AAJI Daily News - 24 Januari 2020


Tanggal terbit (24 / 01 / 2020)

HEADLINE NEWS

 

  1. AAJI Minta Lembaga Penjamin Pemegang Polis Segera Dibentuk
  2. AAJI Minta Penjamin Polis
  3. AAJI Optimistis Industri Asuransi Jiwa di Sulsel Tumbuh Positif
  4. Industri Asuransi Jiwa Merupakan Industri dengan Prinsip Kehati-Hatian
  5. Dua Hal yang Bisa Selesaikan Gagal Bayar Jiwasraya
  6. Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI: Itu Bukan Tolok Ukur Industri
  7. Simak tips membeli produk asuransi saving plan yang aman menurut AAJI
  8. Berkaca dari Jiwasraya, AAJI minta pemerintah segera bentuk lembaga penjamin polis
  9. Simak tips membeli produk asuransi saving plan yang aman menurut AAJI
  10. Soal Kasus Jiwasraya, Ini Kata AAJI
  11. Hingga Kuartal III 2019, Aset Asuransi Jiwa Capai Rp548 Triliun
  12. Simak tips membeli produk asuransi saving plan yang aman menurut AAJI
  13. Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI: Peraturan di Asuransi Jiwa Ketat Tapi...
  14. Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI: Itu Bukan Tolok Ukur Industri
  15. Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI Bilang Produk Saving Plan Itu...
  16. Fenomena Gagal Bayar Asuransi, Ombudsman Bentuk Tim Investigasi
  17. Tak Miliki Utang ke Jiwasraya, MTN Hanson Sudah Lunas pada 2016
  18. Kasus Jiwasraya, Panja Komisi VI DPR Panggil Erick Thohir
  19. Pembayaran Polis Jiwasraya Belum Jelas
  20. Kasus Jiwasraya Tergolong Pelanggaran Moralitas Berat
  21. Hanson telah Lunasi Utang ke Jiwasraya
  22. Bikin Geleng-Geleng, Jiwasraya Bobol Pengawasan Super Ketat di Asuransi Jiwa
  23. Asuransi Jiwa Catat Penebusan Polis Naik Jadi Rp 54,48 Triliun
  24. Bumiputera Siap Lunasi Klaim Rp 9,6 T, tapi Butuh 10 Tahun
  25. Benarkah Ada Distrust di Industri Asuransi Karena Jiwasraya?
  26. Reformasi Industri Asuransi Mendesak
  27. Siapkan Transformasi Asuransi
  28. Disetop Gara-Gara Kasus Jiwasraya
  29. Ironi Asuransi
  30. Isu Bubarkan OJK, Aviliani: Bahaya Bagi Kepercayaan Investor
  31. Struktur Industri Kurang Seimbang
  32. OJK Anggap Kasus Jiwasraya Perkara Kecil, DPR dan Ombudsman Bereaksi

 

 

 

TENTANG AAJI

 

1. AAJI Minta Lembaga Penjamin Pemegang Polis Segera Dibentuk

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong agar pemerintah segera melaksanakan dan membentuk lembaga penjamin pemegang polis (LPPP). Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah menyelesaikan permasalahan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), sehingga pemenuhan kewajiban pembayaran kepada nasabah dapat segera dilaksanakan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Perasuransian. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu juga berharap, agar pemerintah terus melaksanakan pengawasan berbasis risiko secara intensif dan efektif sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada nasabah serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara tepat.

Investor Daily / 24-01-2020 Hal. 20

 

2. AAJI Minta Penjamin Polis

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong agar pemerintah segera melaksanakan dan membentuk lembaga penjamin pemegang polis (LPPP). Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah menyelesaikan permasalahan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), sehingga pemenuhan kewajiban pembayaran kepada nasabah dapat segera dilaksanakan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Perasuransian. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu juga berharap, agar pemerintah terus melaksanakan pengawasan berbasis risiko secara intensif dan efektif sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada nasabah serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara tepat.

Kontan / 24-01-2020 Hal. 20

 

3. AAJI Optimistis Industri Asuransi Jiwa di Sulsel Tumbuh Positif

Industri asuransi jiwa di Sulawesi Selatan diyakini akan tetap tumbuh positif pada tahun 2020 kendati dibayangi kasus Jiwasraya. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Sulsel, Andy Anwar, menilai, tingkat pemahaman masyarakat mengenai asuransi jiwa semakin tinggi.

