AAJI Daily News - 30 November 2020


Tanggal terbit (30 / 11 / 2020)

Senin, 30 November 2020

FM-CC-AAJI-06-001

 HEADLINE NEWS

  1. Klaim Meninggal Meningkat
  2. Premi Asuransi Jiwa Meningkat
  3. Pendapatan Investasi Minus Rp 17,57 Triliun
  4. Sinyal Perbaikan Di Asuransi Jiwa
  5. Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 25,1 Persen
  6. Pendapatan Asuransi Jiwa Merosot
  7. Kuartall III, Pendapatan Asuransi Jiwa Melambat 25%
  8. Triwulan III 2020, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 25,1%
  9. Pendapatan Industri Asuransi Masih Tertekan
  10. 2021, AAJI Harapkan Hasil Investasi Asuransi Jiwa Kembali Pulih
  11. Kuartal IV Bisa Lebih Baik
  12. Kontribusi Unitlink Masih Mendaki
  13. AAJI: Pendapatan premi positif beri sinyal kuartal IV-2020 membaik
  14. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 25,1% di Kuartal III
  15. AAJI: Klaim Surrender dan Meninggal Dunia Meningkat Pesat di Masa Pandemi
  16. Imbas Corona, Investasi Asuransi Jiwa Minus Rp 17,57 T di Q3
  17. Q-III Tahun 2020: Industri Asuransi Jiwa Relatif Stabil dan Berkomitmen Penuh Bayar Klaim
  18. AAJI Laporkan Kinerja Industri Asuransi Jiwa, Kuartal III 2020 Relatif Stabil serta Komitmen Bayar Klaim Sepanjang Tahun 2020
  19. Hasil investasi industri asuransi jiwa melambat pada kuartal III-2020
  20. Kuartal III-2020, Pendapatan Perusahaan Asuransi Jiwa Turun 25,1 Persen
  21. Kacau, Pendapatan Asuransi Jiwa Nyungsep 25,1% Gegara Covid-19
  22. Kuartal III, Total Pendapatan Asuransi Jiwa Melambat 25,1%
  23. Asuransi Jiwa Bayar Klaim dan Manfaat Rp 109 Triliun
  24. Dampak Covid-19, Pendapatan Investasi Asuransi Jiwa Merosot 252,8 Persen di Kuartal III 2020
  25. Kuartal III-2020, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Merosot 25,1 Persen
  26. AAJI: Penurunan pendapatan premi asuransi jiwa capai 7,9% hingga September 2020
  27. Meski Terdampak Pandemi, Pembayaran Klaim Asuransi Stabil
  28. Klaim Perawatan Pasien Covid-19 Meningkat meski Sudah Ditanggung Pemerintah
  29. Industri Asuransi Jiwa Relatif Stabil Saat Perlambatan Ekonomi Indonesia
  30. Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa
  31. Kuartal III-2020, Pendapatan Perusahaan Asuransi Jiwa Turun 25,1 Persen
  32. Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa
  33. OJK Catat Kinerja Asuransi Terus Bertumbuh, LRMA: Berdasarkan Kajian 18 Indikator
  34. Kuartal III Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 25,1 Persen
  35. Industri Asuransi Jiwa Relatif Stabil dan Berkomitmen Penuh Membayarkan Klaim sepanjang tahun 2020
  36. Kuartal III Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 25,1 Persen
  37. Melambat, Total Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Turun 7,9 Persen
  38. Kacau, Pendapatan Asuransi Jiwa Nyungsep 25,1% Gegara Covid-19
  39. Meski Terdampak Pandemi, Pembayaran Klaim Asuransi Stabil
  40. Kemarin, evaluasi PSN dan klaim asuransi naik akibat COVID-19
  41. Industri Asuransi Jiwa Masih Melambat
  42. Premi asuransi unitlink semakin mendominasi pendapatan premi asuransi jiwa
  43. Manulife Bayar Klaim Covid-19 Rp 54,5 Miliar
  44. Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Satu Tersangka Korporasi
  45. Asing Asuransi? Ini Paduan Lengkap dari Cara Daftar hingga Menutup Polis di Jiwasraya
  46. Periksa Saksi, Kejagung Telusuri Proses Jual Beli Saham dan Investasi Jiwasraya oleh Pieter Rasiman
  47. Meski Pandemi, Manulife Indonesia Tetap Optimal Layani Nasabah
  48. Pembayaran Klaim Manulife Terkait Covid-19 Capai Rp 54,5 Miliar
  49. Begini Cara Manulife Indonesia Optimalkan Layanan Nasabah di Era Pandemi Covid-19

TENTANG AAJI

Klaim Meninggal Meningkat

Ketua Bidang Keuangan Pajak dan Investasi AAJI Simon Imanto memaparkan bahwa pembayaran klaim pada periode Januari – September 2020 mencapai Rp109,61 triliun. Jumlah itu turun 3,4% yoy dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp113,52 triliun.

