AAJI Daily News - 15 Januari 2020


Tanggal terbit (15 / 01 / 2020)

FM-CC-AAJI-06-001

Rabu, 15 Januari 2020 

HEADLINE NEWS

  1. Asuransi Mutual Kini Berpayung Hukum
  2. Babak Akhir Kolusi Jiwasraya
  3. Bailout & Penyehatan Jiwasraya
  4. Kasus Jiwasraya-Asabri Siap Digelar di DPR
  5. Mantan Dirut Jiwasraya Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi
  6. Jangan Dipolitisasi, Kasus Jiwasraya Perlu Solusi Minimalkan Kerugian Nasabah
  7. PP 87 2019 Jadi Solusi Penyelesaian AJB Bumiputera 1912
  8. Kejagung Tahan Eks Dirut Jiwasraya
  9. Jiwasraya Mulai Terkuak
  10. Lima Tersangka Korupsi Jiwasraya Ditahan
  11. Ranah Politik Jiwasraya
  12. AJB Bumiputera Punya Payung Hukum Baru
  13. Tuntaskan Kasus Jiwasraya
  14. Investasi Saham Gorengan Berujung Gagal Bayar
  15. Kejaksaan Tetapkan Lima Tersangka Dugaan Korupsi Jiwasraya
  16. Jiwasraya Bukan Komoditas Politik
  17. Kejagung Tahan Lima Tersangka Jiwasraya
  18. KPK Siap Usut Asabri
  19. Kasus Asabri Lebih Sensitif dari Jiwasraya
  20. Wanaartha Life Bantu Penerbitan Ribuan Akta Lahir Akta Nikah di Kalsel
  21. Akhirnya, Jokowi Bersihkan AJB Bumiputera dari Dunia Politik
  22. Bom Waktu Itu Bernama Jiwasraya
  23. Jangan Politisasi Kasus Jiwasraya
  24. Ditahan Kejaksaan Agung, Ini Peran 5 Orang di Mega Skandal Investasi Jiwasraya
  25. Kurangi Beban Keuangan Akibat Risiko, Masyarakat Harus Paham Pentingnya Berasuransi
  26. Ditahan Kejaksaan Agung, Ini Peran Mega Skandal Investasi Jiwasraya
  27. YLKI Pansus Jiwasraya Harus Fokus Pengembalian Dana Nasabah
  28. Manulife Permudah Konsumen Surabaya Dengan Layanan EPOS
  29. Sosok Hendrisman Rahim Mantan Dirut Jiwasraya Yang Ditetapkan Tersangka Oleh KPK
  30. Pengamat: Kesadaran Masyarakat Berasuransi Masih Rendah
  31. Pentingnya Mendorong Kesadaran Masyarakat tentang Asuransi
  32. [Foto] Jampidsus Tahan Mantan Dirut Jiwasraya

TENTANG AAJI

1. Asuransi Mutual Kini Berpayung Hukum

Asuransi usaha bersama akhirnya memiliki payung hukum setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah No. 87/2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama pada akhir 2019. Kehadiran PP tersebut diproyeksikan membawa kepastian hukum bagi penyelenggaraan jenis asuransi usaha bersama. Selain itu juga diharapkan dapat membantu program penyehatan yang sedang dilakukan oleh Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu berharap kehadiran beleid baru dapat membantu menyelesaikan masalah AJB Bumiputera yang merupakan satu-satunya pemain asuransi bersama di Indonesia.

Bisnis Indonesia / 15-01-2020 Hal. 14

INDUSTRI ASURANSI

2. Babak Akhir Kolusi Jiwasraya

Skandal kolusi menggerogoti PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Tabir kian terkuak, yang berujung pada penahanan Komisaris PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tjokrosaputro dan empat tersangka lainnya, yakni Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk. Heru Hidayat dan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Syahmirwan. Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik tindakan tegas dalam penyelesaian persoalan yang membelit Jiwasraya.