Bisnis.com / 23-01-2020

 

4. Industri Asuransi Jiwa Merupakan Industri dengan Prinsip Kehati-Hatian

Industri asuransi jiwa, sebagai bagian dari industri jasa keuangan, merupakan industri yang harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk etika dalam berusaha. AAJI berpendapat bahwa jika Undang-Undang Perasuransian beserta peraturan pelaksanaan seperti yang diuraikan diatas dilaksanakan sepenuhnya oleh setiap pihak dan pemangku kepentingan, maka perkembangan yang terjadi pada industri jiwa akhir-akhir ini dapat dihindarkan.

Industry.co .id / 23-01-2020

 

5. Dua Hal yang Bisa Selesaikan Gagal Bayar Jiwasraya

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menilai Pemerintah dan regulator telah menugaskan orang-orang kompeten untuk menyelesaikan persoalan Jiwasraya. Dalam kaitannya dengan penerapan UU Nomor 40 Tahun 2014 tersebut, ada dua hal yang bisa dijadikan acuan untuk menyelesaikan persoalan Jiwasraya secara khusus, pun untuk keseluruhan perusahaan asuransi lainnya secara umum. Yang pertama adalah terkait dengan pengendali perusahaan perasuransian dalam hal ini pemegang saham, salah satunya melihat bahwa hitam di atas putih dalam Undang-undang Nomor 40 dikatakan bahwa pengendali bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atau disebabkan oleh pihak yang dalam kendalinya. Yang kedua adalah, ada pasal yang lainnya mengatakan dalam UU Nomor 40 tahun 2014, bahwa 3 tahun setelah undang-undang perasuransian Nomor 40 sudah di perundangkan harus ada LPPP-nya (Lembaga Penjamin Pemegang Polis).

Infobanknews.com / 23-01-2020

 

6. Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI: Itu Bukan Tolok Ukur Industri

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memastikan kasus gagal bayar Jiwasraya tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kondisi industri asuransi jiwa secara menyeluruh. Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, mengatakan industri asuransi jiwa telah mencatat peningkatan pembayaran manfaat asuransi jiwa per kuartal III-2019. Tercatat, per kuartal III-2019 terjadi kenaikan pembayaran total klaim dan manfaat sebesar 17,4 % dengan menjadi Rp104,30 triliun dibandingkan dengan kuartal III-tahun 2018 yang sebesar Rp 88,82 triliun.

Investing.com / 23-01-2020

 

7. Simak tips membeli produk asuransi saving plan yang aman menurut AAJI

Produk saving plan menjadi pembicaraan hangat pasca kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, ada tiga tips memilih produk saving plan yang tepat bagi masyarakat. Pertama, pilih asuransi pada perusahaan asuransi yang resmi terdaftar dan diawasi oleh otoritas atau regulator di Indonesia. Kedua, kenali perusahaan asuransi yang akan dipilih melalui kinerja perusahaan asuransi yang dapat dilihat pada laporan kinerja keuangan yang bisa diakses secara luas. Ketiga, pahami produk yang akan dipilih, pastikan sesuai kebutuhan..

Kontan.co.id / 23-01-2020

 

8. Berkaca dari Jiwasraya, AAJI minta pemerintah segera bentuk lembaga penjamin polis

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong agar pemerintah dapat segera melaksanakan dan membentuk Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP). Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, agar pemerintah terus melaksanakan pengawasan berbasis risiko (risk-based supervision) secara intensif dan efektif sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada nasabah serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara tepat.

Kontan.co.id / 23-01-2020

 

9. Simak tips membeli produk asuransi saving plan yang aman menurut AAJI

Produk saving plan menjadi pembicaraan hangat pasca kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, ada tiga tips memilih produk saving plan yang tepat bagi masyarakat. Pertama, pilih asuransi pada perusahaan asuransi yang resmi terdaftar dan diawasi oleh otoritas atau regulator di Indonesia. Kedua, kenali perusahaan asuransi yang akan dipilih melalui kinerja perusahaan asuransi yang dapat dilihat pada laporan kinerja keuangan yang bisa diakses secara luas. Ketiga, pahami produk yang akan dipilih, pastikan sesuai kebutuhan..

