AAJI Daily News - 6 April 2020


Tanggal terbit (06 / 04 / 2020)

Senin, 6 April 2020  

HEADLINE NEWS

  1. AAJI Penundaan Pembayaran Premi Tergantung Kebijakan Perusahaan
  2. Ikuti Ketentuan OJK, Asuransi Jiwa Tunda Tagihan Premi Hingga 4 Bulan Akibat Corona
  3. AAJI; Sesuai Edaran OJK, Asuransi Wajib Tangguhkan Penagihan Premi Nasabah Terdampak Corona
  4. Imbas Corona, Premi Asuransi Jiwa Ditunda hingga 4 Bulan
  5. AAJI: Relaksasi OJK terhadap Industri Asuransi karena Covid-19 Sesuai Kebutuhan
  6. AAJI Usul ke OJK agar Produk Unit Link Bisa Dijual Secara Online
  7. Ikuti OJK, Asuransi Jiwa Tunda Tagihan Premi Hingga 4 Bulan
  8. Industri Asuransi Sambut Positif Kebijakan Relaksasi OJK
  9. Imbas COVID-19, OJK Tunda Tagihan Premi Asuransi Kesehatan
  10. AAJI: Penundaan Pembayaran Premi Tergantung Kebijakan Perusahaan Asuransi
  11. AAJI Dukung Kebijakan Countercyclical OJK Pada Asuransi
  12. AAJI Minta OJK Beri Relaksasi Penjualan Unit Link
  13. AAJI Minta OJK Restui Penjualan Produk Asuransi-Investasi
  14. Penjelasan Asuransi Jiwa soal 'Libur' Bayar Premi dari OJK
  15. Pandangan AAJI Atas Kebijakan Countercyclical OJK bagi Perusahaan Perasuransian
  16. AAJI: Penangguhan Pembayaran Premi Bukan Kewajiban
  17. AAJI Minta Relaksasi Pemasaran Produk Tanpa Tatap Muka
  18. AAJI Minta OJK Izinkan Penjualan PAYDI
  19. Asuransi Ingatkan Nasabah Rambu-rambu Menunda Bayar Premi saat Corona
  20. Ada pembatasan sosial saat corona, AAJI meminta pemasaran Paydi menggunakan teknologi
  21. OJK beri relaksasi penundaan pembayaran premi, AAJI: Itu bukan kewajiban
  22. AAJI: Kebijakan Relaksasi OJK Hanya Pilihan, Bukan Kewajiban
  23. AAJI Sebut Penangguhan Pembayaran Premi Bukan Kewajiban
  24. AAJI Apresiasi Langkah OJK Tanggulangi Dampak Covid-19
  25. Penjelasan Asuransi Jiwa soal 'Libur' Bayar Premi dari OJK
  26. AAJI Minta OJK Izinkan PAYDI Dipasarkan Secara Online
  27. AAJI Minta OJK Izinkan Penjualan PAYDI Tanpa Pertemuan Langsung
  28. Countercyclical Ala OJK Didukung Penuh Asosiasi Asuransi Jiwa
  29. Hindari Kontak Langsung, AAJI Minta OJK Restui Penjualan PAYDI Via Online
  30. Solusi Bagi Nasabah Asuransi
  31. Kepastian untuk Nasabah Jiwasraya
  32. 35 Ribu Tenaga Kesehatan Dapat Proteksi Jiwa AXA Mandiri, Uang Pertanggungan hingga Rp 1 Triliun
  33. Mandiri, AXA Mandiri dan KemenBUMN Sediakan Proteksi Jiwa Rp 1 T untuk 35.000 Tenaga Medis

TENTANG AAJI

AAJI Penundaan Pembayaran Premi Tergantung Kebijakan Perusahaan

AAJI berpendapat bahwa penerapan relaksasi penundaan pembayaran premi yang jatuh tempo selama empat bulan, baik untuk nasabah perorangan maupun riter atau korporasi, hanya wajib dilakukan apabila perusahaan asuransi mengakui tagihan premi yang berusia hingga empat bulan sebagai aset yang diperkenankan dalam perhitungan tingkat solvabilitas.