Bisnis Indonesia / 15-01-2020 Hal.1

3. Bailout & Penyehatan Jiwasraya

Kasus gagal bayar atas hak nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjadi berita besar, baik lokal maupun internasional. Saat ini kasus Jiwasraya sudah diperiksa Kejaksaan Agung. Bahkan DPR telah menyetujui dan mengusulkan dibentuk Pansus Gagal Bayar Jiwasraya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya mengakui Jiwasraya sudah lama mengalami kesulitan likuiditas. Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan bailout kepada Jiwasraya dan meminta direksi agar melakukan penyehatan.

Bisnis Indonesia / 15-01-2020 Hal. 2

4. Kasus Jiwasraya-Asabri Siap Digelar di DPR

Menkeu Sri Mulyani Indrawati akan menggelar rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membahas masalah keuangan di PT Asabri (Persero) hingga PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Sementara itu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melalui laporan ikhtisar hasil pemeriksaan semester II-2016 telah mengendus persoalan di PT Asabri (Persero). Dugaan masalah di tubuh Asabri mulanya dibuka oleh Menko Polhukam Mahfud MD yang menurutnya ada dugaan korupsi di Asabri dengan nilai lebih dari Rp 10 triliun. Mahfud ingin persoalan ini segera diproses secara hukum agar kebenaran dan kejelasan kasus dana pensiun TNI terungkap. Apalagi ada uang prajurit dan tentara yang telah mengabdi di Asabri. Sebelum dugaan korupsi PT Asabri (Persero) mencuat, BPK melalui laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Sementara II-2016 telah mengendus persoalan tersebut. Dalam temuannya, BPK menilai pengelolaan investasi Asabri kurang efisien dengan angka capaian kinerja 59,61%. Pada tahun yang sama terindikasi keterlambatan pembayaran atau setoran pensiun penuh sebesar Rp2,31 miliar oleh mitra bayar sesuai perjanjian kerja sama (PKS) dengan Asabri. Hal ini mengakibatkan potensi kerugian sebesar Rp 2,31 miliar pada Asabri.

HE Neraca / 15-01-2020 Hal. 1

5. Mantan Dirut Jiwasraya Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Dirut Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya.

Investor Daily / 15-01-2020 Hal. 12

6. Jangan Dipolitisasi, Kasus Jiwasraya Perlu Solusi Minimalkan Kerugian Nasabah

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pengamat asuransi mengharapkan adanya penyelesaian yang terbaik dalam kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Oleh karena itu, kasus tersebut jangan dipolitisasi tetapi mengutamakan mencari solusi terbaik untuk meminimalkan kerugian nasabah dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi. Wakil Ketua Komisi XI DPR Eriko Sotarduga optimis kasus Jiwasraya segera tuntas karena ini berkaitan dengan BUMN dimana pemerintah ikut bertanggung jawab

Investor Daily / 15-01-2020 Hal. 23

7. PP 87 2019 Jadi Solusi Penyelesaian AJB Bumiputera 1912

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2019 tentang perusahaan asuransi berbentuk usaha bersama disebut dapat menjadi pintu untuk menyelesaikan kasus yang terjadi pada Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Pasalnya selama ini perusahaan asuransi tertua di Indonesia tersebut tidak memiliki landasan hukum terkait bentuk usaha bersama.

Investor Daily / 15-01-2020 Hal. 23

8. Kejagung Tahan Eks Dirut Jiwasraya

Kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (persero) di Kejaksaan Agung memasuki babak baru. Tim penyidik menetapkan lima tersangka terkait perkara yang merugikan negara Rp 13,7 Triliun tersebut antara lain Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim, mantan direktur keuangan dan investasi Jiwasraya, Hary Prasetyo, dan bekas Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan. Selain itu, juga turut ditahan Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat. Kelimanya ditahan di lima lokasi yang berbeda. Hendrisman ditahan di Rumah Tahanan Guntur milik Pomdam Jaya (Rutan Cabang KPK, Red), Hary di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejari Jakarta Selatan, Syahmirwan di Rumah Tahanan Cipinang, Benny di Rumah Tahanan KPK, dan Heru di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung.

