AAJI Daily News - 5 Oktober 2020


Tanggal terbit (05 / 10 / 2020)

Senin, 5 Oktober 2020  

FM-CC-AAJI-06-001

 HEADLINE NEWS

  1. [Foto] Polis Asuransi
  2. [Foto] Klaim Asuransi Jiwa
  3. Skema Penyelamatan Jiwasraya, Pemerintah Suntik Rp 22 Triliun
  4. Bumiputera Nantikan Respons OJK
  5. IFG Life Bisa Kantongi Izin Desember
  6. Semua Hak Nasabah Jiwasraya Dipenuhi
  7. Delapan Bulan, Pemegang Polis WanaArtha Life Nantikan Pengembalian Manfaat
  8. Soal Jiwasraya, Restrukturisasi Lebih Baik Dibandingkan Likuidasi
  9. BPUI Siap Ajukan Izin IFG Life ke OJK di Desember
  10. Jiwasraya: Penyelamatan Polis Bantu Pensiunan
  11. Jiwasraya Disuntik Rp 22 T, Sikap Netizen Terbelah
  12. Jiwasraya Utamakan Pembayaran Polis Pensiunan
  13. Penyelamatan Polis Jiwasraya untuk Selamatkan Pensiunan
  14. Jiwasraya Rugi Rp16,8 Triliun, Hexana Sebut Itu Nilai Kerugian Minimal
  15. Periode Sanksi SP3 Bumiputera Masuki Tenggat Waktu, Bagaimana Nasib Perusahaan?
  16. Heboh! Ramai-ramai Protes Suntikan Negara ke Jiwasraya Rp22 T
  17. Nasabah Jiwasraya: Tak Dukung Suntikan Modal Tidak Pro Rakyat
  18. Forsawa Bersatu: Derita Tiada Akhir Pemegang Polis Wanaartha Life
  19. Ada 140 korporasi telah menyetujui restrukturisasi polis Jiwasraya
  20. WanaArtha Diminta Tak Curi Kesempatan di Kasus Jiwasraya
  21. Pemerintah akan Suntikan Dana Rp22 Triliun bagi Jiwasraya, Fahri Hamzah: Biarkan Aja Bangkrut
  22. OJK Harus Lebih Maksimal Beri Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan
  23. Teknologi Dorong Pertumbuhan Asuransi Negara Berkembang
  24. Riset McKinsey: Asuransi Jiwa Meningkat Sedekade Terakhir

TENTANG AAJI

[Foto] Polis Asuransi

AAJI mencatat, jumlah total polis mengalami penurunan sebesar 8,1% dari 17,6 juta polis menjadi sekitar 16,2 juta pada semester I 2020.

Kontan / 05-10-2020 Hal. 10

[Foto] Klaim Asuransi Jiwa

AAJI mencatat jumlah klaim perusahaan asuransi jiwa terkait Covid-19 mencapai Rp216,03 miliar untuk 1.642 polis. Pembayaran klaim oleh 56 perusahaan asuransi tersebut terjadi pada rentang Maret-Juni 2020.

Investor Daily / 05-10-2020 Hal. 23

INDUSTRI & ASURANSI

Skema Penyelamatan Jiwasraya, Pemerintah Suntik Rp 22 Triliun

Pemerintah akan menyuntik modal sebesar Rp22 triliun dalam skema penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dana tersebut akan disalurkan melalui PT BPUI guna membentuk perusahaan asuransi baru, entitas penyelamat Jiwasraya. Adapun opsi penyelamatan polis yang diajukan oleh pemerintah dilaksanakan atas dasar itikad baik guna menyelamatkan dan melindungi pemegang polis. Namun demikian, skema yang dijalankan tetap memperhatikan kemampuan fiscal negara yang serba terbatas ini.

Investor Daily / 3-4 Oktober 2020 Hal. 11

Bumiputera Nantikan Respons OJK

Sekretaris Perusahaan Bumiputera Hery Darmawansyah menjelaskan bahwa Bumiputera Kembali mengajukan nama direksi untuk melepaskan diri dari sanksi administrasi SP3. Hery menjelaskan bahwa Bumiputera masih menunggu penyelesaian proses fit and proper test dari OJK. Dia pun menyatakan bahwa Bumiputera akan memenuhi syarat dan ketentuan tersebut.

Bisnis Indonesia / 05-10-2020 Hal. 15

IFG Life Bisa Kantongi Izin Desember

IFG Life diharapkan bisa mengantongi izin dari OJK pada Desember 2020. Direktur Utama PT BPUI Robertus Billitea mengatakan pendirian perusahaan baru itu tengah menanti lampu hijau dari OJK. Adapun, IFG Life bakal memerlukan dana Rp24,7 triliun. Dari kebutuhan tersebut, Rp22 triliun diantaranya berasal dari PMN.

