusahaan asuransi jiwa terkait Covid-19 mencapai Rp 216,03 miliar untuk 1.642 polis. Pembayaran klaim oleh 56 perusahaan asuransi tersebut terjadi pada rentang Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menjelaskan angkah besar klaim asuransi yang diberikan terkait Covid-19 merupakan klaim jiwa dan angkah, tepatnya 93% dari total klaim atau setara Rp 200 triliun untuk 1.578 polis. Sisa 7% klaim diberikan untuk asuransi jiwa kredit, bagi nasabah yang mengambil kredit kemudian meninggal karena Covid-19.

Katadata.co.id / 25-09-2020

Terpukul Pandemi Covid-19, Kinerja Industri Asuransi Jiwa Terpuruk

Covid-19 menyebabkan kinerja industri asuransi jiwa di Indonesia terpuruk sepanjang semester I-2020. AAJI mencatatkan penurunan total pendapatan 38,7 persen, menjadi Rp 72,57 triliun di semester I-2020 dari periode sama tahun lalu Rp 118,30 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan, pendapatan premi turun 2,5 persen dari Rp 90,25 triliun di semester I-2019 menjadi Rp 88,02 triliun di semester I-2020.

Kompas.com / 25-09-2020

Penurunan Investasi Turut Membuat Pembayaran Klaim Melambat

Industri asuransi jiwa mencatatkan penurunan total pendapatan dan investasi sepanjang semester I-2020 seiring dengan besarnya dampak Covid-19. Hal ini turut memengaruhi perlambatan pembayaran klaim. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, kinerja investasi industri asuransi sangat dipengaruhi oleh angkah investasi yang terkait dengan ekonomi makro, termasuk angkah investasi yang ada di pasar modal. Berdasarkan data AAJI, pendapatan premi industri asuransi jiwa pada semester I-2020 Rp 88,02 triliun, turun 2,5 persen dari semester I-2019 Rp 90,25 triliun.

Kompas.id / 25-09-2020

Tersengat Covid-19, hasil investasi asuransi jiwa tergerus

Pandemi Covid-19 turut menggerus investasi industri asuransi jiwa. Berdasarkan data AAJI, hingga semester I 2020, hasil investasi industri asuransi jiwa tercatat minus Rp 20,97 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan, penurunan hasil investasi yang signifikan akibat kondisi pasar modal yang kurang kondusif selama semester I tahun ini. Hal ini ditandai oleh penurunan IHSG 22,9% selama semester I 2020. Apalagi, kinerja investasi dalam industri asuransi sangat dipengaruhi oleh angkah investasi yang terkait dengan ekonomi makro termasuk pasar modal.

Kontan.co.id / 25-09-2020

Hingga Juni, asuransi jiwa bayar klaim terkait Covid-19 sebesar Rp 216,02 miliar

Industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim asuransi terkait corona (Covid-19) senilai Rp 216,02 miliar untuk 1.642 polis di kuartal kedua tahun 2020 menurut data AAJI.  Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menegaskan, pembayaran klaim tetap dilaksanakan meski pemerintah telah menyatakan bahwa Covid-19 merupakan angkah. Adapun pembayaran klaim asuransi terbesar di wilayah Jakarta yakni Rp 146,92 miliar. Menyusul Jawa Timur Rp 21,11 miliar, Jawa Barat Rp 19,23 miliar, Banten Rp 13,16 miliar, Jawa Tengah Rp 3,74 miliar dan lainnya.

Kontan.co.id / 25-09-2020

Asuransi Jiwa Hadapi Tantangan Luar Biasa

Ketua Umum AAJI, Budi Tampubolon mengatakan berbagai usaha tahun ini mengalami kepenatan. Tantangannya luar biasa. Para pemangku sepakat belum pernah mengalami masa seperti ini, walau ini tidak hanya dialami asuransi dan bukan hanya untuk Indonesia. Hal itu terlihat juga dari penurunan polis sampai 8,1 persen. PDB semester satu turun termasuk asuransi jiwa. Menurutnya, 60 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI sudah mengupayakan terbaik kepada stake holder, nasabah, tenaga pemasar, dan regulator di masa sulit ini seperti premi hanya turun 2,5 persen.

Koran-jakarta.com / 25-09-2020

Strategi Industri Asuransi Jiwa Hadapi Pandemi COVID-19

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan semester I 2020 memang banyak tantangan. Untuk itu, Budi mengatakan sudah ada angkah yang disiapkan dalam menghadapi angkah ini. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono juga mengungkapkan ada lima strategi industri asuransi jiwa untuk menghadapi pandemi; tetap meningkatkan kualitas SDM, konsultasi angkah secara online juga terus jalan, penjualan PAYDI secara online, memberikan edukasi secara terus menerus melalui prinsip kehati-hatian dan digitalisasi proses layanan.