Bisnis Indonesia / 28-11-2020 Hal. 4

Premi Asuransi Jiwa Meningkat

AAJI mencatatkan perolehan premi kuartal III/2020 senilai Rp45,29 triliun, naik 2,5% qtq dari kuartal II/2020, meningkat dibandingkan dengan kuartal I/2020 senilai Rp44,52 triliun. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Albertus Wiroyo Karsono mengatakan ini menjadi indikasi positif. Pihaknya optimistis pertumbuhuan ini akan semakin baik. Secara kuartalan, pendapatan kuartal III/2020 senilai Rp50,94 triliun menurun 30,5% qtq dari kuartal II/2020. Namun, masih lebih baik dibandingkan dengan kuartal I/2020 dengan perolehan negative Rp0,67 triliun.

Bisnis Indonesia / 28-11-2020 Hal. 4

Pendapatan Investasi Minus Rp 17,57 Triliun

Pendapatan industri asuransi pada triwulan III-2020 minus Rp17,57 triliun. Hal ini terjadi sejalan dengan penurunan nilai portofolio dari instrumen pasar modal. AAJI mencatat, pendapatan hasil investasi dari 60 anggota asosiasi pada triwulan III-2020 anjlok sebesar 252,8 persen menjadi minus Rp17,57 triliun. Pada triwulan III-2019, pendapatan hasil investasinya sebesar Rp11,5 triliun. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, pendapatan investasi melambat sejalan dengan penurunan IHSG sejak awal tahun.

Kompas / 28-11-2020 Hal. 12

Sinyal Perbaikan Di Asuransi Jiwa

AAJI mengungkapkan pendapatan premi kuartal III-2020 mencapai Rp45,29 triliun atau tumbuh positif 2,5% jika dibandingkan dengan kuartal II-2020 mencapai Rp44,18 triliun. Ketua Bidang Pemasaran dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan ini indikasi positif yang menjadi dasar bagi pihaknya optimistis bahwa kuartal IV semakin membaik. Selain itu, kondisi pasar modal yang membaik dua bulan terakhir tumbuh positif diharapkan berlanjut serta didukung program pemulihan ekonomi nasional turut memberikan semangat perbaikan.

Media Indonesia / 28-11-2020 Hal. 11

Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 25,1 Persen

AAJI mencatat total pendapatan pada kuartal III 2020 mencapai Rp123,56 triliun. Angka itu turun 25,1 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menjelaskan, total pendapatan ini terdiri atas pendapatan premi Rp133,99 triliun dengan pertumbuhan minus 7,9 persen yoy. Pendapatan premi ini terdiri atas total premi bisnis baru Rp80,13 triliun atau minus 11,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar Rp90,51 triliun.

Republika / 28-11-2020 Hal. 4

Pendapatan Asuransi Jiwa Merosot

Kinerja industri asuransi jiwa hingga kuartal III-2020 melambat karena terdampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan pendapatan premi menurun serta imbal hasil investasi juga merosot. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, seperti halnya industri keuangan lainnya, asuransi jiwa juga masih menghadapi tantangan di kuartal III-2020. Menurut Wiroyo, total pendapatan industri tercatat 123,56 triliun rupiah atau turun 25,1 persen dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 165,08 triliun rupiah.

Koran Jakarta / 28-11-2020 Hal. 4

Kuartall III, Pendapatan Asuransi Jiwa Melambat 25%

Total pendapatan premi asuransi melambat 25,1% secara tahunan sampai dengan kuartal III-2020 menjadi Rp123,56 triliun. Perlambatan terutama dipengaruhi oleh kontraksi dari kinerja pendapatan premi dan hasil investasi. Meski demikian, kinerja asuransi jiwa telah mengalami proses pemulihan dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal sebelumnya.

Suara Pembaruan / 28-November-2020 Hal. 8

Triwulan III 2020, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 25,1%

Pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal III 2020 tercatat sebesar Rp123,56 triliun, turun 25,1% dibandingkan Rp165,08 triliun pada kuartal III 2019. Menurut Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono, pendapatan asuransi jiwa masih mengalami penurunan sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Total premi industri asuransi jiwa juga turun 7,9% dari Rp145,41 triliun pada triwulan III 2019 menjadi Rp133,99 triliun pada triwulan III 2020.

Suara Pembaruan / 28-29-November-2020 Hal. 8

Pendapatan Industri Asuransi Masih Tertekan

Kinerja industri asuransi jiwa masih mengalami tekanan karena adanya pandemi Covid-19. AAJI menyebutkan bahwa pendapatan premi secara industri masih mengalami kontrasksi sebesar 7,9% atau dari Rp145,41 triliun di kuarta III 2019 menjadi Rp133,99 triliun di kuartal III 2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menyampaikan secara kuartalan, premi asuransi jiwa masih mencatatkan pertumbuhan 2,5% dari Rp44,18 triliun di kuartal II menjadi Rp45,29 di kuartal III tahun ini. Hal ini tentunya menjadi indikasi positif.

HE Neraca / 30-11-2020 Hal. 5

2021, AAJI Harapkan Hasil Investasi Asuransi Jiwa Kembali Putih

AAJI berharap hasil investasi kembali pulih pada tahun depan seiring dengan tren pemulihan ekonomi nasional. Hasil investasi secara perlahan diharapkan bisa kembali tumbuh pada kisara 15-20%. Direktur AAJI Togar Pasaribu menyampaikan, tren perbaikan hasil investasi mulai terjadi. berdasarkan data AAJI, hasil investasi asuransi jiwa sampai dengan kuartal III-2020 memang merosot tajam sampai dengan 252,8% yoy. Hasil investasi turun dari Rp11,50 triliun pada kuartal III-2019 menjadi minus Rp17,57 triliun pada kuartal III-2020.