Jawa Pos / 15-01-2020 Hal. 1&11

10. Jiwasraya Mulai Terkuak

Kejaksaan Agung menetapkan dan menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terdiri dari mantan jajaran direksi Jiwasraya dan pihak swasta. Jaksa Agung tidak mau gegabah menahan seseorang jika tidak ada bukti yang kuat. Sementara ini lima, namun nanti bisa bertambah lagi.

Kompas / 15-01-2020 Hal. 1&11

11. Lima Tersangka Korupsi Jiwasraya Ditahan

Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Penyidik Kejaksaan menetapkan lima orang menjadi tersangka, yakni mantan Dirut PT AJS Hendrisman Rahim, sedangkan tersangka lainya berasal dari swasta, yakni Komisaris PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Mantan Direktur Keuangan AJS Harry Prasetyo dan Mantan Kepada Divisi Investasi dan Keuangan Syahmirwan. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Adi Toegarisman mengatakan, penahanan tersangka tersebut dilakukan hingga 20 hari kedepan. Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap asuransi Jiwasraya memang mengindikasikan adanya kesalahan dalam investasi yang dilakukan oleh manajemen Jiwasraya pada saat penerbitan produk JS Saving Plan.

Kontan / 15-01-2020 Hal. 1

12. Ranah Politik Jiwasraya

Kegagalan pengelolaan perusahaan Jiwasraya menjadi perhatian masyarakat hampir enam bulan terakhir. Banyak alasan yang menyebabkan kegagalan produk dan Asuransi Jiwasraya sebagai pengelolanya. Mulai dari penempatan dana yang asal, hingga dugaan kongkalingkong penempatan dana yang berbau korupsi. Kemarin tujuh fraksi DPR setuju usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya oleh partai non-pemerintah. Saat persoalan kegagalan Asuransi BUMN Jiwasraya menjadi isu politik, nasabah malah resah. Karena terbukti penyelesaian politik tidak pernah menguntungkan nasabah, cuma jadi panggung politisi.

Kontan / 15-01-2020 Hal. 15

13. AJB Bumiputera Punya Payung Hukum Baru

Akhirnya Pemerintah merilis aturan perusahaan asuransi berbentuk usaha bersama yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 87/2019. Hal ini mengubah total kondisi Bumiputera saat ini. Anggota BPA ada pengurus partai politik, kepada daerah maupun anggota legislatif.

Kontan / 15-01-2020 Hal. 20

14. Tuntaskan Kasus Jiwasraya

Kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memasuki babak baru. Kemarin Jaksa Agung menetapkan dan menahan lima tersangka atas kasus ini. Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi langkah tegas yang dilakukan Kejagung. Dia mengapresiasi Badan Pemeriksa Keuangan yang sebelumnya sudah melakukan investigasi yang cepat dan responsif soal kasus Jiwasraya. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, bakal membahas penyelesaian kasus PT Asuransi Jiwasraya juga ASABRI bersama dengan DPR.

Koran Sindo / 15-01-2020 Hal. 1&9

15. Investasi Saham Gorengan Berujung Gagal Bayar

Ombudsman menyoroti praktik pembelian saham dengan fundamental lemah yang dilakukan PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya. Anggota Ombudsman, Ahmad Alamsyah Siregar, mengatakan kedua perusahaan memiliki pola investasi yang sama. Manajemen Asabri dan Jiwasraya malah mengoleksi saham lapis kedua yang harganya fluktuatif akibat rekayasa. Asabri dan Jiwasraya bekerja sama dengan manajer investasi yang sama di antaranya milik PT IIKP dan PT Hanson International Tbk.

Koran Tempo / 15-01-2020 Hal. 4

16. Kejaksaan Tetapkan Lima Tersangka Dugaan Korupsi Jiwasraya

Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Dua dari lima tersangka pernah menduduki jabatan penting di Jiwasraya. Jampidsus Adi Toegarisman mengatakan kelima tersangka adalah mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan pensiunan Jiwasraya, Syahmirwan. Langkah Kejaksaan selanjutnya adalah mengumpulkan alat bukti untuk menyempurnakan berkas perkara tersangka serta memastikan total kerugian negara.