Kumparan.com / 25-09-2020

Klaim Asuransi Jiwa karena COVID-19 Sudah Capai Rp 216 Miliar

Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengungkapkan, klaim khusus virus corona dari Maret hingga Juni sudah mencapai Rp 216 miliar. Angka tersebut dibayarkan kepada 1.642 polis. Wiroyo tidak menampik sebenarnya sejak COVID-19 dinyatakan sebagai angkah maka biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah. Meski begitu, pihaknya tetap ingin berkontribusi dalam keadaan tersebut. Sebaran pembayaran klaim karena COVID-19 mayoritas berada di Provinsi DKI Jakarta Rp 146 miliar karena memang pasien COVID-19 sejauh ini banyak di ibu kota.

Kumparan.com / 25-09-2020

Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7% di Semester I-2020

AAJI melaporkan pendapatan industri asuransi jiwa selama enam bulan pertama tahun ini mengalami penurunan sebanyak 38,7 persen. Dari Rp118,3 triliun di semester I-2019 menjadi Rp72,57 triliun di semester I-2020. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan bahwa penurunan paling tajam terhadap total pendapatan industri asuransi jiwa terjadi pada hasil investasi yang mengalami penurunan sebanyak 191,9 persen. Dari Rp22,82 triliun pada semester I-2019 menjadi minus Rp20,97 triliun di semester I-2020.

Medcom.id / 25-09-2020

AAJI: Pembayaran Klaim Pasien Covid-19 Capai Rp216 Miliar

AAJI mencatat total pembayaran klaim terkait angkah covid-19 sebesar Rp216,03 miliar. Klaim tersebut dibayarkan 56 perusahaan asuransi jiwa kepada 1.642 polis selama periode Maret hingga Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono merinci sebanyak 93 persen klaim covid-19 berdasarkan produk dikontribusi oleh klaim asuransi jiwa dan angkah. Sedangkan sisanya sebanyak tujuh persen disumbang oleh klaim asuransi jiwa kredit. Adapun nilai klaim paling banyak DKI Jakarta dengan total pembayaran klaim terkait covid-19 sebanyak Rp146,92 miliar.

Medcom.id / 25-09-2020

Nasabah Asuransi Jiwa Turun Jadi 58,75 Juta Orang

AAJI mencatat jumlah masyarakat yang terproteksi (tertanggung) asuransi jiwa sampai akhir semester I-2020 sebanyak 58,75 juta orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 1,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai sebanyak 59,59 juta orang. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan jumlah polis juga mengalami penurunan di enam bulan pertama tahun ini. Total polisnya tersisa sebanyak 16,19 juta polis atau turun 8,1 persen dibandingkan dengan semester I-2019 yang mencapai sebanyak 17,61 juta polis.

Medcom.id / 25-09-2020

Per Juni 2020, Klaim Asuransi Terkait Covid-19 Capai Rp 216 Miliar

AAJI mencatat pembayaran klaim terkait Covid-19 dari 56 perusahaan mencapai Rp216 miliar untuk 1.642 polis berdasarkan pengajuan nasabah periode Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI, Wiroyo Karsono merinci sebanyak 93 persen dikontribusikan oleh klaim berdasarkan produk asuransi jiwa dan Kesehatan dan tujuh persen asuransi jiwa kredit atau nasabah yang mengambil kredit kemudian meninggal dunia karena Covid-19. Adapun tiga besar nilai klaim paling banyak; DKI Jakarta Rp146,92 miliar, Jawa Timur Rp21 miliar, dan Jawa Barat Rp19,2 miliar.

Merdeka.com / 25-09-2020

Efek Covid-19, Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7%

AAJI menyampaikan Laporan Kinerja Semester I Tahun 2020 yang mengalami perlambatan akibat angkah Covid-19. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan terdapat perlambatan sebesar 38,7% yang didorong oleh menurunnya total pendapatan premi sebesar 2,5% dari Rp90,25 triliun di Semester I Tahun 2019 menjadi Rp88,02 triliun di Semester I Tahun 2020. Ini menurunnya hasil investasi sebesar -191,9% dari Rp22,82 triliun di Semester I Tahun 2019 menjadi Rp-20,97 triliun di Semester II Tahun 2020.

Okezone.com / 25-09-2020

Klaim Asuransi Jiwa Covid-19 Capai Rp216 Miliar

AAJI mencatat klaim khusus virus corona dari Maret hingga Juni sudah mencapai Rp216 miliar. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan Angka tersebut dibayarkan ke 1.642 polis. Dia menjelaskan pembayaran klaim Covid-19 mayoritas berada di Provinsi DKI Jakarta sebanyak Rp146 miliar. Lantaran, wilayah DKI karena memang pasien Covid-19 sejauh ini banyak di ibu kota. Klaim juga tersebar di berbagai provinsi lain mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, Gorontalo, hingga Singapura.

Okezone.com / 25-09-2020

Semester I 2020, Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok Rp 45 T

AAJI mencatat total pendapatan asuransi jiwa turun Rp 45,7 triliun atau 38,7% menjadi Rp 72,57 triliun dari sebelumnya Rp 118,3 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengungkapkan hal ini karena menurunnya pendapatan premi industri periode semester I 2020 Rp 88,02 triliun atau minus 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 90,25%. Dengan komposisi premi bisnis baru Rp 53,12 triliun minus 2,7% dibandingkan periode yang sama 2019 Rp 54,56 triliun dan premi lanjutan Rp 34,91 triliun minus 2,2%.