Investor Daily / 30-11-2020 Hal. 23

Kuartal IV Bisa Lebih Baik

AAJI menyatakan bahwa pendapatan premi dan investasi melambat. Namun, ada indikasi bahwa kinerja akan membaik pada kuartal terakhir 2020 ini. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menurutkan, perlambatan industri asuransi jiwa pada kuartal III 2020 sebessar 25,1% yoy terhadap total pendapatan. Sementara itu, pendapatan premi turun 7,9 persen yoy. Namun, nominal tersebut setara dengan peningkatan 2,5 persen ketimbang pendapatan premi kuartal II lalu. Wiroyo menambahkan, kondisi pasar modal mulai menuju ke arah yang positif. Selain itu, relaksasi OJK sangat membantu industro asuransi.

Jawa Pos / 30-11-2020 Hal. 3

Kontribusi Unitlink Masih Mendaki

Produk unitlink masih menjadi andalan industri asuransi jiwa dalam mencetak premi di tengah pandemi. AAJI mencatat, PAYDI berkontribusi 63,9% terhadap pendapatan premi hingga kuartal III-2020. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, Unitlink memang mengalami perlambatan sebesar 4,8% yoy. Padahal dari sisi nilai investasi per Oktober 2020 menurut data OJK turun 5,1% yoy menjadi Rp24,5 triliun. Ini tak lepas karena sekitar 80% investasi asuransi, berada pada instrument pasar modal.

Kontan / 30-11-2020 Hal. 3

AAJI: Pendapatan premi positif beri sinyal kuartal IV-2020 membaik

AAJI mengungkapkan pendapatan premi kuartal III-2020 mencapai Rp45,29 triliun atau tumbuh positif 2,5 persen dibandingkan kuartal II-2020 mencapai Rp44,18 triliun sehingga memberikan sinyal kinerja nstrume membaik pada kuartal IV-2020. Ketua Bidang Pemasaran dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, ini indikasi positif yang menjadi dasar bagi pihaknya optimis bahwa kuartal IV pertumbuhan semakin baik.

Antaranews.com / 27-11-2020

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 25,1% di Kuartal III

AAJI menyampaikan bahwa nstrume asuransi jiwa masih mengalami perlambatan sebagai akibat dari nstrume Covid-19. Perlambatan pada nstrume jiwa di kuartal III 2020 tercatat sebesar 25,1% pada total pendapatan, yaitu dari Rp 165,08 triliun di kuartal III 2019 menjadi Rp 123,56 triliun di kuartal III 2020. Total premi juga melambat sebesar 7,9% dari Rp 145,41 triliun menjadi Rp 133,99 triliun. Total premi bisnis baru melambat sebesar 11,5% dari Rp 90,51 triliun menjadi Rp 80,13 triliun. Sementara total premi lanjutan melambat sebesar 1,9% dari Rp 54,91 triliun menjadi Rp 53,87 triliun.

Beritasatu.com / 27-11-2020

AAJI: Klaim Surrender dan Meninggal Dunia Meningkat Pesat di Masa Pandemi

Ketua Bidang Keuangan, Pajak, dan Investasi AAJI Simon Imanto memaparkan bahwa pembayaran klaim pada periode Januari–September 2020 mencapai Rp109,61 triliun. Jumlah itu turun 3,4 persen (yoy) dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp113,52 triliun. Porsi klaim paling besar merupakan surrender atau nasabah yang menghentikan polis asuransi jiwanya. Hingga September 2020 atau selama ndustry Covid-19, klaim surrender mencapai Rp67,45 triliun atau 61,53 persen dari total klaim ndustry.

Bisnis.com / 27-11-2020

Imbas Corona, Investasi Asuransi Jiwa Minus Rp 17,57 T di Q3

AAJI mencatatkan penurunan hasil investasi yang cukup signifikan pada periode kuartal ketiga tahun ini. Menurut data AAJI, pendapatan hasil investasi di kuartal ketiga turun 252,8% menjadi minus Rp 17,57 triliun dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 11,50 triliun. Secara kuartalan, dari kuartal kedua ke kuartal ketiga juga masih turun sebesar 84,6% dari Rp 26,23 triliun menjadi Rp 4,05 triliun. Namun, AAJI optimis bahwa pada akhir tahun 2020 ini kondisi akan mulai membaik.

Cnbcindonesia.com / 27-11-2020

Q-III Tahun 2020: Industri Asuransi Jiwa Relatif Stabil dan Berkomitmen Penuh Bayar Klaim

AAJI menyampaikan bahwa nstrume asuransi jiwa masih mengalami perlambatan sebagai akibat dari nstrume Covid-19 untuk periode Kuartal III Tahun 2020 dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2019. Namun nstrume asuransi jiwa berpandangan optimis bahwa pada akhir tahun 2020 ini kondisi akan mulai membaik sejalan dengan keberhasilan percobaan vaksin Covid-19 diawal tahun nanti. Sebagai bentuk dari komitmen nstrume asuransi jiwa kepada nasabah, nstrume asuransi jiwa konsisten membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabahnya.

