AAJI Daily News - 29 Januari 2020


Tanggal terbit (29 / 01 / 2020)

FM-CC-AAJI-06-001

Rabu, 29 Januari 2020 

HEADLINE NEWS

  1. Kinerja Industri Asuransi Jiwa Tertekan
  2. Industri asuransi jiwa makin merugi di tahun lalu
  3. Akselerasi Bisnis, Avrist Assurance Bidik Masuk Perusahaan Asuransi Terbaik
  4. Tata Kelola Jiwasraya Jadi Sorotan
  5. Jiwasraya Putra Butuh 20 Tahun Hasilkan Pendapatan Triliunan
  6. Tersangka Baru Kasus Jiwasraya
  7. Tersangka Jiwasraya Bertambah
  8. Aneka Skandal Yang Terbongkar
  9. Prima Jaringan Bantah Terbitkan Sukuk dengan Aset Bodong
  10. Kejaksaan Terus Dalami Kasus Jiwasraya
  11. Fraksi Demokrat Usulkan Hak Angket Jiwasraya
  12. Kasus Jiwasraya, Panja Komisi VI Panggil Industri
  13. Permudah Bayar Klaim, Asuransi Bumiputera Siapkan Sistem Antrean
  14. Asuransi Avrist Bukukan Premi Rp2,7 Triliun Triwulan III/2019
  15. Streaming: Industri Asuransi Jiwa Sedang Diuji
  16. Pengamat Asuransi Menakar Potensi Holding Jiwasraya
  17. BNI Life target pendapatan premi tumbuh 59% menjadi Rp 7,5 triliun sepanjang 2020
  18. Ingin masuk 15 besar pemain asuransi jiwa, Avrist perkuat saluran pemasaran
  19. BNI Life catat pertumbuhan laba 58,9% menjadi Rp 300 miliar sepanjang 2019
  20. Wana Artha Life Ambil Bagian dalam World Economic Forum Annual Meeting 2020
  21. Kasus Jiwasraya Bukti OJK Harus Benahi Fungsi Pengawasan
  22. Bidik 15 Besar, Begini Strategi Avrist
  23. Asuransi Jiwa Tetap Optimistis
  24. Relaksasi Porsi Asing Dorong Likuiditas
  25. Asing Boleh Miliki Saham Asuransi di Atas 80%
  26. [Foto] Pendapatan Premi Konvensional
  27. [Foto] Paparan Kinerja Avrist

Tentang AAJI

1. Kinerja Industri Asuransi Jiwa Tertekan

Kinerja industri asuransi jiwa semakin tertekan sepanjang 2019. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rugi setelah pajak industri asuransi jiwa tercatat senilai Rp 8,6 triliun. Padahal tahun 2018 perusahaan asuransi mencatatkan rugi setelah pajak senilai Rp 2,17 triliun. Padahal bila dilihat dari aspek pendapatan premi, tahun lalu tercatat sebanyak Rp 185,33 triliun. Nilai itu hanya turun tipis 0,38% yoy dari posisi 2018 senilai Rp 186,04 triliun. Sedangkan jumlah beban yang ditanggung oleh perusahaan asuransi jiwa juga naik tipis sebanyak 1,78% yoy menjadi Rp 189,36 triliun tahun lalu. Adapun beban yang ditanggung pada 2018 senilai Rp 186,05 triliun. Adapun kinerja hasil investasi sepanjang 2019 justru terbilang jumbo sebanyak Rp 21,85 triliun. Nilai itu tumbuh 230,06% yoy dari posisi 2018 sebanyak Rp 6,62 triliun. Namun hal yang paling berbeda jauh adalah kenaikan (penurunan) nilai aset untuk produk unit link tercatat senilai Rp 24,61 triliun di 2019. Sedangkan pada 2018 hanya Rp 7,44 triliun. Artinya kerugian di industri asuransi tertekan oleh penurunan nilai pasar pada produk unitlink. Namun, sejauh ini pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) belum bersedia berkomentar ihwal semakin dalamnya kerugian yang diderita industri asuransi jiwa.