Portas.id / 25-09-2020

AAJI: Pendapatan Asuransi Jiwa Kontraksi 38,7 Persen

AAJI mencatatkan pendapatan industri asuransi jiwa menurun dari Rp 118,3 triliun pada semester satu 2019 menjadi Rp 72,57 triliun pada semester satu 2020 atau mengalami kontraksi sebesar 38,7 persen. Hal ini dikarenakan berdampak angkah Covid-19 dan perlambatan ekonomi di dalam negeri. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan penurunan paling signifikan terjadi pada hasil investasi yang menurun 191,9 persen dari Rp 22,82 triliun pada semester satu 2019 menjadi angkah Rp 20,97 triliun.

Republika.co.id / 25-09-2020

AAJI Usul Penjualan Unit Link Digital Disahkan Permanen

AAJI mengusulkan kepada OJK selaku regulator agar relaksasi penjualan PAYDI atau unit link secara digital, disahkan menjadi kebijakan permanen. Skema tersebut dinilai Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon membantu kinerja industri asuransi untuk memasarkan produk sekaligus mendorong konsumen makin sadar untuk berasuransi. Regulator menekankan kehati-hatian dalam menjalankan relaksasi tersebut di tengah esehata COVID-19. AAJI kemudian meminta perusahaan asuransi jiwa untuk melakukan pengawasan dan evaluasi dalam melakukan relaksasi tersebut.

Republika.co.id / 25-09-2020

Klaim Asuransi Terkait COVID-19 Mencapai Rp 216 Miliar

AAJI mencatat pembayaran klaim terkait angkah COVID-19 dari 56 perusahaan mencapai Rp 216 miliar untuk 1.642 polis berdasarkan pengajuan nasabah periode Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono merinci sebanyak 93 persen dikontribusikan oleh klaim berdasarkan produk asuransi jiwa dan angkah dan tujuh persen asuransi jiwa kredit atau nasabah yang mengambil kredit kemudian meninggal dunia karena COVID-19. Adapun di DKI Jakarta tercatat nilai klaim paling banyak Rp 146,92 miliar.

Sinarharapan.co / 25-09-2020

Mulia Sekali! Meski Ditanggung Pemerintah, Asuransi Jiwa Tetap Bayar Klaim Covid

AAJI menyampaikan laporan kinerja semester I 2020 yang mengalami perlambatan akibat angkah Covid-19. Namun, industri asuransi jiwa tetap melaksanakan komitmen kepada nasabah dan terus menerapkan angkah strategis untuk mendorong pertumbuhan industri dengan prinsip kehati-hatian dan berorientasi kepada nasabah. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, terdapat perlambatan kinerja 38,7% yang didorong oleh menurunnya total pendapatan premi 2,5% dari Rp90,25 triliun di semester I tahun 2019 menjadi Rp88,02 triliun di semester I tahun 2020.

Sindonews.com / 25-09-2020

AAJI Catat Pembayaran Klaim Khusus Covid-19 Rp 216 Miliar

AAJI mencatat pembayaran klaim khusus angkah Covid-19 senilai Rp 216 miliar bagi 1.642 polis. Adapun pembayaran klaim Covid-19 terdiri dari 56 perusahaan berdasarkan pengajuan nasabah periode Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan sebanyak 93 persen dikontribusikan oleh klaim berdasarkan produk asuransi jiwa dan angkah dan tujuh persen asuransi jiwa kredit atau nasabah yang mengambil kredit kemudian meninggal dunia karena Covid-19. Adapun nilai klaim paling banyak tercatat di DKI Jakarta sebesar Rp 146,92 miliar.

Telaah.id / 25-09-2020

Meski COVID-19 Jadi Pandemi, AAJI Pastikan Klaim Tetap Dibayar

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, memastikan meskipun terjadi perlambatan pada industri asuransi jiwa hingga mencapai 38,7 persen di semester I-2020, pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga kewajibannya kepada para nasabah, salah satunya ditunjukkan dengan tetap memberikan perlindungan berupa pembayaran klaim COVID-19, pada rentang Maret hingga Juni 2020 untuk asuransi jiwa dan angkah.

Viva.co.id / 25-09-2020

Premi Anjlok Rp2 Triliun, Semester I-2020 Industri Asuransi Jiwa Loyo

AAJI melaporkan terjadi perlambatan pada kinerja industri jasa asuransi pada semester I-2020. Ini akibat angkah COVID-19. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, menjelaskan perlambatan yang terjadi mencapai sebesar 38,7 persen, didorong oleh menurunnya total pendapatan premi sebesar 2,5 persen dari sebelumnya Rp90,25 triliun di semester I-2019, menjadi Rp88,02 triliun di semester I-2020. Penurunan yang sama juga terjadi pada hasil investasi sebesar minus 191,9 persen, dari Rp22,82 triliun di semester I-2019 menjadi minus Rp20,97 triliun di semester II-2020.