Economicreview.id / 27-11-2020

AAJI Laporkan Kinerja Industri Asuransi Jiwa, Kuartal III 2020 Relatif Stabil serta Komitmen Bayar Klaim Sepanjang Tahun 2020

AAJI menyampaikan, nstrume asuransi jiwa masih mengalami perlambatan sebagai akibat dari nstrume Covid-19 untuk periode Kuartal III Tahun 2020 dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2019. Namun nstrume asuransi jiwa berpandangan optimis bahwa pada akhir tahun 2020 ini kondisi akan mulai membaik sejalan dengan keberhasilan percobaan vaksin Covid-19 diawal tahun nanti. Optimisme kami juga didorong oleh relaksasi yang dikeluarkan oleh OJK pada Juni 2020 tentang penyesuaian dalam pemasaran dan penjualan PAYDI melalui pemanfaatan teknologi dalam nstrume asuransi jiwa.

Eksekutif.com / 27-11-2020

Hasil investasi nstrume asuransi jiwa melambat pada kuartal III-2020

Berdasarkan data AAJI, hasil investasi nstrume asuransi jiwa hingga kuartal III-2020 turun sebanyak 252,8%, dari Rp11,5 triliun di kuartal III-2019, menjadi Rp17,57 triliun di kuartal III-2020. Secara kuartal ke kuartal (qoq), hasil investasi pada kuartal III-2020 mengalami perlambatan 84,6% dari Rp26,23 triliun di kuartal II-2020, menjadi Rp4,05 triliun di kuartal III-2020. Ketua bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, penurunan hasil investasi disebabkan karena turunnya portofolio nilai investasi di nstrument saham dan reksa dana.

Google.co.id / 27-11-2020

Kuartal III-2020, Pendapatan Perusahaan Asuransi Jiwa Turun 25,1 Persen

AAJI melaporkan total pendapatan perusahaan asuransi jiwa pada kuartal III-2020 mencapai Rp 123,56 triliun, turun 25,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2019 sebesar Rp 165,08 triliun. Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI, Wiroyo Karsono mengatakan, total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal III-2020 hanya Rp 50,94 triliun, karena turunnya pendapatan premi dan hasil investasi. Angka ini turun 30,5 persen dibandingkan kuartal II-2020 sebesar Rp 73,3 triliun.

Ijn.co.id / 27-11-2020

Kacau, Pendapatan Asuransi Jiwa Nyungsep 25,1% Gegara Covid-19

AAJI menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa masih mengalami perlambatan sebagai akibat dari pandemi Covid-19 untuk periode Kuartal III Tahun 2020 dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2019. Tercatat, pendapatan industri asuransi jiwa di Kuartal III Tahun 2020 merosot 25,1% menjadi Rp123,56 triliun dari periode sebelumnya Rp 165,08 triliun di Kuartal III 2019. Turunnya pendapatan industri asuransi jiwa dikontribusikan oleh total pendapatan premi yang melambat sebesar 7,9% dari Rp 145,41 triliun menjadi Rp 133,99 triliun di Kuartal III Tahun 2020.

Investing.com / 27-11-2020

Kuartal III, Total Pendapatan Asuransi Jiwa Melambat 25,1%

Hingga kuartal III-2020, total pendapatan premi asuransi jiwa melambat 25,1% secara tahunan (yoy), menjadi sebesar Rp 123,56 triliun. Perlambatan itu terutama dipengaruhi kontraksi dari kinerja pendapatan premi dan hasil investasi. Data AAJI yang mencakup 58 perusahaan dari total 60 perusahaan asuransi mencatat, total pendapatan premi terkontraksi 7,9% (yoy) dari Rp 145,41 triliun di kuartal III-2019 menjadi sebesar Rp 133,99 triliun di kuartal III-2020. Kontraksi yang terjadi pada pendapatan premi dipengaruhi premi bisnis baru dan premi lanjutan yang belum mampu bergerak positif.

Investor.id / 27-11-2020

Asuransi Jiwa Bayar Klaim dan Manfaat Rp 109 Triliun

Industri asuransi jiwa membayar klaim dan manfaat sebesar Rp 109,61 triliun atau menurun 3,40% secara tahunan (yoy) sampai dengan September 2020. Kendati klaim secara total menurun, namun klaim meninggal dunia dan nilai tebus (surrender) tercatat meningkat. Dari data yang dihimpun AAJI terhadap 58 dari 60 perusahaan asuransi jiwa disebutkan, klaim akhir kontrak tercatat menurun 36,90% (yoy) menjadi Rp 11,68 triliun, klaim partial withdrawal pun menurun 18,50% (yoy) menjadi Rp 10,31 triliun, dan klaim lain-lain dibukukan Rp 3,72 triliun atau turun 22,3% (yoy).

Investor.id / 27-11-2020

Dampak Covid-19, Pendapatan Investasi Asuransi Jiwa Merosot 252,8 Persen di Kuartal III 2020

AAJI melaporkan, terjadi penurunan hasil investasi yang cukup dalam pada kuartal III tahun ini. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menjelaskan, hasil investasi industri asuransi jiwa sepanjang kuartal III 2020 turun 252,8 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ia menjelaskan pendapatan dari sisi investasi, karena hasil invesatsi melambat 252,8 persen, di mana tahun 2019 lalu kuartal III tercatat hasil investasi Rp 11,5 triliun, tahun ini minus 17,57 triliun.