Suara Pembaruan / 06-04-2020 Hal. 6

Ikuti Ketentuan OJK, Asuransi Jiwa Tunda Tagihan Premi Hingga 4 Bulan Akibat Corona

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan anggotanya akan memperpanjang batas waktu penagihan premi kepada pemegang polis selama empat bulan akibat penyebaran virus corona. Hal ini sesuai ketentuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat edaran Nomor S-11/D.05/2020.

Batamtoday.com / 02-04-2020

AAJI; Sesuai Edaran OJK, Asuransi Wajib Tangguhkan Penagihan Premi Nasabah Terdampak Corona

AAJI menyatakan anggotanya akan memperpanjang batas waktu penagihan premi kepada pemegang polis selama empat bulan akibat penyebaran virus corona. Hal ini sesuai ketentuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat edaran Nomor S-11/D.05/2020.

Literasikeuanganku.com / 02-04-2020

Imbas Corona, Premi Asuransi Jiwa Ditunda hingga 4 Bulan

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memastikan anggotanya akan memperpanjang batas waktu penagihan premi kepada pemegang polis selama empat bulan akibat penyebaran virus corona (Covid-19). Hal ini sesuai ketentuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat edaran Nomor S-11/D.05/2020.

Majalahpeluang.com / 02-04-2020

AAJI: Relaksasi OJK terhadap Industri Asuransi karena Covid-19 Sesuai Kebutuhan

AAJI menyambut baik kebijakan countercyclical untuk menjaga stabilitas kinerja industri keuangan non bank (IKNB) ketika wabah virus corona sedang berlangsung. Ditambah kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan harapan industri asuransi. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, kebijakan relaksasi yang diberikan OJK kepada industri asuransi sesungguhnya bertujuan untuk meringankan perusahaan asuransi dalam pengurusan operasional seperti perhitungan solvabilitas.

Theiconomics.com / 02-04-2020

AAJI Usul ke OJK agar Produk Unit Link Bisa Dijual Secara Online

AAJI berupaya melobi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar perusahaan asuransi jiwa diizinkan menjual produknya secara online. Sebab, wabah virus corona dan imbauan untuk bekerja dan belajar dari rumah merupakan tantangan utama industri asuransi jiwa saat ini.

Theiconomics.com / 02-04-2020

Ikuti OJK, Asuransi Jiwa Tunda Tagihan Premi Hingga 4 Bulan

AAJI menyatakan anggotanya akan memperpanjang batas waktu penagihan premi kepada pemegang polis selama empat bulan akibat penyebaran virus corona. Hal ini sesuai ketentuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat edaran Nomor S-11/D.05/2020.

Today.line.me / 02-04-2020

Industri Asuransi Sambut Positif Kebijakan Relaksasi OJK

AAJI menyambut baik relaksasi yang dilakukan OJK di bidang asuransi guna mengurangi dampak wabah Covid-19 atau virus Corona. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan jika relaksasi tersebut tentu sangat membantu perusahaan-perusahaan asuransi dalam menghadapi dampak ekonomi dari Covid-19.

Wartaekonomi.co.id / 03-04-2020

Imbas COVID-19, OJK Tunda Tagihan Premi Asuransi Kesehatan

OJK mengeluarkan kebijakan baru untuk berikan relaksasi industri keuangan non-bank (IKNB). Hal ini dilatarbelakangi oleh dampak langsung dan tidak langsung dari penyebaran COVID-19 di Indonesia pada kinerja dan kapasitas konsumen dan Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank (LJKNB).

Finansialku.com / 03-04-2020

AAJI: Penundaan Pembayaran Premi Tergantung Kebijakan Perusahaan Asuransi

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menyatakan, penerapan relaksasi penundaan pembayaran premi yang jatuh tempo selama empat bulan, baik untuk nasabah perorangan maupun ritel atau nasabah korporasi, hanya wajib dilakukan apabila perusahaan asuransi mengakui tagihan premi yang berusia hingga empat bulan sebagai aset yang diperkenankan dalam perhitungan tingkat solvabilitas.