Kontan / 29-01-2020 Hal. 20

2. Industri asuransi jiwa makin merugi di tahun lalu

Kinerja industri asuransi jiwa semakin tertekan sepanjang 2019. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rugi setelah pajak industri asuransi jiwa tercatat senilai Rp 8,6 triliun. Padahal tahun 2018 perusahaan asuransi mencatatkan rugi setelah pajak senilai Rp 2,17 triliun. Artinya, kerugian yang diderita industri asuransi jiwa semakin dalam. Padahal bila dilihat dari aspek pendapatan premi, tahun lalu tercatat sebanyak Rp 185,33 triliun. Nilai itu hanya turun tipis 0,38% yoy dari posisi 2018 senilai Rp 186,04 triliun. Kontan.co.id berusaha mengontak pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), ihwal semakin dalamnya kerugian yang diderita oleh industri asuransi jiwa. Sayangnya hingga berita ini ditayangkan belum mendapatkan respon.

Kontan.co.id / 28-01-2020

INDUSTRI & ASURANSI

3. Akselerasi Bisnis, Avrist Assurance Bidik Masuk Perusahaan Asuransi Terbaik

PT Avrist Assurance mengupayakan akselerasi bisnis pada tahun ini lewat berbagai kanal distribusi pemasaran andalan dan peluncuran produk asuransi secara berkala. Hal tersebut juga menjadi strategi perseroan untuk merangsek masuk 15 besar perusahaan asuransi terbesar 2021. Presiden Direktur Avrist Assurance Anna Leonita mengatakan, untuk merealisasikan ambisi itu, pihaknya akan mengakselerasi berbagai kanal distribusi utama. Kanal distribusi yang dimaksud diantaranya keagenan, bancassurance, employee benefit department (EBD), dan dana pensiun.

Investor Daily / 29-01-2020, Hal. 23

4. Tata Kelola Jiwasraya Jadi Sorotan

Kejelasan berbagai upaya penyehatan PT Asuransi Jiwasraya menjadi pembahasan rapat dengar pendapat Panja Komisi VI DPR dengan sejumlah pelaku industri asuransi. Anggota Panja Komisi VI DPR Hendrik Lewerissa mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan masukan dari berbagai pihak mengenai industri asuransi terkait masalah Jiwasraya di antaranya adalah restrukturisasi perusahaan dan pinjaman subordinasi melalui holding. Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna menjelaskan tentang tata kelola perusahaan asuransi yang semestinya. Mantan Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga menyarankan agar Jiwasraya mendorong perbaikan dengan pertumbuhan organik melalui restrukturisasi, penjualan asuransi pesangon, dan memproteksi peker peserta BPT Jamsostek khusus untuk kecelakaan luar jam kerja.

Bisnis Indonesia / 29-01-2020 Hal. 14

5. Jiwasraya Putra Butuh 20 Tahun Hasilkan Pendapatan Triliunan

Pembentukan entitas anak PT Jiwasraya Putra menjadi salah satu inisiatif yang dilakukan untuk kembali menyehatkan kondisi keuangan PT Asuransi Jiwasraya. Namun, perusahaan anak itu dinilai membutuhkan waktu 10-20 tahun untuk menghasilkan pendapatan triliunan rupiah. Pengamat asuransi Hotbonar Sinaga mengatakan Jiwasraya Putra nantinya lebih condong menjual produk asuransi ritel. Sebelumnya, Dirut Jiwasraya Hexana Trisasongko menyatakan bahwa keempat perusahaan yang telah memiliki sebagian saham Jiwasraya Putra tidak akan diajak merugi bersama. Pembentukan Jiwasraya Putra diprediksi akan menghasilkan dana segar Rp9 triliun dari hasil penjualan sebagian besar saham Jiwasraya atas entitas anak kepada strategic partner. Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna mengatakan masalah utama asuransi yang merugi mestinya disuntikkan modal oleh pemegang saham, dalam hal ini pemerintah.

Investor Daily / 29-01-2020 Hal. 23   

6. Tersangka Baru Kasus Jiwasraya

Kejaksaan Agung memastikan akan menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hal senada diungkapkan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah menegaskan bahwa penetapan tersangka baru akan segera dilakukan. Kejagung sudah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus Jiwasraya. Kelima tersangka tersebut yaitu, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo. Ada pula mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan. Kemarin, Kejagung memeriksa lima saksi dalam kasus ini.