Kompas.com / 27-11-2020

Kuartal III-2020, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Merosot 25,1 Persen

Kinerja industri asuransi jiwa turut terdampak pandemi Covid-19. AAJI mencatat hingga kuartal III-2020, total pendapatan sebesar Rp 123,56 triliun. Nilai tersebut merosot 25,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana total pendapatan industri asuransi mencapai Rp 165,08 triliun. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menjelaskan, pendapatan premi mengalami penurunan sebesar 7,9 persen dari Rp 145,41 triliun di kuartal III-2020 menjadi Rp 133,99 triliun.

Kompas.com / 27-11-2020

AAJI: Penurunan pendapatan premi asuransi jiwa capai 7,9% hingga September 2020

Industri asuransi jiwa masih dihadapi tantangan di tengah pandemi. AAJI membukukan pendapatan premi senilai Rp 133,99 triliun hingga September 2020. Nilai tersebut turun 7,9% secara yoy. Mengingat pendapatan premi AAJI pada periode yang sama tahun lalu masih mencapai Rp 145,41 triliun. Wiroyo Karsono, Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI mengatakan, dari total premi, premi bisnis baru melambat sebesar 11,5% dari Rp 90,51 triliun menjadi Rp 80,13 triliun. Sementara itu total premi lanjutan turun 1,9% dari Rp 54,91 triliun menjadi Rp 53,87 triliun.

Kontan.co.id / 27-11-2020

Meski Terdampak Pandemi, Pembayaran Klaim Asuransi Stabil

AAJI melaporkan total klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi pada kuartal III-2020 mengalami perlambatan sebesar 3,4 persen. Pada periode ini total yang telah dibayarkan perusahaan asuransi jiwa sebesar Rp 109,61 triliun. Ketua Bidang Keuangan, Pajak, & Investasi AAJI, Simon Imanto, menilai kondisi ini menunjukkan pembayaran polis tetap stabil. Secara kuartal, total klaim dan manfaat yang dibayarkan perusahaan mengalami peningkatan dari kuartal II-2020 ke kuartal III-2020 sebesar 26,7 persen dannominalnya Rp 31,47 triliun di kuartal II-2020 menjadi Rp 39,88 triliun di kuartal III-2020.

Liputan6.com / 27-11-2020

Klaim Perawatan Pasien Covid-19 Meningkat meski Sudah Ditanggung Pemerintah

Ketua Bidang Keuangan, Pajak, & Investasi AAJI, Simon Imanto mengatakan ada pengajuan klaim asuransi peserta polis asuransi jiwa untuk perawatan Covid-19. Padahal sudah ada kebijakkan pemerintah yang menanggung biaya perawatan pasien Covid-19. Ia mengatakan, ada peningkatan-peningkatan klaim khususnya kesehatan sebagian terkait dari perawatan Covid-19. Simon menjelaskan pengajuan klaim tersebut dilakukan secara individu. Peserta polis pun sebelumnya melakukan koordinasi dengan rumah sakit tempat perawatan terlebih dahulu.

Liputan6.com / 27-11-2020

Industri Asuransi Jiwa Relatif Stabil Saat Perlambatan Ekonomi Indonesia

Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI, Wiroyo Karsono mengatakan, seperti beberapa industri lainnya, industri asuransi jiwa masih menghadapi tantangan di Kuartal III Tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, dimana total pendapatan premi industri asuransi jiwa dan hasil investasi masih melambat. Namun, pihaknya  berpandangan optimis sambil tetap berhati-hati dalam mengambil langkah, selain itu juga melihat perkembangan pasar modal yang konsisten berada di zona positif pada Oktober dan November 2020 serta tren IHSG yang membaik.

Markettrack.id / 27-11-2020

Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa

AAJI melaporkan total klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi jiwa pada kuartal III-2020 mengalami perlambatan sebesar 3,4 persen. Pada periode ini, total yang telah dibayarkan perusahaan asuransi jiwa sebesar Rp109,61 triliun. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp113,52 persen. Ketua Bidang Keuangan, Pajak, & Investasi AAJI, Simon Imanto menilai kondisi ini menunjukkan pembayaran klaim asuransi tetap stabil meski sedang terjadi pandemi Covid-19.

Merdeka.com / 27-11-2020

Kuartal III-2020, Pendapatan Perusahaan Asuransi Jiwa Turun 25,1 Persen

AAJI melaporkan total pendapatan perusahaan asuransi jiwa pada kuartal III-2020 mencapai Rp123,56 triliun, turun 25,1% dibandingkan periode yang sama di 2019 sebesar Rp165,08 triliun. Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI, Wiroyo Karsono mengatakan, total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal III-2020 hanya Rp50,94 triliun. Sementara hasil investasi pada kuartal III-2020 mencapai Rp26,23 triliun, turun 84,6 persen dibandingkan kuartal II-2020 sebesar Rp4,05 di kuartal III-2020. Meski begitu, dia optimis pada di kuartal IV-2020 hasil investasi akan lebih baik.