Msn.com / 23-01-2020

 

10. Soal Kasus Jiwasraya, Ini Kata AAJI

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, Kejadian gagal bayar ini tidak dapat dijadikan tolok ukur mengenai kondisi asuransi jiwa secara menyeluruh. Menurut dia, hingga Desember 2019 AAJI memiliki 60 perusahaan asuransi jiwa sebagai anggota. Togar mengatakan, industri asuransi jiwa pada kuartal III tahun 2019 telah mencatat peningkatan pembayaran manfaat. Untuk total klaim dan manfaat yang dibayarkan pada tahun 2018 kuartal tiga adalah Rp 88,82 triliun, sementara kuartal tiga tahun 2019 adalah Rp 104,3 triliun. Ini artinya ada kenaikan 17,4 persen. Dengan mengacu kepada data anggota asuransi jiwa per kuartal III tahun 2019, industri asuransi jiwa telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Indonesia.

Pontas.id / 23-01-2020

 

11. Hingga Kuartal III 2019, Aset Asuransi Jiwa Capai Rp548 Triliun

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu, mengatakan industri asuransi jiwa pada kuartal III 2019 mencapai 62.581.600 nasabah asuransi jiwa. Angka ini meningkat 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Adapun total aset industri asuransi jiwa berjumlah Rp 548,72 triliun. Dampak lain perkembangan industri asuransi juga dari menghasilkan lapangan kerja. Sampai dengan kuartal III 2019 terdapat 622.286 agen asuransi jiwa dan 21.493 karyawan.

Sindonews.com / 23-01-2020

 

12. Simak tips membeli produk asuransi saving plan yang aman menurut AAJI

Produk saving plan menjadi pembicaraan hangat pasca kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, ada tiga tips memilih produk saving plan yang tepat bagi masyarakat. Pertama, pilih asuransi pada perusahaan asuransi yang resmi terdaftar dan diawasi oleh otoritas atau regulator di Indonesia. Kedua, kenali perusahaan asuransi yang akan dipilih melalui kinerja perusahaan asuransi yang dapat dilihat pada laporan kinerja keuangan yang bisa diakses secara luas. Ketiga, pahami produk yang akan dipilih, pastikan sesuai kebutuhan.

Today.line.me / 23-01-2020

 

13. Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI: Peraturan di Asuransi Jiwa Ketat Tapi...

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan ketidakpatuhan terhadap Undang-Undang Perasuransian dan peraturan di industri asuransi jiwa membuka peluang terjadinya kasus gagal bayar Jiwasraya. Padahal, Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, mengatakan industri asuransi jiwa merupakan industri dengan peraturan yang superketat. Togar mengatakan pengawasan asuransi jiwa dilakukan secara berlapis, dimulai dari pengawasan dan pengendalian internal yang dilakukan oleh dewan komisaris sebagai organ perusahaan, auditor internal, serta komite-komite di bawah direksi dan dewan komisaris perusahaan.

Wartaekonomi.co.id / 23-01-2020

 

14. Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI: Itu Bukan Tolok Ukur Industri

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memastikan kasus gagal bayar Jiwasraya tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kondisi industri asuransi jiwa secara menyeluruh. Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, mengatakan industri asuransi jiwa telah mencatat peningkatan pembayaran manfaat asuransi jiwa per kuartal III-2019. Tercatat, per kuartal III-2019 terjadi kenaikan pembayaran total klaim dan manfaat sebesar 17,4 % dengan menjadi Rp 104,30 triliun dibandingkan dengan kuartal III-tahun 2018 yang sebesar Rp 88,82 triliun.

Wartaekonomi.co.id / 23-01-2020

 

15. Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI Bilang Produk Saving Plan Itu...

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menjelaskan produk saving plan merupakan produk umum dan sudah dikenal di industri asuransi jiwa di Indonesia sejak pertengahan tahun 90-an. Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, mengatakan tidak ada yang salah dengan produk saving plan. Ia memastikan produk tersebut bukan merupakan akar masalah dari kasus gagal bayar yang dialami oleh Jiwasraya.