Bisnis Indonesia / 05-10-2020 Hal. 15

Semua Hak Nasabah Jiwasraya Dipenuhi

Kementerian BUMN dan manajemen baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memastikan semua hak nasabah Jiwasraya dipenuhi. Pemerintah selaku pemegang saham akan memberikan PMN lewat PT BPUI senilai Rp 22 triliun yang dibayarkan dalam dua tahap, yakni 12 triliun pada tahun 2021 dan Rp 10 triliun tahun 2022. Proragm ini membuat pemegang polis tetap dapat Sebagian besar dari haknya, di mana nilainya jauh lebih baik dibandingkan opsi likuidasi. Program in ijuga menjaga kepercayaan pemegang polis secara khusus masyarakat umum terhadap BUMN.

Investor Daily / 05-10-2020 Hal. 1&12

Delapan Bulan, Pemegang Polis WanaArtha Life Nantikan Pengembalian Manfaat

Para pemegang polis PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha menantikan upaya perseroan untuk mengembalikan nilai pokok dan manfaat polis, setelah tercatat gagal bayar selama delapan bulan. Selain itu, aksi nyata dari koordinasi lebih lanjut antara Kejagung dengan OJK turut dinantikan para pemegang polis. Ketua Forum Nasabah Wanaartha Bersatu Parulian Sipahutar mengemukakan, para pemegang polis mengharapkan kebenaran bisa ditegakkan sekaligus tidak merugikan pemegang polis. Pihaknya mendukung segala proses hukum yang sedang berjalan.

Investor Daily / 05-10-2020 Hal. 23

Soal Jiwasraya, Restrukturisasi Lebih Baik Dibandingkan Likuidasi

Program penyelamatan polis yang ditawarkan pemerintah dan manajemen baru atas masalah keuangan yang dihadapi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dinilai merupakan solusi terbaik untuk memenuhi hak para pemegang polis. Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan, langkah penyelamatan polis ini menjadi satu-satunya pilihan yang harus diambil pemerintah, ketimbang harus melikuidasi Jiwasraya yang diyakini akan menambah kerugian para pemegang polis.

HE Neraca / 05-10-2020 Hal. 5

BPUI Siap Ajukan Izin IFG Life ke OJK di Desember

PT BPUI sebagai holding perusahaan asuransi pelat merah segera meminta izin IFG Life ke OJK. BPUI menargetkan Desember 2020, sudah mendapat izin dari OJK. Dengan IFG Life BUMN punya asuransi baru yang kuat dan mampu bersaing di Indonesia. Direktur Utama BPUI Robertus Bilitea yakin, perusahaan baru ini akan memiliki skema bisnis yang cukup bagus dan ekosistem yang bagus. Perusahaan ini nantinya akan menggarap bisnis asuransi jiwa, program dana pensiun maupun restrukturasi Jiwasraya.

Kontan / 05-10-2020 Hal. 10

Jiwasraya: Penyelamatan Polis Bantu Pensiunan

Manajemen baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) meyakini program penyelamatan polis yang diinisasi pemerintah akan menyelamatkan pemegang polis Jiwasraya, khususnya yang mengikuti program pensiun. Hingga 31 Agustus 2020, 90 persen dari 2,63 juta pemegang polis Jiwasraya adalah pemegang polis program pensiunan dan masyarakat menengah ke bawah. Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko mengatakan, peserta program pensiunan Jiwasaya ada yang Yayasan Guru dengan jumlah peserta 9.000. Jika tidak ada program tersebut, mereka akan terdampak.

Koran Jakarta / 05-10-2020 Hal. 5

Jiwasraya Disuntik Rp 22 T, Sikap Netizen Terbelah

Keputusan pemerintah yang akan menyuntikkan dana hingga Rp22 triliun untuk penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai tahun depan dikritik netizen. Hal itu dinilai justru hanya akan membebani masyarakat. Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menilai, keputusan melakukan bailout untuk Jiwasraya tidak tepat dan benar-benar berbahaya. Kusmansadik mengungkapkan, uang 22T itu jelas membebani keuangan negara. Ujungnya, rakyat juga yang nanti menanggungnya.

Rakyat Merdeka / 05-10-2020 Hal. 4

Jiwasraya Utamakan Pembayaran Polis Pensiunan

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) meyakini program penyelamatan polis yang diinisasi pemerintah akan menyelamatkan pemegang polis Jiwasraya, khususnya yang mengikuti program pensiun. Hingga 31 Agustus 2020, 90 persen dari 2,63 juta pemegang polis Jiwasraya adalah pemegang polis program pensiunan dan masyarakat menengah ke bawah. Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko mengatakan, peserta program pensiunan Jiwasaya ada yang Yayasan Guru dengan jumlah peserta 9.000. Jika tidak ada program penyelamatan polis, mereka akan terdampak.