Koran Tempo / 15-01-2020 Hal. 5

17. Jiwasraya Bukan Komoditas Politik

Pengusutan megaskandal PT Asuransi Jiwasraya (persero) memasuki babak baru. Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka dan menahan mereka, kemarin. Kelima tersangka itu ialah mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat. Penetapan tersangka itu dilakukan Kejaksaan Agung setelah Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) merampungkan audit investigasi. BPK menemukan kejahatan korporasi dalam pengelolaan Jiwasraya yang berakibat pada kerugian secara internal dan kerugian negara. Kejahatan itu diduga melibatkan direksi, general manager, dan pihak luar. Tidak mudah bagi kejaksaan untuk sampai pada titik ini. Tim khusus dibentuk berisikan 16 jaksa yang telah menggeledah 13 objek pemeriksaan, mencegah 10 orang untuk bepergian ke luar negeri, dan memeriksa 98 saksi. Selain itu, penyidik menyelisik lebih dari 5.000 transaksi. Progresivitas Kejaksaan Agung dalam pengusutan megaskandal Jiwasraya ini tidak perlu lagi direcoki proses politik seperti yang digaungkan Dewan Perwakilan Rakyat dengan wacana pembentukan panitia khusus (pansus). Proses politik di DPR bukan hanya potensial menyandera proses hukum. Dikhawatirkan, hal itu hanya akan menjadi ajang politik yang tidak menjamin dana investasi nasabah bisa kembali.

Media Indonesia / 15-01-2020 Hal. 2

18. Kejagung Tahan Lima Tersangka Jiwasraya

Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Dua dari lima tersangka pernah menduduki jabatan penting di Jiwasraya. Jampidsus Adi Toegarisman mengatakan kelima tersangka adalah mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan pensiunan Jiwasraya, Syahmirwan. Langkah Kejaksaan selanjutnya adalah mengumpulkan alat bukti untuk menyempurnakan berkas perkara tersangka serta memastikan total kerugian negara.

Republika / 15-01-2020 Hal. 1

19. KPK Siap Usut Asabri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menutup kemungkinan untuk terjun mengusut dugaan korupsi di PT Asabri (Persero). Namun, sebelum melangkah lebih jauh, KPK akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Tentu ini akan kita bahas dengan BPK. Saya sudah berhubungan dengan pimpinan BPK untuk tindak lanjut daripada Asabri itu," kata Ketua KPK Firli Bahuri. Firli menambahkan, KPK tidak bisa semena-mena melakukan penyidikan dan penyelidikan terkait kasus Asabri. KPK, kata dia, harus bekerja sama dengan BPK sebagai lembaga pemeriksa negara. Pernyataan Firli itu untuk menanggapi permintaan Ketua Majelis Permusyawaratan Perwakilan (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet). Bamsoet meminta KPK memantau dugaan korupsi di Asabri. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebelumnya mengaku menemukan kesamaan antara kasus dugaan korupsi di Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mahfud bahkan menduga ada pelaku yang sama dalam dua dugaan korupsi tersebut. Asabri melakukan investasi di berbagai saham perusahaan. Salah satunya di PT Hanson International Tbk (MYRX), perusahaan yang juga menjadi pilihan Jiwasraya dalam menempatkan dana kelolaan. Kejaksaan Agung (Kejagung) yang sedang menangani dugaan korupsi di Jiwasraya baru saja menetapkan Komisaris PT Hanson Benny Tjokrosaputro sebagai tersangka. Benny Tjokrosaputro juga sudah ditahan Kejagung. Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja mengatakan, terdapat ketidaksesuaian antara pemberitaan di media dengan kondisi yang sebenarnya terjadi di Asabri. Kata Sonny, kegiatan operasional Asabri, terutama proses penerimaan premi, pelayanan, dan pembayaran klaim, berjalan normal dan baik. Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan BPK mengungkapkan 15 temuan yang memuat 19 permasalahan. Sebanyak 19 permasalahan itu terdiri atas 5 permasalahan ketidakefisienan senilai Rp 834,72 miliar, 12 permasalahan ketidakefektifan, 1 permasalahan potensi kerugian negara senilai Rp 637,1 miliar, dan 1 permasalahan kekurangan penerimaan senilai Rp 2,31 miliar.