Merdeka.com / 27-11-2020

Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan total klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi jiwa pada kuartal III-2020 mengalami perlambatan sebesar 3,4 persen. Pada periode ini, total yang telah dibayarkan perusahaan asuransi jiwa sebesar Rp109,61 triliun. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp113,52 persen. Ketua Bidang Keuangan, Pajak, & Investasi AAJI, Simon Imanto menilai kondisi ini menunjukkan pembayaran klaim asuransi tetap stabil meski sedang terjadi pandemi Covid-19. Secara kuartal, total klaim dan manfaat yang dibayarkan perusahaan mengalami peningkatan dari kuartal II-2020 ke kuartal III-2020 sebesar 26,7 persen. Adapun nominalnya Rp31,47 triliun di kuartal II-2020 menjadi Rp39,88 triliun di kuartal III-2020.

Merdeka.com / 27 November 2020

OJK Catat Kinerja Asuransi Terus Bertumbuh, LRMA: Berdasarkan Kajian 18 Indikator

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kinerja industri asuransi masih terkoreksi hingga kuartal III/2020 sebagai dampak dari pandemi Covid-19.  Namun sebelum pandemi,  yakni sepanjang 2019, kinerja industri asuransi di Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan signifikan.  "Pertumbuhan itu berdasarkan kajian pada 18 indikator kinerja keuangan asuransi jiwa dari neraca publikasi periode 2018 dan 2019 terhadap 50 dari total 54 perusahaan asuransi jiwa, dan ada empat perusahaan asuransi jiwa yang belum mempublikasikan neraca keuangan," kata Pemimpin Lembaga Riset Media Asuransi Mucharor Djalil pada Insurance Award 2020 secara virtual. Untuk pencapaian hasil kinerja perusahaan asuransi jiwa selama 2019, raihan tertinggi pada hasil investasi yang melesat hingga 250 persen, dari Rp8,75 triliun di tahun 2018 menjadi Rp30,62 triliun di 2019. Indikator untuk kas dan bank tumbuh sebesar 41 persen dari Rp11,46 triliun di akhir 2018 meningkat sebesar Rp16,19 triliun. Aset tumbuh 9,6 persen, pada 2018 ada di angka Rp480,68 triliun meningkat menjadi Rp526,63 triliun di 2019. Beban klaim dan manfaat mengalami kenaikan sebesar 19,4 persen, dari Rp120,33 triliun di 2018 menjadi Rp143,9 triliun di tahun 2019.  

pikiran-rakyat.com / 21 November 2020

Kuartal III Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 25,1 Persen

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, total pendapatan pada kuartal tiga 2020 sebesar Rp 123,56 triliun. Nilai tersebut turun 25,1 persen dibandingkan periode kuartal III tahun sebelumnya yang sebesar Rp 165,08 triliun. Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menjelaskan, total pendapatan ini terdiri atas pendapatan premi sebesar Rp 133,99 triliun yang tumbuh minus 7,9 persen. Pendapatan premi ini terdiri atas total premi bisnis baru Rp 80,13 triliun yang tumbuh minus 11,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar Rp 90,51 triliun. Sementara total premi lanjutan Rp 53,87 triliun atau turun 1,9 persen dibandingkan kuartal III 2019 sebesar Rp 54,91 triliun.

Republika.co.id / 27 November 2020

Industri Asuransi Jiwa Relatif Stabil dan Berkomitmen Penuh Membayarkan Klaim sepanjang tahun 2020

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) belum lama ini menyampaikan secara virtual Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III Tahun 2020, sebagai bentuk laporan kinerja industri asuransi jiwa kepada masyarakat. “Optimisme kami juga didorong oleh relaksasi yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada Juni 2020 tentang penyesuaian dalam pemasaran dan penjualan Produk Asuransi Yang Disertai Investasi (PAYDI) yang memungkinkan pertemuan tanpa tatap muka dan pemanfaatan teknologi dalam industri asuransi jiwa," kata Wiroyo Karsono, Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI. Ketua Bidang Keuangan, Pajak, & Investasi AAJI, Simon Imanto mengatakan, “AAJI menilai bahwa peningkatan polis yang ditebus (surrender) didorong banyaknya masyarakat yang membutuhkan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari terutama ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini." Sementara Ketua Bidang Kerjasama & Internasional AAJI, Elin Waty, menyebut AAJI memiliki langkah strategis untuk menumbuhkan industri, yaitu mendorong para pelaku dalam industri asuransi jiwa harus bersikap adaptif.

rmco.id / 27 November 2020

Kuartal III Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 25,1 Persen

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, total pendapatan pada kuartal tiga 2020 sebesar Rp 123,56 triliun. Nilai tersebut turun 25,1 persen dibandingkan periode kuartal III tahun sebelumnya yang sebesar Rp 165,08 triliun. Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menjelaskan, total pendapatan ini terdiri atas pendapatan premi sebesar Rp 133,99 triliun yang tumbuh minus 7,9 persen. Pendapatan premi ini terdiri atas total premi bisnis baru Rp 80,13 triliun yang tumbuh minus 11,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar Rp 90,51 triliun. Sementara total premi lanjutan Rp 53,87 triliun atau turun 1,9 persen dibandingkan kuartal III 2019 sebesar Rp 54,91 triliun.

telaah.id / 27 November 2020

Melambat, Total Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Turun 7,9 Persen