Wartaekonomi.co.id / 23-01-2020

 

INDUSTRI & ASURANSI

 

16. Fenomena Gagal Bayar Asuransi, Ombudsman Bentuk Tim Investigasi

Ombudsman RI membentuk tim investigasi untuk mengkaji fenomena gagal bayar asuransi yang terjadi beberapa waktu belakang, seperti kasus Jiwasraya dan ASABRI. Anggota Ombudsman RI Ahmad Alamsyah Saragih mengatakan mulai besok mulai mengundang OJK untuk melakukan investigasi bagaimana otoritas tersebut melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap lembaga-lembaga asuransi yang berujung gagal bayar.

HE Neraca / 24-01-2020 Hal.12

 

 

 

17. Tak Miliki Utang ke Jiwasraya, MTN Hanson Sudah Lunas pada 2016

Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki utang kepada PT Asuransi Jiwasraya, terutama surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN). MTN tersebut sudah dilunasi pada 2016 dan telah tercatat dalam laporan keuangan audited Jiwasraya.

Investor Daily / 24-01-2020 Hal.14

 

18. Kasus Jiwasraya, Panja Komisi VI DPR Panggil Erick Thohir

Panitia Kerja (Panja) Permasalahan Asuransi Jiwasraya Komisi VI DPR RI akan memanggil Menteri BUMN Erick Thohir dan jajaran direksi dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Selain menyelaraskan maksud pembentukan Panja, pemanggilan itu untuk memastikan percepatan penyehatan korporasi dan penyelesaian tunggakan klaim nasabah.

Investor Daily / 24-01-2020 Hal. 20

 

19. Pembayaran Polis Jiwasraya Belum Jelas

Meski belum jelas sumber duitnya, PT Asuransi Jiwasraya berjanji akan membayar tunggakan polis nasabah pada kuartal I 2020. Pembayaran tersebut akan dilakukan secara bertahap bergantung dari keberhasilan bisnis perusahaan. Ada beberapa strategi untuk kelanjutan bisnis Jiwasraya, pertama strategic partner membidik dana Rp 5 triliun. Kedua, holding asuransi bidik Rp 7 triliun.

Kontan / 24-01-2020 Hal. 20

 

20. Kasus Jiwasraya Tergolong Pelanggaran Moralitas Berat

Kasus penyalahgunaan dana PT Asuransi Jiwasraya secara etika masuk dalam kategori pelanggaran moralitas berat. Diduga ada pelanggaran kejujuran dan kehati-hatian. Menurut Budayawan Romo Benny Susetyo, kasus asuransi Jiwasraya dan sejenis  akibat dari permainan spekulan dengan jaringan bisnis keuangan dan menggunakan kedekatan orang berada lingkaran kekuasaan.

Koran Jakarta / 24-01-2020 Hal. 2

 

21. Hanson telah Lunasi Utang ke Jiwasraya

Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki utang kepada PT Asuransi Jiwasraya, terutama surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN). MTM tersebut sudah dilunasi pada 2016 dan telah tercatat dalam laporan keuangan audited Jiwasraya.

Media Indonesia / 24-01-2020 Hal. 11

 

 

23. Asuransi Jiwa Catat Penebusan Polis Naik Jadi Rp 54,48 Triliun

Industri asuransi jiwa mencatat kenaikan klaim penebusan polis 14,3 persen dari Rp 47,66 triliun pada September 2018 menjadi sebesar Rp  54,48 triliun pada September 2019. Angka klaim penebusan polis itu mendominasi total klaim dan manfaat yang dibayar industri asuransi jiwa, yakni Rp104,30 triliun. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) mencapai Rp12,65 triliun atau tumbuh 21,8 persen. Diikuti, klaim jatuh tempo sebesar Rp17,01 triliun atau meningkat 23,6 persen. Mengacu data klaim dan pembayaran manfaat yang dibayarkan,Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengklaim industri asuransi jiwa telah berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Indonesia.