Republika / 15-01-2020 Hal. 8

20. Kasus Asabri Lebih Sensitif dari Jiwasraya

Belum usai kasus fraud PT Asuransi Jiwasraya Tbk, muncul pula kasus fraud Asabri. Kedua perusahaan asuransi pelat merah itu dinilai punya kasus yang sama dengan kesalahan yang sama, yakni salah mengelola dana penempatan di saham-saham lapis 3 (small-cap stocks) alias saham berisiko tinggi. "Banyak kesamaannya, mulai dari waktu terjadinya, kesamaan pelakunya, kesamaan modusnya, kesamaan emiten-emiten yang dipakai untuk menempatkan investasi saham-saham lapis 3 yang berkinerja buruk," kata Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo. Kendati memiliki kesamaan, Irvan menyebut kasus Asabri lebih sensitif ketimbang Jiwasraya. Hal itu terlebih Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD yang mengumumkan terlebih dulu kasus Asabri ini. Sepakat dengan Irvan, Peneliti Senior dan Direktur Riset Core Indonesia, Piter Abdullah juga berkata kasus Asabri punya implikasi politik yang besar. Sebelumnya diberitakan, Asabri dan Jiwasraya salah mengelola penempatan dana. Kabarnya, portofolio saham milik Asabri anjlok hingga 90%. Kerugiannya pun disebut-sebut mencapai lebih dari Rp 10 triliun.

Warta Kota / 15-01-2020 Hal. 14

21. WanaArtha Life Bantu Penerbitan Ribuan Akta Lahir dan Akta Nikah di Kalsel

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life) memberikan bantuan dalam bentuk penerbitan dokumen kependudukan kepada warga kurang mampu di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dokumen tersebut terdiri dari 3.570 akta lahir dan 119 akta nikah. Bagi Wanaartha, penerbitan dokumen kependudukan ini telah dilakukan sejak 2018. Sehingga secara total melalui Wanaartha Foundation yang bekerjasama dengan Yayasan Pondok Kasih (YPK) telah diterbitkan sebanyak 7.826 akta lahir dan 379 akta nikah meliputi Provinsi Banten, Gorontalo dan Kalsel. “Kami berkomitmen sejak 2018 untuk membantu memenuhi hak sipil dasar masyarakat kurang mampu, terutama membantu menerbitkan akta lahir sebagai upaya membuka akses kepada fasilitas Negara seperti, KTP, BPJS, termasuk akses pendidikan dan lainnya.  

Beritasatu.com / 14-01-2020

22. Akhirnya, Jokowi Bersihkan AJB Bumiputera dari Dunia Politik

Pemerintah akhirnya membersihkan kewenangan tertinggi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera serta asuransi bersama lainnya dari pengaruh politik dan pimpinan daerah. Hal itu tertuang dari Peraturan Pemerintah No.87/2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama yang baru disahkan 26 Desember 2019 dan baru ramai didiskusikan kemarin. Melalui aturan baru tersebut, Presiden Joko Widodo melarang wewenang tertinggi asuransi bersama yang biasa disebut badan perwakilan anggota (BPA) atau yang nantinya diganti namanya menjadi rapat umum anggota (RUA) berasal dari dunia politik.

Cnbcindonesia.com / 14-01-2020

23. Bom Waktu Itu Bernama Jiwasraya

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sendiri sudah membongkar borok-borok yang terjadi di Jiwasraya. Kejaksaan Agung juga sudah melakukan proses hukum. Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo menilai apa yang terjadi di Jiwasraya seperti skema ponzi. Skema ini yang biasa digunakan dalam kegiatan bisnis MLM yang memberi keuntungan di awal kemudian meledak di akhir. JS Saving plan merupakan produk asuransi jiwa yang juga merupakan produk investasi. Produk ini ditawarkan melalui perbankan atau bancassurance. Yang menurutnya, kesalahan manajemen adalah tidak memasukkan dana cadangan teknis. Bagi perusahaan asuransi setiap masuknya pendapatan premi maka perusahaan harus menyediakan cadangan teknis. Jika tidak ada cadangan teknis maka perusahaan rugi karena tak mampu membayar. Lantaran biaya pembayaran polis yang semakin membengkak, manajemen mencari solusi dengan mencari instrumen investasi lainnya dengan harapan imbalan yang besar. Masuklah perusahaan ke saham gorengan.