Industri asuransi jiwa mengalami perlambatan premi pada kuartal III-2020. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, total pendapatan premi sebesar Rp133,99 triliun. Angka tersebut menurun 7,9% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan Rp145,41 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan premi kuartal III 2020 masih tumbuh 2,5%. Nilainya sebesar Rp45,29 triliun, lebih tinggi ketimbang Rp44,18 triliun pada kuartal II-2020. Simon Imanto selaku Kepala Departemen Pajak dan Keuangan AAJI mengatakan, premi baru sebenarnya sempat tumbuh pada kuartal II-2020. Sebelumnya, total cadangan teknis AAJI sebesar Rp440,93 triliun pada kuartal III-2019. Ini pun berdampak pada total aset AAJI yang ikut melambat 10% yoy pada periode ini.

trenasia.com / 27 November 2020

Kacau, Pendapatan Asuransi Jiwa Nyungsep 25,1% Gegara Covid-19

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa masih mengalami perlambatan sebagai akibat dari pandemi Covid-19 untuk periode Kuartal III Tahun 2020 dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2019. Pendapatan industri asuransi jiwa di Kuartal III Tahun 2020 merosot 25,1% menjadi Rp123,56 triliun dari periode sebelumnya Rp 165,08 triliun di Kuartal III 2019. “Perlambatan pendapatan termasuk pendapatan premi terjadi di Kuartal III Tahun 2020, namun mengamati pergerakan dari Kuartal II Tahun 2020 hingga Kuartal III Tahun 2020, terjadi peningkatan pendapatan premi yaitu sebesar 2,5% dari Rp 44,18 triliun di Kuartal II Tahun 2020 menjadi Rp 45,29 triliun di Kuartal III Tahun 2020, ” kata Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI, Wiroyo Karsono.

Wartaekonomi.co.id / 27 November 2020

Meski Terdampak Pandemi, Pembayaran Klaim Asuransi Stabil

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan total klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi pada kuartal III-2020 mengalami perlambatan sebesar 3,4 persen. Pada periode ini total yang telah dibayarkan perusahaan asuransi jiwa sebesar Rp 109,61 triliun. Sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 113,52 persen. Ketua Bidang Keuangan, Pajak, & Investasi AAJI, Simon Imanto, menilai kondisi ini menunjukkan pembayaran polis tetap stabil meski sedang terjadi pandemi Covid-19. Secara kuartal, total klaim dan manfaat yang dibayarkan perusahaan mengalami peningkatan dari kuartal II-2020 ke kuartal III-2020 sebesar 26,7 persen. Adapun nominalnya Rp 31,47 triliun di kuartal II-2020 menjadi Rp 39,88 triliun di kuartal III-2020. Nilai tebus yang dibayarkan perusahaan asuransi juga mengalami peningkatan sebesar 9 persen tahun ini dibandingkan tahun lalu. Dari Rp 61,9 triliun pada kuartal III-2019 menjadi Rp 67,45 triliun di kuartal III-2020. Simon menilai peningkatan klaim ini dipicu pemegang polis yang membutuhkan dana tunai. Khususnya selama masa pandemi saat terjadi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Yahoo.com / 27 November 2020

Kemarin, evaluasi PSN dan klaim asuransi naik akibat COVID-19

AAJI mencatat total klaim meninggal dunia yang dibayarkan ndustry asuransi jiwa pada kuartal III-2020 mencapai Rp8,80 triliun atau naik 17,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2019 yang tercatat Rp7,49 triliun akibat ndustry COVID-19. Selain itu, Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 untuk mendorong percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagai hasil dari evaluasi terhadap 269 usulan proyek dari kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan swasta.

Antaranews.com / 28-11-2020

Industri Asuransi Jiwa Masih Melambat

AAJI menyampaikan bahwa ndustry asuransi jiwa masih mengalami perlambatan sebagai akibat dari ndustry Covid-19 untuk periode Kuartal III Tahun 2020 dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2019. Perlambatan pada ndustry jiwa di Kuartal III Tahun 2020 tercatat sebesar 25,1% pada Total Pendapatan, yaitu dari Rp 165,08 triliun di Kuartal III 2019 menjadi Rp 123,56 triliun di Kuartal III Tahun 2020. Sebagai bagian dari Total Pendapatan, Total Premi melambat sebesar 7,9% dari Rp 145,41 triliun menjadi Rp 133,99 triliun di Kuartal III Tahun 2020.

Indopos.co.id / 28-11-2020

Premi asuransi unitlink semakin mendominasi pendapatan premi asuransi jiwa

Industri asuransi jiwa masih mengandalkan produk unitlink di tengah pandemi.  AAJI mencatat PAYDI itu berkontribusi 63,9% terhadap pendapatan premi hingga kuartal ketiga 2020. AAJI mencatat, pendapatan premi 58 perusahaan dari 60 perusahaan asuransi jiwa mencapai Rp 133,99 triliun hingga September 2020. Nilai tersebut turun 7,9% yoy dari September 2019 yang sebesar Rp 145,41 triliun. Kontribusi premi dari unitlink semakin membesar dibandingkan kuartal kedua 2020 yang hanya berkontribusi 61,6% dari total pendapatan premi.