Cnnindonesia.com / 23-01-2020

 

24. Bumiputera Siap Lunasi Klaim Rp 9,6 T, tapi Butuh 10 Tahun

Butuh waktu satu dekade atau 10 tahun bagi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 untuk menyelesaikan klaim nasabah senilai Rp 9,6 triliun. Angka ini, secara rinci terdiri dari total outstanding klaim di 2019 dan potensi klaim jatuh tempo di 2020 senilai Rp 5,4 triliun. Direktur Utama AJB Bumiputera Dirman Pardosi mengungkapkan, perseroan saat ini sedang berupaya menyelesaikan klaim tersebut di tengah tantangan kondisi likuiditas yang diakuinya sedang ada masalah. Tidak hanya itu, perseroan juga bakal melakukan optimalisasi aset manajemen, optimalisasi premi lanjutan dan optimalisasi keuntungan produksi baru sekitar Rp 3 triliun sebagai strategi menyelesaikan kendala likuiditas dan solvabilitas.

Cnbcindonesia.com / 23-01-2020

 

25.  Benarkah Ada Distrust di Industri Asuransi Karena Jiwasraya?

Mencuatnya kasus gagal bayar yang dialami PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan kesalahan pengelolaan investasi pada PT Asabri (Persero), sempat menimbulkan ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap industri asuransi, terutama asuransi jiwa. Pengamat asuransi Hotbonar Sinaga mengatakan memang kondisi gagal bayar tersebut berpotensi menimbulkan distrust dari masyarakat, kendati hal tersebut masih perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh asosiasi. Dia menilai, pendalaman ini perlu dilakukan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) untuk memastikan dampak yang ditimbulkan oleh masalah yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Sebab, distrust tersebut nantinya tak hanya akan berdampak pada asuransi pelat merah saja namun juga pada asuransi swasta.

Cnbcindonesia.com / 23-01-2020

 

Regulasi & Makro Ekonomi

 

26. Reformasi Industri Asuransi Mendesak

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumpulkan petinggi 130 perusahaan asuransi untuk menyampaikan arahan kebijakan strategis terkait reformasi industri keuangan non bank atau IKNB. Hal itu seiring dengan rencana otoritas untuk mempercepat pelaksanaan reformasi di tengah berbagai persoalan yang menjerat industri dalam beberapa waktu terakhir. Terdapat empat fokus dari reformasi IKNB yang akan dijalankan OJK. Pertama, reformasi pengaturan dan pengawasan, terdiri dari reformasi pada aspek kehati-hatian melalui penilaian aktiva dan peningkatan modal minimum secara bertahap, kemudian dalam hal tata kelola dan manajemen resiko. Kedua, reformasi institusional yang akan mencakup entry policy, penetapan status pengawasan, dan exit policy. Ketiga, reformasi infrastruktur. Keempat, penyiapan Rancangan Undang-Undang (RUU) Lembaga Penjamin Polis.

Bisnis Indonesia / 24-01-2020 Hal.14

 

27. Siapkan Transformasi Asuransi

Pemerintah telah menyiapkan langkah untuk mentransformasi industri asuransi dan Industri Keuangan Non Bank atau IKNB lainnya. Upaya ini dilakukan guna memperkuat industri asuransi sekaligus meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat yang terganggu akibat kasus gagal bayar klaim yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya dan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera. Langkah transformasi yang disiapkan pemerintah antara lain pembentukan lembaga penjamin polis, penguatan landasan hukum bagi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), omnibus law sektor keuangan berupa Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, serta penguatan regulasi terkait dengan pengawasan dan tata kelola IKNB oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kompas / 24-01-2020 Hal.1&15

 

28. Disetop Gara-Gara Kasus Jiwasraya

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham lima emiten beserta warannya atas perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Suspensi ini memiliki hubungan dengan kasus dugaan korupsi yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya. Emiten tersebut yaitu, PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT SMR Utama Tbk (SMRU) serta PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). Saham PT Hanson International Tbk (MYRX) dan PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), yang sudah di suspend mulai 16 Januari 2020 dan 2 Mei 2019, juga dilanjutkan suspensinya.