Viva.co.id / 25-09-2020

Digebuk Covid-19, Pendapatan Asuransi Jiwa Merosot 38,7% di Semester I 2020

AAJI menyampaikan total pendapatan industri asuransi jiwa pada Semester I Tahun 2020 jatuh cukup dalam akibat angkah Covid-19. Tercatat, total pendapatan asuransi jiwa di semester I 2020 sebesar Rp72,57 triliun, turun 38,7% dibandingkan semester I 2019 yang sebesar Rp118,3 triliun. Selain itu, Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengatakan, pendapatan asuransi jiwa yang mengalami penurunan ini juga disebabkan oleh menurunnya hasil investasi sebesar -191,9% dari Rp 22,82 triliun di Semester I Tahun 2019 menjadi Rp -20,97 triliun di Semester II Tahun 2020.

Wartaekonomi.co.id / 25-09-2020

Klaim Asuransi Jiwa Untuk Covid-19 Rp216 miliar

AAJI mencatat pembayaran klaim angkah Covid-19 mencapai Rp216 miliar bagi 1.642 polis. Angka ini berdasarkan pengajuan dari nasabah periode Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, pembayaran klaim tersebut berasal dari 56 perusahaan di mana 93% di antaranya dikontribusikan oleh klaim berdasarkan produk asuransi jiwa dan Kesehatan, sisanya, sebesar 7% berasal dari asuransi jiwa kredit atau nasabah yang mengambil kredit kemudian meninggal dunia karena Covid-19.

Gemapos.id / 26-09-2020

Hingga Juni, Asuransi Jiwa Bayar Klaim Terkait Covid-19 Sebesar Rp 216,02 Miliar

Industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim asuransi terkait corona (Covid-19) senilai Rp 216,02 miliar untuk 1.642 polis di kuartal kedua tahun 2020 menurut data AAJI. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menegaskan, pembayaran klaim tetap dilaksanakan meski pemerintah telah menyatakan bahwa Covid-19 merupakan angkah. Adapun pembayaran klaim asuransi terbesar di wilayah Jakarta yakni Rp 146,92 miliar.

i-dg.today / 26-09-2020

Semester I, Total Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Turun 2,5%

AAJI memaparkan total pendapatan premi industri asuransi jiwa sampai semester I-2020 menurun 2,5% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 88,02 triliun. Ketua Dewan AAJI Budi Tampubolon menyampaikan, penurunan total pendapatan premi lantaran pendapatan premi baru dan pendapatan premi lanjutan yang turut melambat pada semester I-2020. Total pendapatan premi baru mengalami perlambatan sebesar 2,7% (yoy), dari Rp 54,57 triliun di semester I-2019 menjadi Rp 53,12 triliun di semester I-2020.

Investor.id / 26-09-2020

Hasil Investasi Asuransi Jiwa di Semester I-2020 Minus Rp 20,97 Triliun

Pandemi corona (Covid-19) turut menggerus investasi industri asuransi jiwa. Bahkan pertumbuhan hasil investasi asuransi di separuh pertama tahun 2020 tercatat minus. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), hingga semester I 2020, hasil investasi industri asuransi jiwa minus Rp 20,97 triliun. Padahal realisasi tahun lalu masih positif di angka Rp 22,82 triliun.

Kontan.co.id / 26-09-2020

Kinerja Asuransi masih Melorot

AAJI melaporkan pendapatan industri asuransi jiwa yang menurun, dari Rp118,3 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp72,57 triliun pada semester I 2020- kontraksi sebesar 38,7% karena terdampak angkah Covid-19. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon memaparkan, penurunan paling tajam terjadi pada hasil investasi yang menurun 191,9%, dari Rp22,82 triliun pada semester I 2019 menjadi angkah Rp20,97 triliun. Namun, kinerja hasil investasi pada kuartal II 2020 itu membaik jika dibandingkan dengan kuartal I 2020 yang mencapai angkah Rp47,04 triliun.

Mediaindonesia.com / 26-09-2020

Hasil investasi asuransi jiwa tergerus akibat pandemi Covid-19

Pandemi virus corona (Covid-19) turut menggerus investasi industri asuransi jiwa. Tak main-main, hasil investasi asuransi jiwa tumbuh minus di paruh pertama 2020. Berdasarkan data AAJI, hingga semester I 2020, hasil investasi industri asuransi jiwa tercatat minus Rp 20,97 triliun. Padahal realisasi tahun lalu masih positif di angka Rp 22,82 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan, penurunan hasil investasi yang signifikan akibat kondisi pasar modal yang kurang kondusif selama semester I tahun ini. Akibatnya, menekan kinerja sejumlah angkah investasi.

Kontan.co.id / 26-09-2020

Semester I 2020, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 38,7 Persen

AAJI mengungkapkan pendapatan industri asuransi jiwa menurun dari Rp118,3 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp72,57 triliun pada semester I 2020 atau mengalami kontraksi sebesar 38,7 persen karena terdampak angkah COVID-19. Menurut Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, penurunan paling tajam terjadi pada hasil investasi yang menurun 191,9 persen dari Rp22,82 triliun pada semester I 2019 menjadi angkah Rp20,97 triliun. Namun, kinerja hasil investasi pada kuartal II 2020 itu membaik jika dibandingkan kuartal I 2020 yang mencapai angkah Rp47,04 triliun.