Beritasatu.com / 03-04-2020

AAJI Dukung Kebijakan Countercyclical OJK Pada Asuransi

Menindaklanjuti kebijakan Countercyclical yang dikeluarkan oleh OJK atas dampak penyebaran Corona bagi perusahaan Asuransi, maka pihak AAJI menyambut baik kebijakan itu. Kebijakan Countercyclical yang dikeluarkan oleh OJK bertujuan untuk menjaga stabilitas kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di tengah wabah COVID-19, sekaligus sebagai suatu dukungan bagi industri Asuransi jiwa untuk terus berkontribusi bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Akurat.co / 05-04-2020

AAJI Minta OJK Beri Relaksasi Penjualan Unit Link

AAJI meminta OJK untuk memberikan relaksasi kepada perusahaan asuransi yang memasarkan produk unit link berupa pemanfaatan teknologi dalam penjualan produk tersebut. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan bahwa pihaknya mengajukan relaskasi penjualan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link tersebut berkaitan dengan himbauan physical distancing untuk mencegah penyebaran virus corona.

Bisnis.com / 05-04-2020

AAJI Minta OJK Restui Penjualan Produk Asuransi-Investasi

AAJI meminta OJK untuk mengizinkan Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) dapat dijual secara online di tengah meluasnya penyebaran virus corona (covid-19) di Indonesia. AAJI menyebut penjualan PAYDI yang mengharuskan pertemuan tatap muka antar tenaga pemasar dan calon nasabah dapat diganti dengan penggunaan teknologi digital.

Cnnindonesia.com / 05-04-2020

Penjelasan Asuransi Jiwa soal 'Libur' Bayar Premi dari OJK

AAJI merespons kebijakan OJK terkait keringanan pembayaran premi. AAJI berpendapat bahwa penerapan relaksasi penundaan pembayaran premi yang jatuh tempo (grace period), selama 4 bulan, baik untuk nasabah perorangan/ritel atau nasabah korporasi, hanya wajib dilakukan apabila perusahaan asuransi mengakui tagihan premi yang berusia hingga 4 bulan sebagai aset yang diperkenankan dalam perhitungan tingkat solvabilitas.

Detik.com / 05-04-2020

Pandangan AAJI Atas Kebijakan Countercyclical OJK bagi Perusahaan Perasuransian

AAJI menyambut baik kebijakan countercyclical yang dikeluarkan oleh OJK yang bertujuan untuk menjaga stabilitas kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di tengah wabah COVID-19, sekaligus sebagai suatu dukungan bagi industri asuransi jiwa untuk terus berkontribusi bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Industry.co.id / 05-04-2020

AAJI: Penangguhan Pembayaran Premi Bukan Kewajiban

AAJI menilai kebijakan dari OJK terkait penerapan relaksasi penundaan pembayaran premi yang jatuh tempo (grace period), selama 4 bulan, baik untuk nasabah perorangan atau nasabah korporasi tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan asuransi. Sebab, aturan tersebut juga bukan kewajiban, melainkan pilihan bagi perusahaan asuransi.

Investor.id / 05-04-2020

AAJI Minta Relaksasi Pemasaran Produk Tanpa Tatap Muka

AAJI meminta relaksasi kepada OJK mengenai pemasaran produk tanpa harus bertatap muka langsung. Hal itu khususnya diperuntukan bagi pemasaran produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI). Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan, pihaknya sedang melakukan beberapa hal terkait menekan dampak penyebaran virus korona (Covid-19). Langkah terebut utamanya terkait kepentingan masyarakat sebagai nasabah serta industri asuransi jiwa sendiri.

Investor.id / 05-04-2020

AAJI Minta OJK Izinkan Penjualan PAYDI

Beberapa hal yang saat ini tengah dilakukan AAJI untuk kepentingan masyarakat dan nasabah serta industri asuransi jiwa di tengah situasi yang penuh tantangan ini adalah meminta OJK untuk memberikan relaksasi kepada perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam penjualannya. Di mana, pertemuan langsung secara tatap muka antara tenaga pemasar dan calon nasabah dapat digantikan dengan penggunaan teknologi komunikasi.