Detik.com / 14-01-2020

24. Jangan Politisasi Kasus Jiwasraya

PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah menjadi sorotan, karena perusahaan asuransi jiwa plat merah tertua tersebut mengalami tekanan likuiditas, sehingga ekuitas perseroan tercatat negatif Rp.23,92 triliun pada September 2019. Selain itu, Jiwasraya membutuhkan uang sebesar Rp.32,89 triliun untuk kembali sehat. Akan tetapi, seperti kasus-kasus Mega Korupsi sebelumnya, kasus korupsi PT. Jiwasraya ini kembali terlalu jauh dibawa ke ranah politik, sehingga dikhawatirkan aksi korporasi dan restrukturisasi Jiwasraya akan berlangsung lama dan pada akhirnya menelantarkan substansi target yang ingin dicapai yaitu stabilitas kinerja keuangan Jiwasraya dan pemenuhan kewajiban pembayaran premi terhadap nasabah.

Indonews.id / 14-01-2020

25. WanaArtha Life Bantu Terbitkan 3.570 Akta lahir dan 119 Akta Nikah di Banjarmasin

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life) memberikan bantuan dalam bentuk penerbitan dokumen kependudukan kepada warga kurang mampu di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dokumen tersebut terdiri dari 3.570 akta lahir dan 119 akta nikah. Selain penerbitan akta lahir dan akta nikah, yang diserahkan secara simbolis di Banjarmasin oleh Mustain selaku Corporate Communications Manager mewakili WanaArtha Foundation dan Hana Handayani yang mewakili Yayasan Pondok Kasih sebagai mitra strategis Corporate Sosial Responsibility (CSR) WanaArtha Life pada rangkaian acara HKSN 2019 lalu tersebut, WanaArtha Life saat itu juga menghadirkan Mobil Pintar (Smart Car).

Industry.co.id / 14-01-2020

26. Kurangi Beban Keuangan Akibat Risiko, Masyarakat Harus Paham Pentingnya Berasuransi

Kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya asuransi dinilai masih sangat kurang. Pengamat Asuransi Muda dan Pengajar Sekolah Tinggi Asuransi Trisakti Azuarini Diah mengatakan, salah satu cara yang harus dilakukan guna meningkatkan kesadaran berasuransi masyarakat adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang arti dari asuransi tersebut. Inti dari asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan/transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Tito Radityo mengatakan, ada banyak alasan mengapa harus ikut asuransi perlindungan. Saat membeli asuransi, nasabah tidak perlu kuatir jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan seperti bencana banjir kemarin. Berapa persen penggantiannya, Tito mengatakan maksimal harga pertanggungan dikurangi risiko sendiri yang tertera di polis tersebut.

Investor.id / 14-01-2020                                      

27. Ditahan Kejaksaan Agung, ini peran 5 orang di mega skandal investasi Jiwasraya

Kejaksaan Agung resmi menahan lima orang tersangka terkait mega skandal investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Saat ini, masih ada belasan orang yang diperiksa oleh kejaksaan agung terkait mega skandal investasi di Jiwasraya yang ditengarai merugikan negara sampai Rp 13,7 triliun. Kelima orang tersebut tiga dari manajemen lama Jiwasraya dan dua lainnya adalah pihak eksternal Jiwasraya. Inilah peran mereka yang ditahan lebih dulu oleh Kejaksaan Agung. Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, diduga berperan mengambil banyak keputusan penempatan portfolio saham dan reksadana di Jiwasraya. Syahmirwan, Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