Tempo.co / 26-09-2020

AAJI catat pembayaran klaim terkait COVID-19 capai Rp216 miliar

AAJI mencatat pembayaran klaim terkait angkah COVID-19 dari 56 perusahaan mencapai Rp216 miliar untuk 1.642 polis berdasarkan pengajuan nasabah periode Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono merinci sebanyak 93 persen dikontribusikan oleh klaim berdasarkan produk asuransi jiwa dan angkah dan tujuh persen asuransi jiwa kredit atau nasabah yang mengambil kredit kemudian meninggal dunia karena COVID-19. Adapun nilai klaim paling banyak tercatat di DKI Jakarta mencapai Rp146,92 miliar.

Satukanindonesia.com / 26-09-2020

Kinerja Asuransi Jiwa Melambat, AAJI Ambil Langkah Strategis

Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI mengatakan, menghadapi kondisi angkah dan sebagai angkah untuk semakin mendorong pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia, AAJI berkoordinasi dengan regulator terkait, mendukung penerapan regulasi yang mendorong inovasi dan digitalisasi dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, termasuk penguatan pengaturan mengenai pemasaran PAYDI atau UnitLink melalui tatap muka langsung secara digital yang saat ini sudah diperkenankan dalam rangka menyikapi dampak penyebaran Covid-19.

Marketing.co.id / 26-09-2020

Jumlah Agen Asuransi Tumbuh, Kenapa Penetrasi Asuransinya Mandek?

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan bahwa pada semester I/2020, industri asuransi jiwa mencatatkan jumlah 648.949 tenaga pemasar. Jumlah tersebut tumbuh 8,5 persen (yoy) dibandingkan dengan semester I/2019 sebanyak 598.029 orang. Kendati demikian, terus bertambahnya tenaga pemasar asuransi jiwa setiap tahunnya belum berhasil mendongkrak penetrasi asuransi jiwa. Hingga saat ini, penetrasi asuransi di Indonesia masih berada di bawah 2 persen, belum mencapai 5 persen seperti yang dicita-citakan para pelaku industri.

Bisnis.com / 27-09-2020

AAJI mengusulkan penjualan unitlink secara digital jadi permanen

AAJI mengusulkan pemasaran Paydi secara digital bisa berlanjut atau permanen pasca-pandemi Covid-19. Hingga saat ini, kebijakan tersebut menjadi bagian relaksasi yang diberikan OJK untuk menghadapi pandemi. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, usulan itu perlu diloloskan karena pemain asuransi tidak bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 berakhir. Dengan begitu, mereka tetap bisa menjual produk asuransi dan masyarakat tetap aman di rumah selama pandemi.

Kontan.co.id / 27-09-2020

Miliaran rupiah klaim asuransi jiwa terkait Covid-19 telah dibayarkan

Data AAJI menyebutkan, total klaim asuransi jiwa terkait corona (Covid-19) mencapai Rp 216,02 miliar untuk 1.642 polis pada akhir Juni 2020. Pembayaran klaim asuransi terbesar di wilayah Jakarta yakni Rp 146,92 miliar. Menyusul Jawa Timur Rp 21,11 miliar, Jawa Barat Rp 19,23 miliar, Banten Rp 13,16 miliar, Jawa Tengah Rp 3,74 miliar dan lainnya. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, pembayaran klaim tetap dijalankan meski pemerintah menyatakan bahwa Covid-19 merupakan pandemi.

Kontan.co.id / 27-09-2020

Industri Asuransi Jiwa Cairkan Rp 216 Miliar Klaim Polis Terkait Covid-19

Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI mengemukakan, industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim terkait Covid-19 sebesar Rp216 miliar untuk 1.642 polis. Sebesar 1.578 diantaranya merupakan klaim produk asuransi kesehatan dengan nilai Rp 200.643.549.670 atau 92,9% dari total klaim. Budi menjelaskan, di masa sulit ini, industri asuransi jiwa bersyukur dapat meringankan beban masyarakat melalui pembayaran klaim kepada nasabah yang tersebar di wilayah Indonesia dan juga luar negeri seperti Singapura dan Amerika Serikat.

Tribunnews.com / 27-09-2020

Terpukul Covid-19, Pendapatan Premi Industri Asuransi Turun 2,5 Persen di Semester I 2020

Data terbaru yang dipublikasikan AAJI menyebutkan, industri asuransi jiwa mengalami perlambatan bisnis hingga 38,7 persen akibat pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan total pendapatan premi industri asuransi jiwa anggota AAJI menurun 2,5 persen dari Rp 90.25 triliun di semester I tahun 2019 menjadi Rp 88,02 triliun di semester I 2020. Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI mengungkapkan, hasil investasi juga turun sebesar -191,9% dari Rp 22,82 triliun di Semester I Tahun 2019 menjadi Rp -20,97 triliun di Semester II Tahun 2020.