Indopos.co.id / 05-04-2020

Asuransi Ingatkan Nasabah Rambu-rambu Menunda Bayar Premi saat Corona

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia menilai perusahaan asuransi tak wajib menunda pembayaran premi meski sudah ada kebijakan Otoritas Jasa Keuangan terkait penaganan dampak Covid-19 bagi industri tersebut. AAJI meminta nasabah memahami ketentuan-ketentuan dalam polis mereka. Langkah menunda pembayaran premi akan berpengaruh kepada elemen-elemen investasi atau tidak diperhitungkan dalam rencana keuangan.

Katadata.co.id / 05-04-2020

Ada pembatasan sosial saat corona, AAJI meminta pemasaran Paydi menggunakan teknologi

Ketika wabah corona, sulit bagi masyarakat saling bersua. Makadari itu industri asuransi meminta OJK  agar memberikan relaksasi kepada perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (Paydi), dapat memanfaatkan teknologi dalam penjualan. AAJI menyebutkan, pertemuan langsung secara tatap muka antara tenaga pemasar dan calon nasabah dapat digantikan dengan penggunaan teknologi komunikasi.

Kontan.co.id / 05-04-2020

OJK beri relaksasi penundaan pembayaran premi, AAJI: Itu bukan kewajiban

AAJI menyambut baik kebijakan countercyclical yang dikeluarkan OJK dalam meredam dampak corona (Covid-10) terhadap sektor keuangan non-bank (IKNB) seperti asuransi. Selain itu juga memberikan relaksasi terhadap perhitungan solvabilitas untuk mendukung kinerja serta memberikan kemudahan kepada asuransi di tengah dampak corona.

Kontan.co.id / 05-04-2020

AAJI: Kebijakan Relaksasi OJK Hanya Pilihan, Bukan Kewajiban

AAJI menyambut baik kebijakan relaksasi yang dikeluarkan OJK. Hal ini dinilai dapat mendukung industri asuransi di tengah wabah pandemi Corona yang sedang menyelimuti Indonesia beberapa waktu belakangan. Meski demikian, AAJI menilai perusahaan asuransi tidak wajib melakukan kebijakan tersebut, namun lebih menjadi sebuah pilihan.

Liputan6.com / 05-04-2020

AAJI Sebut Penangguhan Pembayaran Premi Bukan Kewajiban

AAJI menyambut baik kebijakan relaksasi yang dikeluarkan OJK. Hal ini dinilai dapat mendukung industri asuransi di tengah wabah pandemi Corona yang sedang menyelimuti Indonesia beberapa waktu belakangan. Meski demikian, AAJI menilai perusahaan asuransi tidak wajib melakukan kebijakan tersebut, namun lebih menjadi sebuah pilihan.

Medcom.id / 05-04-2020

AAJI Apresiasi Langkah OJK Tanggulangi Dampak Covid-19

AAJI menyambut baik surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor S-11/D.05/2020 tanggal 30 Maret 2020 perihal kebijakan countercyclical atas dampak virus korona (covid-19) bagi perusahaan perasuransian. Menurut AAJI, kebijakan countercyclical yang dikeluarkan oleh OJK tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di tengah wabah covid-19, sekaligus sebagai dukungan bagi industri asuransi jiwa untuk terus berkontribusi bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Mediaindonesia.com / 05-04-2020

Penjelasan Asuransi Jiwa soal 'Libur' Bayar Premi dari OJK

AAJI merespons kebijakan OJK terkait keringanan pembayaran premi. AAJI berpendapat bahwa penerapan relaksasi penundaan pembayaran premi yang jatuh tempo (grace period), selama 4 bulan, baik untuk nasabah perorangan/ritel atau nasabah korporasi, hanya wajib dilakukan apabila perusahaan asuransi mengakui tagihan premi yang berusia hingga 4 bulan sebagai aset yang diperkenankan dalam perhitungan tingkat solvabilitas.