Republika / 05-10-2020 Hal. 3

Penyelamatan Polis Jiwasraya untuk Selamatkan Pensiunan

Manajemen baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) meyakini program penyelamatan polis yang diinisasi pemerintah akan menyelamatkan pemegang polis Jiwasraya, khususnya yang mengikuti program pensiun. Hingga 31 Agustus 2020, 90 persen dari 2,63 juta pemegang polis Jiwasraya adalah pemegang polis program pensiunan dan masyarakat menengah ke bawah. Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko mengatakan, peserta program pensiunan Jiwasaya ada yang Yayasan Guru dengan jumlah peserta 9.000. Jika tidak ada program tersebut, mereka akan terdampak.

Suara Pembaruan / 05-10-2020 Hal. 9

Jiwasraya Rugi Rp16,8 Triliun, Hexana Sebut Itu Nilai Kerugian Minimal

Nilai kerugian PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berdasarkan hasil audit investigasi BPK yakni Rp16,8 triliun disebut belum mencakup seluruh kerugian Jiwasraya. Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko memerinci bahwa Jiwasraya menghadai kondisi keuangan yang serius sehingga tidak mampu memenuhi kewajibannya secara penuh yang didorong faktor; likuiditas dan solvabilitas sebenarnya sudah terjadi sejak lama, tata kelola tidak sesuat dengan standar pasar, tata kelola investasi tidak sehat dan tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dan ada dugaan fraud dari manajemen lama.

Bisnis.com / 04-10-2020

Periode Sanksi SP3 Bumiputera Masuki Tenggat Waktu, Bagaimana Nasib Perusahaan?

Masa berlaku surat peringatan ketiga atau SP3 dari OJK kepada AJB Bumiputera 1912 berakhir pada awal Oktober 2020. Namun, hingga saat ini belum terdapat informasi penyelesaian masalah yang menimbulkan sanksi tersebut. Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah menjelaskan bahwa sampai surat tersebut diterbikan, Bumiputera hanya memiliki dua orang direksi dan satu orang komisaris yang telah lulus uji penilaian kemampuan dan kepatutan di otoritas.

Bisnis.com / 04-10-2020

Heboh! Ramai-ramai Protes Suntikan Negara ke Jiwasraya Rp22 T

Beberapa politisi dan pegiat media sosial memprotes mengenai rencana pemerintah menyuntik PT Jiwasraya (Persero) melalui pendirian perusahaan asuransi jiwa IFG Life sebesar Rp 22 triliun. Kritik keras misalnya datang dari Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia. Dia menyebut negara tak seharusnya negara turun tangan menyelamatkan BUMN yang dilanda korupsi. Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid juga menegaskan, partainya menolak rencana penyuntikan dana PMN kepada Jiwasraya.

Cnbcindonesia.com / 04-10-2020

Nasabah Jiwasraya: Tak Dukung Suntikan Modal Tidak Pro Rakyat

Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menilai pihak yang tidak mendukung PMN terhadap PT BPUI untuk restrukturisasi polis nasabah BUMN asuransi adalah pihak-pihak yang tidak mendukung rakyat. Agung Setiawan, salah satu nasabah mengatakan suntikan modal negara ke BPUI merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk menyelesaikan masalah gagal bayar Jiwasraya. Menurut dia, banyak pihak memanfaatkan media sosial untuk menolak PMN sebagai kepentingan pribadi dan kelompok.

Cnnindonesia.com / 04-10-2020

Forsawa Bersatu: Derita Tiada Akhir Pemegang Polis Wanaartha Life

Forum Nasabah Wanaartha Bersatu (Forsawa Bersatu) mengungkapkan bahwa apa yang mereka alami selama ini merupakan derita tiada akhir. Ketua Forsawa Bersatu Parulian Sipahutar menyebutkan, 8 bulan sudah sejak Wanaartha Life pertama kali menginformasikan kepada Pemegang Polis Wanaartha bahwa Wanaartha Life tidak dapat melakukan kewajibannya membayar nilai tunai manfaat dan pencairan pokok polis dikarenakan adanya pemblokiran dan penyitaan Sub Rekening Efek milik Wanaartha Life dalam indikasi kasus Jiwasraya.