Tribunnews.com / 27-09-2020

Miliaran rupiah klaim asuransi jiwa terkait Covid-19 telah dibayarkan

Data AAJI menyebutkan, total klaim asuransi jiwa terkait corona (Covid-19) mencapai Rp 216,02 miliar untuk 1.642 polis pada akhir Juni 2020. Pembayaran klaim asuransi terbesar di wilayah Jakarta yakni Rp 146,92 miliar. Menyusul Jawa Timur Rp 21,11 miliar, Jawa Barat Rp 19,23 miliar, Banten Rp 13,16 miliar, Jawa Tengah Rp 3,74 miliar dan lainnya.  Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengungkapkan, adapula perusahaan Indonesia atau nasabah lagi di luar negeri tapi bayar asuransi jiwa di Indonesia seperti di Singapura, dan Amerika Serikat.

Msn.com / 27-09-2020

Asuransi Jiwa ‘Double Cover’ Covid-19

AAJI menyatakan pembayaran klaim dan manfaat tetap dilakukan perusahaan-perusahaan yang berada di bawahnya. Walaupun, mereka mengalami dampak pandemi Covid-19. Bahkan, pembayaran klaim dan manfaat tetap dilakukan bagi nasabah yang terkena Covid-19, meskipun biaya perawatan ini ditanggung oleh pemerintah. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen AAJI, Fauzi Arfan mengatakan pihaknya membayarkan klaim terkait Covid-19 sebesar Rp216 miliar bagi 1.624 polis.

Gemapos.id / 26-09-2020

Meski Ditanggung Pemerintah, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Membayar Klaim COVID-19 Sebesar 216 Miliar

AAJI mencatatkan jumlah klaim perusahaan asuransi jiwa untuk COVID-19 mencapai Rp 216,03 miliar. Nilai itu merupakan pembayaran 1.642 polis oleh 56 perusahaan yang terjadi pada rentang Maret-Juni 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, pembayaran klaim itu diberikan kepada nasabah, baik yang sakit ataupun meninggal karena infeksi virus corona. Meski sebenarnya biaya pengobatan pasien Covid-19 ditanggung oleh pemerintah.

Bizlaw.id / 27-09-2020

INDUSTRI & ASURANSI

Reaksi Stres Pengaruhi Kesuksesan Kelola WFH dan Keluarga

Hal yang wajar seorang ibu stress Ketika harus bekerja dari rumah sekaligus mengelola keluarga. Salah satu yang paling membuat stress adalah mendampingi anak belajar dari rumah di masa pandemic Covid-19. Clinical Psychologist Tara de Thouars mengatakan, baik buruknya stress tergantung pada reaksi stress seperti apa yang keluar. Ada tiga reaksi, yakni menjadi harimau (fight), kelinci (flight) dan kura-kura (freeze). Adapun reaksi yang ideal adalah kita bisa sesuaikan dengan situasinya.

Investor Daily / 27-09-2020 Hal. 24

Saham Diblokir bukan karena Gagal Bayar

Kejagung menegaskan pemblokiran rekening saham Direktur Utama PT Hanson International Benny Tjokro pada PT Asuransi Adisarana Wanaartha bukanlah penyebab utama gagal bayar yang dialami asuransi tersebut. Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Ali Mukartono menegaskan, Kejagung hanya memblokir 800 subrekening efek milik Benny Tjokro kepada Wanaartha dan tidak ada kaitannya dengan nasabah Wanaartha lainnya. Dalam RDP dengan komisi III DPR RI dengan Kejagung, Ali pun menjelaskan, sebetulnya Wanaartha telah mengalami gagal bayar pada Oktober 2019.

Media Indonesia / 26-09-2020 Hal. 4

Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Gilas Pamor KPK

Wakil Ketua DPD Sultan Bahtiar Najamudin mengatakan, Kejagung sukses ‘menggilas’ nama besar KPK yang selama ini garang terhadap pelaku korupsi di Indonesia. Pihaknya mengapresiasi dan mendukung Kejagung untuk konsisten membongkar kasus-kasus besar yang merugikan negara. Bahkan, menurutnya kesuksesan Kejagung membongkar sejumlah kasus besar telah mengamcam eksistensi dan keselamatan personal Korps Adhyaksa. Ia menduga, kebakaran Gedung Kejagung (22/8) merupakan bentuk terror dan intimidasi karena keberhasilan Kejagung mengungkap kasus besar.

Rakyat Merdeka / 26-09-2020 Hal. 7

FWD Life Luncurkan “FWD Cancer Protection”

PT FWD Life Indonesia meluncurkan produk asuransi kanker online dengan proses digital end-to-end mulai dari pembelian hingga proses klaim. FWD Cancer Protection emmberikan 4 kemudahan dalam prsesnya mulai dari pengajuan online lewat website ecommerce iFWD.co.id, hingga di satu aplikasi FWD Max. Produk ini memberikan manfaat 100% uang pertanggungan apabila didiagnosa kanker, termasuk kanker stadium awal, dan bisa didapatkan dengan premi terjangkau mulai dari Rp10.000 per bulan.

Investor, Page 15 / Ed September 2020

Kinerja Solid di Tengah Situasi Sulit

AIA Financial telah menjadi kekuatan asuransi jiwa di Indonesia dengan kemampuan menjaga kinerja di tengah kondisi sulit. Aplikasi iRecruit dilengkapi teknologi digital yang telah diterapkan AIA dari hulu ke hilir pada kanal distribusi keagenan. Selain itu, merespon kebutuhan pasar terhadap perlindungan Kesehatan, AIA merilis produk Premier Hospital & Surgical Extra. Peluncuran produk ini menandai pemasaran tanpa tatap muka kepada nasabah karena bisa dilakukan melalui AIA DigiBuy.