Kontan / 24-01-2020 Hal. 5

 

29. Ironi Asuransi

Di setiap seminar industri asuransi hampir bisa dipastikan muncul keprihatinan tentang penetrasinya yang masih sangat rendah: baru 2,77% dari nilai Produk Domestik Bruto. Tahun berganti, alih-alih semakin ringan,  tugas untuk memupuk industri asuransi kian berat yang mana di awal 2020 tiga keributan muncul sekaligus di industri ini, yakni Jiwasraya, ASABRI dan AJB Bumiputera. Jika dicermati, akar permasalahan yang harus dibenahi adalah soal edukasi agar semakin banyak masyarakat sadar akan pentingnya memiliki proteksi risiko berupa asuransi, perusahaan asuransi, agen perencanaan keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dan media harus gencar mengedukasi masyarakat. Perusahaan asuransi juga harus menghindari praktik “salah jual” asuransi.

Kontan / 24-01-2020 Hal. 11

 

30. Isu Bubarkan OJK, Aviliani: Bahaya Bagi Kepercayaan Investor

Sejumlah anggota Komisi XI DPR berencana untuk membubarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mengembalikan fungsi pengawasan industri keuangan ke Bank Indonesia (BI). Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance, Aviliani, mengatakan, langkah itu bisa merusak kepercayaan investor terhadap Indonesia. Jika DPR mengembalikan fungsi OJK kepada BI, hal itu menjadi bentuk ketidakkonsistenan dewan. Menurut dia, OJK memang harus memperketat pengawasan industri asuransi seperti halnya perbankan. Sebab, pengawasan OJK terhadap perusahaan asuransi saat ini belum seketat perbankan sehingga menimbulkan banyak celah yang bisa merugikan nasabah.

Republika.co.id / 23-01-2020

 

31. Struktur Industri Kurang Seimbang

Persoalan yang membelit perusahaan asuransi jiwa, seperti PT Asuransi Jiwasraya, PT Asabri, dan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera, tidak hanya dipicu oleh tata kelola yang buruk dan lemahnya pengawasan, tetapi juga karena struktur industri asuransi yang kurang seimbang. Ke depan, industri asuransi harus lebih fokus berbisnis proteksi ketimbang investasi. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, pihaknya akan mereformasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB), termasuk asuransi. Tiga fokus utama OJK dalam melakukan reformasi IKNB adalah penguatan pengawasan berbasis risiko yang meliputi aspek kehati-hatian dan tata kelola manajemen risiko, reformasi institusional yang meliputi penetapan status pengawasan, serta reformasi infrastruktur yang meliputi sistem informasi dan pelaporan kepada OJK.

Kompas.id / 23-01-2020

 

32. OJK Anggap Kasus Jiwasraya Perkara Kecil, DPR dan Ombudsman Bereaksi

OJK menilai, kasus yang terjadi di beberapa perusahaan asuransi nasional tersebut masih kecil jika dibandingkan total industri keuangan. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menghubungkan kasus tersebut dengan ekonomi domestik yang masih tumbuh stabil di kisaran 5 persen. Dia menegaskan, kasus asuransi seperti Jiwasraya, AJB Bumiputera, ASABRI, Taspen, terbilang masih dalam skala kecil. Wimboh menuturkan, hingga saat ini stabilitas industri keuangan masih terjaga. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan yang masih di angka 6,08 persen. Pertumbuhan aset asuransi juga masih mencapai Rp 1.325,7 triliun per Desember 2019, meningkat 64,1 persen dibandingkan 2014 yang hanya Rp 807,7 triliun. Komisi XI DPR RI menggelar rapat kerja dengan OJK yang membahas kinerja regulator, termasuk pengawasan terhadap industri keuangan. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar Misbakhun menilai, OJK lalai dalam mengawasi Jiwasraya. Menurutnya, OJK seharusnya sudah mengetahui permasalahan di Jiwasraya sebelum ramai di publik.

Kumparan.com / 23-01-2020

 

INFORMASI KEUANGAN

 

USD/IDR

13.639

IHSG (per 24 Januari 2020)

   6.249,21

BI Rate

 

 

Sumber Kontan.com

 

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, HE Neraca, Investor Daily,  Kompas, Kontan, Koran Jakarta, Media Indonesia, Bisnis.com, Cnnindonesia.com, Cnbcindonesia.com, Industry.co.id, Infobanknews.com, Investing.com, Kompas.id, Kumparan.com, Kontan.co.id, Msn.com, Pontas.id, Sindonews.com, Line.me, Republika.co.id, Wartaekonomi.co.id

DOWNLOAD PDF