Kompas / 29-01-2020 Hal. 11

7. Tersangka Jiwasraya Bertambah

Jumlah tersangka dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya berpotensi bertambah. Hal itu berdasarkan temuan barang bukti yang memperkuat status tersangka tersebut. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan, penetapan tersangka Jiwasraya tersebut akan diungkapkan ke publik dan segera ditetapkan. Nantinya tersangka tersebut akan ditahan dan dijerat Penyertaan Tindak Pidana dalam pasal 55 ayat (1) KUHP. Pengaturan dalam pasal ini adalah penerapan sanksi terhadap pelaku yang melakukan penyertaan tindak pidana, jika dalam sebuah peristiwa terjadi pelanggaran atau tindak pidana yang dilakukan oleh beberapa pelaku. Namun dia belum mau mengungkapkan tersangka tersebut berasal dari mana dan berapa jumlah orang yang ditetapkan. Hari ini kejaksaan melakukan pemeriksaan 14 orang saksi. Dari jumlah tersebut, hanya lima orang yang datang.

Kontan / 29-01-2020 Hal. 20

8. Aneka Skandal Yang Terbongkar

Seratus hari pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin diwarnai pengungkapan sejumlah skandal. Pada Desember 2019, Kejaksaan Agung mulai menyelidiki kasus penyimpangan investasi serta dugaan suap dan korupsi yang merugikan PT Asuransi Jiwasraya. Penyidik menetapkan beberapa tersangka antara lain mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Harry Prasetyo, dan pengusaha Benny Tjokrosaputro.

Koran Tempo / 29-01-2020 Hal. 5

9. Prima Jaringan Bantah Terbitkan Sukuk dengan Aset Bodong

PT Prima Jaringan, perusahaan penerbit sukuk mudharabah yang dibeli PT Asabri tiga tahun lalu, membantah informasi yang menyebut instrumen investasi itu bodong alias tidak memiliki jaminan aset. Kuasa hukum Prima Jaringan, Budi Suranto Bangun, mengatakan penerbitan sukuk mudharabah pada 2017 itu telah dijamin oleh sertifikat hak guna bangunan atas nama perusahaan dan telah dipasang hak tanggungan yang tersimpan di Bank Mega. Dana yang terkumpul pada sukuk Prima Jaringan dipakai untuk membayar uang muka pembelian tanah berstatus hak pakai milik Yayasan Harapan Kita.

Koran Tempo / 29-01-2020 Hal. 6

10. Kejaksaan Terus Dalami Kasus Jiwasraya

Kejaksaan Agung terus bergerak cepat dalam pemeriksaan kasus mega korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. Kemarin, Kejagung memanggil tiga saksi. Ketiga orang itu adalah karyawan PT Jasa Utama Capital Sekuritas, Ali Djawas, Direktur PT Strategic Management Service, Arif Budi Satria, dan karyawan PT Hanson Internasional, Rosalia. Penyidik sudah memanggil pihak OJK untuk tersangka Heru HIdayat dan Benny Tjokrosaputro, kata Direktur Penyidikan Kejagung Febrie Adriansyah. Anggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta meminta pengusutan kasus korupsi Jiwasraya tak direcoki pihak luar.

Media Indonesia / 29-01-2020 Hal. 5

11. Fraksi Demokrat Usulkan Hak Angket Jiwasraya

Fraksi Partai Demokrat (FPD) di DPR mengusulkan pembentukan panitia khusus dengan penggunaan hak angket terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Demokrat berpendapat penyelesaian kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) harus diselesaikan dengan penyelidikan yang komprehensif dan terkoordinasi. Usulan hak angket ini diputuskan dalam rapat fraksi yang dipimpin Edhie Baskoro Yudhoyono. FPD tidak memberikan deadline kapan mengusulkan pembentukan Pansus Hak Angket ini ke DPR. FPD, sambung Ibas, tidak ingin skandal Jiwasraya menjadi bom waktu.