Kontan.co.id / 29-11-2020

INDUSTRI & ASURANSI

Manulife Bayar Klaim Covid-19 Rp 54,5 Miliar

PT Asuransi Jiwa Manulife mencatatkan pembayaran klaim terkait Covid-19 mencapai Rp54,5 miliah hingga 9 November 2020. Head of Corporate Communications & PR Ruthania Martinelly mengatakan, Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi Manulife Indonesia terutama bagaimana tetap terkoneksi dengan nasabah. Manulife Indonesia pun semakin menggalakkan digitalisasi dan memastikan para tenaga pemasar untuk tetap memberikan layanan melalui non-face to face.

Investor Daily / 30-11-2020 Hal. 24

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Satu Tersangka Korporasi

Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali mendalami kasus Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero). Giliran satu tersangka yang merupakan korporasi diperiksa. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, mengatakan tersangka korporasi yang dimintai keterangan yaitu PT Propera Asset Management yang diwakili oleh Yoseph Chandra selaku direktur utama.

Merdeka.com / 26-11-2020

Asing Asuransi? Ini Paduan Lengkap dari Cara Daftar hingga Menutup Polis di Jiwasraya

Asuransi, satu hal penting yang ternyata tak semua orang memahami dan memilikinya. Saat ini masih banyak kaum milenial dan gen Z yang buta asuransi. Dalam ulasan ini akan diberikan informasi lengkap mengenai cara untuk mendaftarkan diri ke Asuransi Jiwasraya, langkah pembayaran preminya, pengajuan klaim, cek saldo, prosedur pencairan dana, hingga cara menutup polis: Pertama, Cara Mendaftarkan Diri. Kedua, Langkah Pembayaran Premi. Ketiga, Pengajuan Klaim. Keempat, Cara Cek Saldo. Kelima, Prosedur Pencairan Dana.

Malangtimes.com / 28-11-2020

Periksa Saksi, Kejagung Telusuri Proses Jual Beli Saham dan Investasi Jiwasraya oleh Pieter Rasiman

Kejaksaan Agung kembali memeriksa saksi terkait kasus korupsi pengelolaan keuangan dana investasi Jiwasraya. Pemeriksaan tim jaksa penyidik Jampidsus Kejagung berkaitan dengan tersangka Direktur PT Himalaya Energi Perkasa Pieter Rasiman. Saksi yang diperiksa atau diminta keterangannya hari ini yaitu Tan Kian selaku Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti. Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono mengatakan, saksi Tan Kian diperiksa selaku pengurus maupun sebagai karyawan perusahaan properti yang dimanfaatkan oleh Pieter.

Tribunnews.com / 28-11-2020

Meski Pandemi, Manulife Indonesia Tetap Optimal Layani Nasabah

Virus Covid-19 telah banyak memakan korban. Seperti dialami Santi, seorang ibu dengan dua anak, yang kehilangan suami belum lama ini karena virus Covid 19. Lantas Santi menerima sejumlah Uang Pertanggungan (UP) atas kehilangan suaminya. UP tersebut disisihkan untuk membeli asuransi jiwa bersama Manulife, yaitu Primajaga 100. Terinspirasi kisah Santi, Manulife Indonesia memberikan apresiasi keringanan pembayaran premi selama satu tahun. Selama Covid-19, Manulife Indonesia sudah membayar klaim sejumlah Rp54,5 miliar per 9 November 2020.

Waspada.co.id / 28-11-2020

Pembayaran Klaim Manulife Terkait Covid-19 Capai Rp 54,5 Miliar

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatat, hingga 9 November 2020 pembayaran klaim terkait Covid-19 mencapai sebesar Rp 54,5 miliar. Head of Corporate Communications & PR Ruthania Martinelly mengatakan, Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi Manulife Indonesia terutama bagaimana tetap terkoneksi dengan nasabah. Manulife Indonesia pun semakin menggalakkan digitalisasi dan memastikan para tenaga pemasar untuk tetap memberikan layanan melalui non-face to face.

Investor.id / 29-11-2020

Begini Cara Manulife Indonesia Optimalkan Layanan Nasabah di Era Pandemi Covid-19

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland mengatakan adanya Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi Manulife Indonesia, terutama bagaimana cara untuk tetap terkoneksi dengan nasabah. Upaya Manulife Indonesia untuk memberikan layanan yang lebih optimal terutama di era pandemi, yakni memanfaatkan layanan non face to face untuk nasabah, memperluas aplikasi digital untuk nasabah guna memudahkan mereka dalam mengakses layanan, seperti submit klaim, cek polis melalui MiAccount.

Tribunnews.com / 29-11-2020

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.090

IHSG (per 27 November 2020)

   5.783,34

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, Jawa Pos, Kompas, Kontan, Koran Jakarta, Investor Daily, Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan, Antaranews, Beritasatu.com, Bisnis.com, Cnbcindonesia.com, Economicreview.id, Eksekutif.com, Google.co.id, Ijn.co.id, Investing.com, Investor.id, Indopos.co.id, Kompas.com, Kontan.co.id, Liputan6.com, Malangtimes.com, Markettrack.id, Merdeka.com, Pikiran-rakyat.com, Republika.co.id, Rmco.id, Telaah.id, Trenasia.com, Tribunnews.com, Wartaekonomi.co.id, Waspada.co.id, Yahoo.com.

 

DOWNLOAD PDF