AAJI Daily News - 18 September 2020


Tanggal terbit (18 / 09 / 2020)

Jumat, 18 September 2020  

FM-CC-AAJI-06-001

HEADLINE NEWS

  1. Ternyata Ini Alasan Perusahaan Asuransi Enggan Tanggung Biaya Pasien Covid-19
  2. Nasabah Tagih Wanaartha
  3. Nasabah Korporasi Jiwasraya Setuju Restrukturisasi
  4. 'Jiwasraya Dirampok & Dikorupsi, Rakyat Harus Bayar Rp 20 T?'
  5. Ahli: Unsur Pencucian Uang Tak Terpenuhi dalam Kasus Jiwasraya Tapi Bisa Dilakukan Penyitaan
  6. Sebanyak 110 korporasi setujui restrukturisasi polis Jiwasraya
  7. Kejagung Kembali Periksa 12 Saksi untuk Kasus Jiwasraya
  8. Sri Mulyani Kucurkan Rp20 T untuk Selamatkan Jiwasraya, Demokrat: Jujurlah pada Rakyat, Jangan Bersandiwara!

TENTANG AAJI

Ternyata Ini Alasan Perusahaan Asuransi Enggan Tanggung Biaya Pasien Covid-19

Berdasarkan data AAJI, sejak awal Covid-19 merebak hingga Juni 2020, industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim sekitar Rp 216 miliar. Meski begitu, tak sedikit perusahaan asuransi yang enggan memberikan proteksi atas resiko dari covid-19. Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo menjelaskan alasannya; Covid-19 yang berstatus pandemi ini dianggap masih mengandung ketidakpastian yang sangat tinggi, biaya perawatan dan penyembuhan Covid-19 sangat mahal. Di sisi lain, peraturan yang muncul dalam rentang waktu relatif dekat berpotensi menimbulkan kerancuan.

Liputan6.com / 17-09-2020

INDUSTRI & ASURANSI

Nasabah Tagih Wanaartha

Nasabah Wanaartha Life melakukan berbagai upaya agar uang mereka Kembali. Beberapa kali mereka mendatangi kantor Wanaartha Life, hingga akhirnya bisa menemui beberapa manajemen perusahaan tersebut di antaranya pemilik Wanaartha Life Manfred Pietruschka dan Direktur Keuangan dan Investasi Wanaartha Life, Daniel Halim. Namun pertemuan itu belum membuahkan hasil. Mereka meminta manajemen untuk segera melunasi kewajiban. Dari pertemuan itu, manajemen Wanaartha Life bakal mencari investor untuk mendapatkan suntikan dana baru.

Kontan / 18-09-2020 Hal. 10

Nasabah Korporasi Jiwasraya Setuju Restrukturisasi

Korporasi yang menyetujui restrukturisasi polis Jiwasraya kian bertambah. Yang terbaru, sebanyak 110 nasabah korporasi menyetujui restrukturisasi baik dari BUMN, anak usaha BUMN, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga swasta. Menurut Sekretaris Perusahaan Jiwasraya Kompyang Wibisana, korporasi tersebut merupakan pemegang polis asuransi tradisional. Sementara pemegang polis ritel dan saving plan belum ditawarkan restrukturisasi karena masih menunggu kepastian suntikan dana dari pemegang saham.

Kontan / 18-09-2020 Hal. 10

'Jiwasraya Dirampok & Dikorupsi, Rakyat Harus Bayar Rp 20 T?'

Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam menolak keras rencana pemerintah menyuntikkan uang negara bagi penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada 2021 melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) pada PT BPUI sebesar Rp 20 triliun. Ia menegaskan, yang seharusnya dilakukan adalah upaya memburu aset-aset yang 'dirampok' dan dikorupsi, serta dikembalikan untuk membayar klaim nasabah. Penegak hukum dan Pemerintah dengan berbagai perangkatnya sangat bisa untuk melakukan itu, jika sungguh-sungguh. Jadi tidak harus gunakan uang negara, uang rakyat.

Cnbcindonesia.com / 17-09-2020

Ahli: Unsur Pencucian Uang Tak Terpenuhi dalam Kasus Jiwasraya Tapi Bisa Dilakukan Penyitaan

Menurut ahli hukum pidana UII Yogyakarta Mudzakir, unsur utama tindak pidana pencucian uang adalah menyembunyikan asal-usul harta kekayaan. Dalam kasus ini bila tidak ada maksud untuk menyembunyikan dan sebagainya dan juga tidak ada perbuatan nyata maka menurut pihaknya itu tidak termasuk tindak pidana pencucian uang. Tapi, itu adalah bagian dari menikmati hasil tindak pidana. Jadi menurutnya, itu tetap harus dikualifikasi sebagai penikmatan hasil tindak pidana dan hukumnya cukup dengan melakukan penyitaan.

Gresnews.com / 17-09-2020

Sebanyak 110 korporasi setujui restrukturisasi polis Jiwasraya

Korporasi yang menyetujui restrukturisasi polis Jiwasraya kian bertambah. Yang terbaru, sebanyak 110 nasabah korporasi menyetujui restrukturisasi baik dari BUMN, anak usaha BUMN, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga swasta. Menurut Sekretaris Perusahaan Jiwasraya Kompyang Wibisana, korporasi tersebut merupakan pemegang polis asuransi tradisional. Sementara pemegang polis ritel dan saving plan belum ditawarkan restrukturisasi karena masih menunggu kepastian suntikan dana dari pemegang saham.

Kontan.co.id / 17-09-2020

Kejagung Kembali Periksa 12 Saksi untuk Kasus Jiwasraya

Kejagung memeriksa 12 saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono mengatakan, keterangan para saksi dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya yang terjadi di Bursa Efek Indonesia.

Koran-jakarta.com / 17-09-2020

Sri Mulyani Kucurkan Rp20 T untuk Selamatkan Jiwasraya, Demokrat: Jujurlah pada Rakyat, Jangan Bersandiwara!

Keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelontorkan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 20 Triliun kepada PT BPUI tahun 2021 disorot oleh partai Demokrat. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Muhamad Rifai Darus meminta pemerintah jujur kepada rakyat dan tidak bermain drama untuk menghibur publik. Ia mempertanyakan mengapa negara yang kemudian akhirnya menanggung mega skandal perusahaan asuransi tersebut. MRD mengaku tidak yakin dengan janji pemerintah dalam menanggung masalah gagal bayar yang menimpa nasabah PT Jiwasraya.

Nkriku.com / 17-09-2020

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.883

IHSG (per 17 September 2020)

   5.038,40

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media: Kontan, Cnbcindonesia.com, Gresnews.com, Kontan.co.id, Koran-jakarta.com, Liputan6.com, Nkriku.com.

 

DOWNLOAD PDF