Investor, Page 37 / Ed September 2020

Terus Berinovasi Untuk Menjaga Pangsa Pasar

Memasuki 2020, Prudential Indonesia merilis PruCinta (Asuransi Jiwa Syariah), PRUSolusi Sehat dan PRU Solusi Sehat Syariah (asuransi kesehatan), PRU Total Critical Protection dan PRU Total Critial Protection Syariah. Merespon pandemic, Prudential Indonesia memberi perlindungan tambah kepada masyarakat yang terkena virus Corona. Selain itu, guna memudahkan proses pemasaran produk unit link, PRU Cekatan diluncurkan. Prudential Indonesia pun memperluas jaringan PRUMedical Network (PMN) utuk memberikan layanan kepada nasabah dengan cakupan yang semakin luas.

Investor, Page 40 / Ed September 2020

Perluas Mitra Penjualan Produk Proteksi

Meskipun perusahaan asuransi PT Capital Life Indonesia tidak masuk dalam daftar perusahaan asuransi terkuat berdasarkan RBC, namun rasio solvabilitas juga cukup baik, di angka 238,62% pada kuartal II/2020. Memasuki kuartal II/2020, perusahaan mampu memperbaiki kinerjanya dengan mencetak laba bersih sebesar Rp27,2 miliar. Di tengah pandemi, perusahaan terus berusaha memperluas kerja sama dan kemitraan, salah satunya dengan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk yang bekerja sama dalam memasarkan produk Asuransi Proteksi.

Investor, Page 42 / Ed September 2020

Siasati Pandemi Dengan Produk Baru dan Digitalisasi

Sejumlah inovasi dibesut Sequis Life untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19. Salah satunya produk Premi Asuransi Mikro Sequis Sejahtera yang dipasarkan dengan premi mulai dari Rp75 ribu per tahun dan nasabah bisa mendapatkan empat manfaat; Uang Pertanggungan (UP) meninggal dunia karena kecelakaan Rp20 juta, UP meninggal dunia bukan karena kecelakaan Rp3 juta, dan manfaat cacat total dan tetap karena kecelakaan Rp3 juta serta manfaat biaya pembedahan Rp300ribu/ tahun. Produk ini didistribusikan online lewat marketplace JD.id.

Investor, Page 45 / Ed September 2020

Sinergi Intragrup Untuk Akselerasi Pertumbuhan Bisnis

Bersama dengan Bank Sinarmas, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk meresmikan Turnaround Project sebagai proyek transformasi kerja sama bancassurance antara kedua perusahaan. Direktur MSIG Life, Gideon, implementasi Turnaround Project diproyeksikan dapat terus berlangsung hingga akhir tahun 2020. Proyek ini dijalankan dengan menekan pada peningkatan penerapan tiga pilar; Pipeline Management, Performance Management serta People Development.

Investor, Page 46 / Ed September 2020

Dihadang Pandemi, Premi Generali Tetap Tumbuh

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia berhasil mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, premi neto perusahaan tercatat tumbuh 3,87% dari Rp891,51 miliar pada triwulan II/2019, meningkat menjadi Rp926,03 miliar pada triwulan II/2020. Pada periode yang sama, perusahaan juga mencatat RBC mencapai 369% atau jauh lebih tinggi dari ketentuan minimum OJK. Perusahaan mengakui kinerja ciamik tersebut merupakan buah dari akselerasi bisnis Generari yang didukung optimalisasi teknologi, inovasi produk dan layanan.

Investor, Page 52 / Ed September 2020

Optimalkan Penjualan Produk Individu

Di tengah kondisi sulit ini, PT Asuransi Jiwa Taspen mampu meminimalisir dampak pelemahan ekonomi akibat pandemi. Terlihat pada aset per Juni 2020 yang tercatat mencapai Rp4,69 triliun atau menunjukan kenaikan dibanding periode akhir tahun 2019 yang tercatat Rp4,49 triliun. Terkait perkembangan digital, Taspen Life bertumpu pada layanan mobil application -MyTaspenLife. Layanan MyTaspenLife diandalkan dalam memperluas pasar asuransi individu.

Investor, Page 54 / Ed September 2020

Andal Dalam Layanan Asuransi Kesehatan

Makin tingginya kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki asuransi Kesehatan menjadi berkah bagi Mandiri Inhealth. Pendapatan premi perseroan tumbuh rata-rata double digit dalam lima tahun terakhir. Pengalaman Panjang dengan relasi yang luas menjadikan Mandiri Inhealth handal dan dipercaya masyarakat, khususnya pada perlindungan dan jaminan Kesehatan. Direktur Utama PT Mandiri Inhealth, Iwan Pasila mengatakan, hingga akhir 2019, pada asuransi Kesehatan perseroan telah mengcover 1.700 badan usaha dengan jumlah peserta mencapai 1,5 juta.