Rakyat Merdeka / 29-01-2020 Hal. 7

12. Kasus Jiwasraya, Panja Komisi VI Panggil Industri

Kasus Jiwasraya bergulir di panitia kerja (Panja) Komisi VI DPR RI. Tampik upaya politisasi. Anggota Panja Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menjelaskan tujuan rapat berfokus mencari penyelesaian dari masalah Jiwasraya. Hal tersebut karena Jiwasraya merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi mitra dari Komisi VI. Panja Jiwasraya Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat sendiri tengah mendengar pendapat dari pelaku industri asuransi menyikapi permasalah di tubuh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Bisnis.com / 27-01-2020

13. Permudah Bayar Klaim, Asuransi Bumiputera Siapkan Sistem Antrean

Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 menyiapkan sistem antrean untuk mempermudah nasabah dalam pengajuan klaim. Penggunaan sistem antrean ini tertuang dalam Peraturan Direksi AJB Bumiputera 1912 NO.PE.1/DIR/I/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Mekanisme Pengelolaan Sistem Antrean Klaim. Dalam aturan yang ditetapkan pada 20 Januari 2020 itu nasabah harus melakukan pengajuan klaim terlebih dahulu untuk melakukan pengajuan klaim atas polis asuransinya. Artinya, nasabah yang mengajukan klaim lebih awal akan memperoleh layanan lebih cepat. Nomor antrean sendiri berdasarkan kantor wilayah.

Bisnis.com / 28-01-2020

14. Asuransi Avrist Bukukan Premi Rp2,7 Triliun Triwulan III/2019

PT Avrist Assurance mencatat pendapatan premi produk konvensional di senilai Rp2,7 triliun pada triwulan III/2019. Jumlah ini tumbuh 199% dibandingkan 2018 yang hanya Rp 915 miliar. Pertumbuhan kinerja yang positif ini, dibukukan dari semua jalur distribusi yang dimiliki perusahaan. Rinciannya jalur distribusi keagenan melonjak 23%, bancassurance 30%, EBD 36%, dan pensiun 9%.

Bisnis.com / 28-01-2020

15. Streaming: Industri Asuransi Jiwa Sedang Diuji

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengharapkan pembentukan Lembaga Penjaminan Polis (LPP) nantinya bisa menginduk pada lembaga yang sudah ada atau masuk ke bagian LPS, sehingga pendiriannya lebih efisien. Selain itu, menurut Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, LPP akan bisa mendorong tingkat kepercayaan nasabah terhadap industri asuransi dan bisa meminimalisir keriuhan yang terjadi saat ini.

Cnbcindonesia.com / 28-01-2020

16. Pengamat Asuransi Menakar Potensi Holding Jiwasraya

Pengamat Asuransi, Hotbonar Sinaga mempertanyakan solusi dari Kementerian BUMN untuk mengatasi sengkarut Jiwasraya. Ia memaparkan, perusahaan asuransi ini sempat mengeluarkan ide Surat Utang Jangka Menengah (Medium Term Note) atau MTN dan surat berharga di awal 2018. Meski hal tersebut tidak mampu menyelesaikan persoalan. Namun, Hotbonar juga masih mempertanyakan upaya holdingisasi yang dicetuskan oleh Kementerian BUMN.  

Gatra.com / 28-01-2020

17. BNI Life target pendapatan premi tumbuh 59% menjadi Rp 7,5 triliun sepanjang 2020

PT BNI Life Insurance menargetkan dapat menghimpun pendapatan premi senilai Rp 7,5 triliun sepanjang 2020. Direktur BNI Life Neny Asriany bilang nilai itu tumbuh 59% dari pencapaian premi tahun 2019 sebesar Rp 4,7 triliun. Sebelumnya Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia AAJI memproyeksi, total pertumbuhan premi mencapai dua digit yakni tumbuh 10% hingga 14% pada 2020. Kinerja ini  disumbang dari premi baru naik 12,9% dan premi lanjutan 9,7%.

Kontan.co.id / 28-01-2020

18. Ingin masuk 15 besar pemain asuransi jiwa, Avrist perkuat saluran pemasaran

PT Avrist Assurance (Avrist Assurance) memiliki ambisi menjadi 15 perusahaan asuransi terbesar di Indonesia pada 2021. Guna mencapai target itu, manajemen pun menyiapkan rangkaian strategi agar produk bisa menjangkau lebih banyak konsumen. Peringkat Avrist Assurance berdasarkan penjualan Annual Premium Equivalent (APE) naik dari posisi 25 ke 19 besar. Pada tahun 2019, APE Avrist Assurance mencapai angka Rp 752 miliar tumbuh 107,16% yoy dari posisi APE 2018 senilai Rp 363 miliar.Presiden Direktur Avrist Assurance Anna Leonita mengatakan semakin mantap untuk menjadi TOP 15 perusahaan asuransi di Indonesia pada tahun 2021. Guna mencapai target itu, Avrist Assurance akan fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas agen asuransi yang aktif. serta memperluas jangkauan generasi muda dengan merekrut agen millenials.