Investor.id / 04-10-2020

Ada 140 korporasi telah menyetujui restrukturisasi polis Jiwasraya

Hingga saat ini, sudah ada 140 korporasi menyetujui restrukturisasi polis Jiwasraya. Korporasi itu terdiri dari anak BUMN, anak usaha BUMN, BUMD hingga swasta. Sekretaris Perusahaan Kompyang Wibisana untuk restrukturisasi nasabah ritel dan bancassurance masih menunggu keputusan besaran bantuan pemerintah untuk program penyelamatan polis mereka. Menurut Kompyang, korporasi tersebut merupakan pemegang polis asuransi tradisional. Adapun nasabah bancassurance merupakan para pemegang polis Saving Plan.

Kontan.co.id / 04-10-2020

WanaArtha Diminta Tak Curi Kesempatan di Kasus Jiwasraya

Anggota Komisi III DPR Wihadi Wiyanto mengingatkan WanaArtha Life agar tidak mengambil kesempatan dari kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pihak WanaArtha terkesan ingin menyalahkan Kejagung atas gagal bayar perusahaan mereka kepada nasabah. Menurutnya, efek domino gagal bayar Jiwasraya cukup besar dan memengaruhi beberapa lembaga keuangan lain. Ia melihat memang ada irisan, tapi kegagalan bayar WanaArtha jangan dilimpahkan ke Jiwasraya.

Medcom.id / 04-10-2020

Pemerintah akan Suntikan Dana Rp22 Triliun bagi Jiwasraya, Fahri Hamzah: Biarkan Aja Bangkrut

Saat ini pemerintah telah berencana untuk menyuntikkan dana pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Penyuntikan dana senilai total Rp22 triliun ini digunakan untuk penyelamatan perusahaan yang akan diberikan pada tahun depan. Namun ternyata langkah pemerintah terkait penyuntikan dana ini malah mendapatkan kritikan tajam. Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menilai suntikan dana Jiwasraya melalui PMN secara bertahap itu berbahaya. Fahri menilai, Jiwasraya tidak perlu diselamatkan, lebih baik dibiarkan bangkrut atau dijual saja.

Pikiran-rakyat.com / 04-10-2020

Regulasi & Makro Ekonomi

OJK Harus Lebih Maksimal Beri Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan

Anggota Komisi XI DPR RI Rudi Hartono Bangun dengan tegas menghimbau OJK untuk memaksimalkan kinerjanya dalam bidang perlindungan konsumen. Pihaknya minta kepada Pak Wimboh (Ketua Dewan Komisioner OJK), agar lebih banyak lagi melakukan perlindungan konsumen, serta memberikan literasi, edukasi, dan sosialisasi produk jasa keuangan baik perbankan dan non-perbankan ditengah pandemi Covid-19. Ia menilai perlu tetap up to date-nya semua informasi industri keuangan disampaikan kepada masyarakat hingga tingkat perekonomian bawah sekalipun.

Tribunnews.com / 04-10-2020

Teknologi Dorong Pertumbuhan Asuransi Negara Berkembang

Lembaga riset McKinsey menyampaikan terdapat banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan asuransi jiwa di negara berkembang. Meskipun, penetrasi asuransi jiwa di sana masih rendah. Teknologi berperan besar dalam mendorong pertumbuhan premi asuransi dari negara-negara berkembang terutama di Asia. Terdapat tantangan baru yang lahir dalam satu dekade terakhir bagi industri asuransi jiwa di negara-negara berkembang, khususnya di Asia, yakni ketidakpastian imbal hasil bagi shareholders. McKinsey mencatat terdapat volatilitas imbal hasil di pasar Asia Pasifik.

Republika.co.id / 04-10-2020

Riset McKinsey: Asuransi Jiwa Meningkat Sedekade Terakhir

McKinsey mempublikasikan laporan bertajuk The Future of Life Insurance yang menggambarkan kinerja industri asuransi jiwa. McKinsey mencatat, industri asuransi jiwa mencatatkan perkembangan pesat di negara-negara berkembang. Angka itu menyumbang porsi pertumbuhan premi terbesar secara global dalam sepuluh tahun terakhir. Salah satu temuan paling mencolok adalah tumbuhnya kontribusi premi asuransi jiwa di negara-negara berkembang terhadap total premi secara global.

Republika.co.id / 04-10-2020

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.865

IHSG (per 2 Oktober  2020)

   4.926,73

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:  Bisnis Indonesia, Investor Daily, HE Neraca, Kontan, Koran Jakarta, Rakyat Merdeka, Republika, Suara Pembaruan, Bisnis.com, Cnbcindonesia.com, Cnnindonesia.com, Investor.id, Kontan.co.id, Medcom.id, Pikiran-rakyat.com, Republika.co.id Tribunnews.com.

 

DOWNLOAD PDF