Investor, Page 56 / Ed September 2020

Menggali Peluang Bisnis di Era Pandemi

PT Chubb Life Insurance Indonesia merilis asuransi jiwa tradisional dwiguna atau long term endowment insurance dengan menghadirkan perlindungan hingga 20 tahun. President Chubb Life Indonesia Kumaran Chinan mengungkapkan, ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19 semakin meningkatkan kebutuhan masyarakat untuk memiliki asuransi, seiring dengan keinginan mereka untuk melindungi diri dari ketidakpastian yang akan datang. Maka, produk ini akan membantu nasabah dalam mempersiapkan kebutuhan jangka Panjang.

Investor, Page 58 / Ed September 2020

WanaArtha Life: Dana Yang Disita Di Rekening Efek Milik Pemegang Polis

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha menegaskan, pemblokiran dan penyitaan sub rekening efek (SRE) oleh Kejagung berisikan dana para pemegang polis, bukan dana milik tersangka BT. Perseroan juga menyayangkan Kejagung meminta dana nasabah lewat forum tidak resmi. Direktur Utama WanaArtha Life Yanes Y Matulatuwa mengatakan, Kejagung keliru dengan membuat pernyataan tidak pernah menyita uang nasabah WanaArtha Life. Yanes mengemukakan, pihaknya juga menyayangkan bahwa Kejagung mengesampingkan keterangan dari para terdakwa kasus Jiwasraya.

Investor Daily / 28-09-2020 Hal. 24

Dituding Gagal Bayar Sejak Oktober 2019, WanaArtha Buka Suara

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono sebelumnya mengungkapkan jika PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArthaLife) telah gagal bayar di bulan Oktober 2019. Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama WanaArtha Life Yanes Matulatuwa mengungkapkan informasi tersebut tidak benar. Ia menjelaskan, pihaknya melakukan penundaan pembayaran polis kepada nasabah sejak Sub Rekening Efek (SRE) diblokir pada tanggal 21 Januari 2020.

Detik.com / 26-09-2020

Respons Pernyataan Jampidsus Kejagung soal Gagal Bayar, Ini Kata WanaArtha Life

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life) merespons pernyataan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait gagal bayar yang dialami perusahaan asuransi itu. Menurut pihak WanaArtha, pernyataan yang tidak tepat dan tidak akurat itu disampaikan oleh Kejagung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI pada Kamis (24/9). Direktur Utama WanaArtha Life Yanes Y. Matulatuwa menjelaskan, pihaknya melakukan penundaan pembayaran polis kepada nasabah sejak Sub Rekening Efek (SRE) sejak diblokir pada 21 Januari 2020.

Medcom.id / 26-09-2020

Regulasi & Makro Ekonomi

Agustus, Industri Asuransi Bukukan Premi Rp 176,3 T

Pendapatan premi di industri asuransi hingga Agustus 2020 mencapai Rp176,3 triliun atau lebih rendah 38,65% dibandingkan akhir tahun 2019 (ytd) Rp287,4 triliun. Pengawasan Eksekutif OJK Rainto memaparkan, premi asuransi umum dan reasuransi sampai Agustus 2020 mencapai Rp66,7 triliun, turun 34,67% (ytd) dibandingkan akhir 2019 Rp102,1 triliun. Pendapatan premi asuransi jiwa hingga Agustus 2020 Rp 109,6 triliun, terkoreksi 40,85% (ytd) dibandingkan capaian akhir tahun 2019 Rp 185,3 triliun.

Investor Daily / 28-09-2020 Hal. 23

Agustus, Pendapatan Premi Industri Asuransi Rp 176,3 Triliun

Pendapatan premi di industri asuransi hingga Agustus 2020 mencapai Rp176,3 triliun atau lebih rendah 38,65% dibandingkan akhir tahun 2019 (ytd) Rp287,4 triliun. Pengawasan Eksekutif OJK Rainto memaparkan, premi asuransi umum dan reasuransi sampai Agustus 2020 mencapai Rp66,7 triliun, turun 34,67% (ytd) dibandingkan akhir 2019 Rp102,1 triliun. Pendapatan premi asuransi jiwa hingga Agustus 2020 Rp 109,6 triliun, terkoreksi 40,85% (ytd) dibandingkan capaian akhir tahun 2019 Rp 185,3 triliun.

Investor.id / 27-09-2020

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.873

IHSG (per 25 September 2020)

   4.945,79

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media: HE Neeraca, Investor Daily, Media Indonesia, Kontan, Suara Pembaruan, Investor, 24berita.com, Akurat.com, Antaranews.com, Beritasatu.com, Bisnis.com, Borneonews.co.id, Cnbcindonesia.com, Cnnindonesia.com, Detik.com, Global-news.com, Halloindo.com, Headtopics.com, Ijn.co.id, Infobanknews.com, Kabarbisnis.com, Katadata.co.id, Kompas.com, Kompas.id, Kontan.co.id, Koran-jakarta.com, Kumparan.com, Medcom.id, Merdeka.com, Okezone.com, Portas.id, Republika.co.id, Sinarharapan.co, Sindonews.com, Telaah.id,  Viva.co.id, Wartaekonomi.co.id.

DOWNLOAD PDF