Kontan.co.id / 28-01-2020

19. BNI Life catat pertumbuhan laba 58,9% menjadi Rp 300 miliar sepanjang 2019

PT BNI Life Insurance optimis melihat bisnis asuransi jiwa sepanjang 2020. Direktur BNI Life Neny Asriany menargetkan premi dapat mencapai Rp 7,5 triliun sepanjang 2020. Nilai itu tumbuh 59% dari pencapaian premi tahun 2019 sebesar Rp4,7 triliun. Tahun 2019 lalu, BNI Life mencatat kenaikan profit 58,9% atau sekitar Rp 300 miliar (unaudited) dari periode yang sama di tahun 2018 sebesar Rp 185 miliar. Guna mencapai target laba 2020, BNI Life akan meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pemasar. Juga akan fokus menggarap produk asuransi unggulan yang menguntungkan. Selain itu, melakukan penyederhanaan proses bisnis yang sudah ada. Memiliki new core system untuk individu dan group. Serta kampanye risk awareness, memonitor rasio klaim dan efisiensi secara berkala.

Kontan.co.id / 28-01-2020

20. Wana Artha Life Ambil Bagian dalam World Economic Forum Annual Meeting 2020

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, atau yang lebih dikenal dengan Wana Artha Life kembali mengambil bagian dalam World Economic Forum Annual Meeting 2020 yang ke-50, 21-24 Januari 2020, di Davos-Klosters, Switzerland. Evelina F. Pietruschka, Presiden Komisaris Wana Artha Life hadir dalam acara tersebut. Peran Wana Artha Life di kancah global, khususnya di World Economic Forum (WEF) ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang kami untuk turut serta memajukan industri asuransi di Indonesia. Dengan terlibat di WEF, Wana Artha Life semakin percaya diri dan mampu memberikan dampak yang positif bagi industri asuransi secara berkelanjutan.

Suara.com / 26-01-2020

21. Kasus Jiwasraya Bukti OJK Harus Benahi Fungsi Pengawasan

Kasus perusahaan pelat merah PT Asuransi Jiwasraya, dinilai merupakan pelajaran yang berharga bagi otoritas pengawas industri jasa keuangan nasional. Kasus ini, harus jadi evaluasi, khususnya Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, untuk membenahi sistem pengawasan yang dilakukan. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Pieter Abdullah menilai, pengawasan yang lemah, jadi penyebab kasus Jiwasraya ini bisa terjadi. Apalagi, nilai kerugian yang ditimbulkan mengalahkan semua kasus korupsi di Indonesia. Karena itu, seharusnya Komisioner OJK harus segera berbenah dan memacu kualitas pengaturan dan pengawasan lembaga keuangan non bank, termasuk asuransi. Jika OJK tak dibenahi, bukan tak mungkin kejadian serupa terulang.

Vivanews.com / 28-01-2020

22. Bidik 15 Besar, Begini Strategi Avrist

PT Avrist Assurance (Avrist Assurance) bertekad untuk masuk 15 besar dalam perusahaan asuransi Indonesia pada 2021. Untuk itu, sejumlah rencana dan program dilakukan Avrist dalam mencapai target tersebut. Presiden Direktur PT Avrist Assurance, Anna Leonita, menjabarkan, untuk Agency, Avrist Assurance akan fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas agen asuransi yang aktif, serta memperluas jangkaun generasi muda dengan merekrut agen millenials.  Avrist akan fokus meningkatkan kualitas kemitraan dengan ke-32 mitra banknya, baik dari sisi pelayanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan finansial setiap nasabah dari mitra bank.