Kontan.co.id / 14-01-2020

28. YLKI: Pansus Jiwasraya Harus Fokus Pengembalian Dana Nasabah

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, rencana pembentukan panitia khusus (pansus) yang diusulkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak akan menyelesaikan permasalahan dana polis nasabah. Seperti diketahui, tujuan pansus dibentuk untuk menangani masalah perusahaan asuransi Jiwasraya. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menegaskan, dana nasabah yang sudah diinvestasikan tetap harus dikembalikan. Ia melanjutkan, pengembalian dana nasabah menjadi hal terpenting, sebab uang mereka telah ditanam sesuai prosedur yang ada. Maka bila apabila dibentuk pansus, fokus utamanya harus pada  pengembalian dana nasabah, bukan yang lain.

Republika.co.id / 14-01-2020

29. Manulife Permudah Konsumen Surabaya dengan Layanan E-Pos

Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia), mempermudah konsumen di Surabaya dan sekitarnya dengan E-Pos. Ini merupakan layanan digital untuk pembukaan polis melalui aplikasi smartphone. Chief Agency Officer Manulife Indonesia, Jeffrey Kie menjelaskan, layanan ini juga untuk mempercepat proses masuknya data ke sistem, sehingga konsumen atau nasabah tidak perlu bolak-balik dalam pengurusan berkas seperti yang dilakukan sebelumnya

Sindonews.com / 14-01-2020

30. Sosok Hendrisman Rahim, Mantan Dirut Jiwasraya yang Ditetapkan Tersangka oleh Kejagung

Direktur Utama (Dirut) Jiwasraya Hendrisman Rahim menjadi menjadi tersangka dan ditahan Kejaksaan Agung RI. Mengutip laman Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), diketahui Hendrisman Rahim merupakan lulusan dari Universitas Indonesia jurusan Matematika. Diangkat sebagai Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada 15 Januari 2008. Selain jadi Direktur Utama, ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) periode tahun 2014-2017. Pada saat itu adalah periode kedua kepemimpinan Hendrisman di AAJI.

Tribunnews.com  / 14-01-2020

REGULASI & MAKRO EKONOMI

31. Pengamat: Kesadaran Masyarakat Berasuransi Masih Rendah

Pengamat asuransi dan pengajar Sekolah Tinggi Asuransi Trisakti, Azuarini Diah Parwati mengakui kesadaran masyarakat dalam berasuransi masih rendah. Kondisi ini diperparah dengan skandal investasi yang menjerat sejumlah perusahaan asuransi. Terlepas dari adanya kasus terkait asuransi, asuransi penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu Azuarini menyarankan agar masyarakat harus memahami arti dari asuransi untuk kehidupan tersebut.

Medcom.id / 14-01-2020

32. Pentingnya Mendorong Kesadaran Masyarakat tentang Asuransi

Pengamat asuransi dan pengajar Sekolah Tinggi Asuransi Trisakti, Azuarini Diah Parwati mengakui kesadaran masyarakat dalam berasuransi masih rendah. Kondisi ini diperparah dengan skandal investasi yang menjerat sejumlah perusahaan asuransi. Terlepas dari adanya kasus terkait asuransi, asuransi penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu Azuarini menyarankan agar masyarakat harus memahami arti dari asuransi untuk kehidupan tersebut.

Republika.co.id / 14-01-2020

Berita Foto

33. [Foto] Jampidsus Tahan Mantan Dirut Jiwasraya

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung pada Hari Selasa (14/1).

Kontan / 15-01-2020 Hal. 2

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.680

IHSG (per 13 Januari 2020)

   6.325,41

BI Rate

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, HE Neraca, Investor Daily, Jawa Pos, Kompas, Kontan, Koran Sindo, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Warta Kota, Beritasatu.com, Cnbcindonesia.com, Detik.com, Indonews.id, Industry.co.id, Investor.id, Kontan.co.id, Medcom.id, Republika.co.id, Sindonews.com, Tribunnews.com.

 

 

DOWNLOAD PDF