Wartaekonomi.co.id / 28-01-2020

Regulasi & Makro Ekonomi

23. Asuransi Jiwa Tetap Optimistis

Berdasarkan data OJK yang dipublikasikan awal tahun ini, total aset industri asuransi jiwa mampu tumbuh 6,25% dari Rp 520,63 triliun pada 2018 menjadi Rp 553,21 triliun pada 2019. Salah satu pelaku asuransi yang mencatat kinerja positif adalah PT Avrist Assurance. Pada 2018, Avrist Assurance berada di posisi ke-25 dan naik peringkat ke posisi 19 pada 2019. Avrist membukukan pendapatan premi Rp2,7 triliun, meningkat hingga 199% bila dibandingkan periode sama tahun 2018 senilai Rp915 miliar. Untuk layanan pensiun, Avrist menggandeng Meiji Yasuda Life. PT BNI Life Insurance menargetkan laba perseroan pada 2020 tumbuh 100% menjadi Rp 610 miliar. GM Corporate Secretary BNI Life Arry Herwindo mengatakan perseroan mengantongi laba unaudited sekitar Rp300 miliar pada 2019, naik 58,95% dari raihan Rp185 miliar pada 2018.  

Bisnis Indonesia / 29-01-2020 Hal. 14

24. Relaksasi Porsi Asing Dorong Likuiditas

Beleid baru pemerintah yang memperlebar ruang kepemilikan investor asing di perusahaan asuransi tanah air diproyeksi berimbas positif terhadap solvabilitas dan likuiditas. Dalam PP no. 3/2020 yang merupakan revisi PP No. 14/2018, batas maksimal kepemilikan asing di perusahaan asuransi boleh lebih dari 80%. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Dody Achmad S. Dalimunthe mengatakan investasi merupakan faktor penting dalam industri asuransi. Ketua Umum DAI Dadang Sukresna menilai bahwa relaksasi batas kepemilikan saham perusahaan asuransi oleh investor asing belum tentu mendukung industri asuransi dan reformasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB).  

Bisnis Indonesia / 29-01-2020 Hal. 14

25. Asing Boleh Miliki Saham Asuransi di Atas 80%

Pemerintah resmi mengubah ketentuan kepemilikan asing di industri asuransi. Investor asing kini boleh memiliki lebih dari 80% saham perusahaan asuransi di Indonesia. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2018 tentang Kepemilikan Asing pada Perusahaan Perasuransian. Selain itu, perusahaan asuransi kini diizinkan menambah modal disetor tanpa batasan persentase. Penyempurnaan pengaturan PP 14/2018 sebagaimana diatur dalam PP 3/2020 ini menjadi dasar hukum dalam penerapan dan pengawasan Kepemilikan Asing pada Perusahaan Perasuransian di Indonesia.

Investor.id / 28-01-2020

Berita Foto

26. [Foto] Pendapatan Premi Konvensional

Head of Corporate Marketing Communications PT Avrist Assurance Ernest Febrianto, Head of Pension Firmansyah, Chief Agency Officer M. Irsan Zainuddin, President Director Anna Leonita, Chief of Partnership Distribution Vinia Lestianti Erwin, dan Head of Employee Benefit Division Alvin Pandjaitan saat jumpa pers, Selasa (28/1). PT Avrist Assurance mencatat pendapatan premi konvensional di Q3 2019 senilai Rp2,7 triliun, naik 199% dibandingkan tahun sebelumnya Rp915 miliar.

Bisnis Indonesia / 29-01-2020 Hal. 14

27. [Foto] Paparan Kinerja Avrist

Presiden Direktur PT Avrist Assurance, Anna Leonita bersama para direksi seusai memberikan paparan kinerja perusahaan, Selasa (28/1). Avrist Assurance membukukan pendapatan premi konvensional senilai Rp2,7 triliun pada kuartal III 2019, meningkat 199% dibandingkan kuartal III 2018.

Kontan / 29-01-2020 Hal. 20

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.644

IHSG (per 28 Januari 2020)

   6.111,18

BI Rate

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kompas, Kontan, Koran Tempo, Media Indonesia, Rakyat Merdeka, Bisnis.com, Cnbcindonesia.com, Gatra.com, Investor.id, Kontan.co.id, Pingpoint.co.id, Politiktoday.com, Suara.com, Vivanews.com, Wartaekonomi.co.id.

DOWNLOAD PDF