Medanbisnisdaily.com / 05-04-2020

AAJI Minta OJK Izinkan PAYDI Dipasarkan Secara Online

Untuk mendukung gerakan physical distancing yang digaungkan pemerintah dalam menghadapi pandemi Cofid-19, AAJI minta kepada OJK agar Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) dapat dipasarkan secara online. AAJI menilai, penjualan PAYDI yang mengharuskan pertemuan langsung secara tatap muka antara tenaga pemasar dan calon nasabah dapat digantikan dengan penggunaan teknologi komunikasi.

Mix.co.id / 05-04-2020

AAJI Minta OJK Izinkan Penjualan PAYDI Tanpa Pertemuan Langsung

Untuk mendukung gerakan physical distancing yang digaungkan pemerintah dalam menghadapi pandemi Cofid-19, AAJI minta kepada OJK agar Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) dapat dipasarkan secara online. AAJI menilai, penjualan PAYDI yang mengharuskan pertemuan langsung secara tatap muka antara tenaga pemasar dan calon nasabah dapat digantikan dengan penggunaan teknologi komunikasi.

Sinarharapan.id / 05-04-2020

Countercyclical Ala OJK Didukung Penuh Asosiasi Asuransi Jiwa

AAJI menyambut baik kebijakan countercyclical yang dikeluarkan oleh OJK. Dukungan ini karena melihat kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas kinerja Keuangan Non-Bank (IKNB) di tengah wabah COVID-19, sekaligus sebagai suatu dukungan bagi industri asuransi jiwa untuk terus berkontribusi bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Trenasia.co / 05-04-2020

Hindari Kontak Langsung, AAJI Minta OJK Restui Penjualan PAYDI Via Online

AAJI meminta OJK untuk mengizinkan Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) dijual secara online. Hal tersebut sekaligus untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Tanah Air. Dalam keterangan yang diterima, Minggu (5/4/2020), AAJI menyebut penjualan PAYDI yang sebelumnya harus tatap muka dapat diganti dengan memanfaatkan teknologi digital.

Wartaekonomi.co.id / 05-04-2020

INDUSTRI & ASURANSI

Solusi Bagi Nasabah Asuransi

Seorang pensiunan pemegang dua polis asuransi yakni Executive Assurance No. UP-36.2003.00455 tanggal 4 Februari 2003 dan All Life Assurance No. UP-41.2003.04108. Seluruh kewajiban pembayaran premi sudah lunas tepat waktu. Ternyata harapan nasabah seperti janji manis yang tertulis di buku polis. Pada 15 September 2016 OJK menyabut izin Bakrie Life karena gagal bayar sejak 2008. Lalu, ke mana para manula pemegang polis Bakrie Life menggantunggkan asa? Semoga segera ada solusinya.

Bisnis Indonesia / 06-04-2020 Hal. 2

Kepastian untuk Nasabah Jiwasraya

Nasib Jiwasraya hingga kini belum kunjung membaik. Klaim nasabah belum juga dibayar. Awal 2019 Menteri BUMN Erick Thohir menjanjikan akan mulai membayarkan klaim nasabah Jiwasraya pada tahun ini. Namun, kabarnya pembayaran klaim yang didahulukan adalah polis nasabah tradisional, khususnya polis pensiunan. Sementara, nasib 17.370 polis nasabah JS Saving Plan dengan total tunggakan Rp16,3 triliun masih belum menemui titik terang.

Infobank / Ed. April 2020 Hal. 59

35 Ribu Tenaga Kesehatan Dapat Proteksi Jiwa AXA Mandiri, Uang Pertanggungan hingga Rp 1 Triliun

PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) dipercaya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) sebagai induk usaha perusahaan dan Kementrian BUMN untuk memberikan proteksi jiwa kepada sekitar 35 ribu tenaga kesehatan yang tengah menangani kasus penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Tribunnews.com / 05-04-2020

Mandiri, AXA Mandiri dan KemenBUMN Sediakan Proteksi Jiwa Rp 1 T untuk 35.000 Tenaga Medis

PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) dipercaya oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) sebagai induk usaha perusahaan dan Kementrian BUMN untuk memberikan proteksi jiwa kepada sekitar 35 ribu tenaga kesehatan yang tengah menangani kasus penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).

Terkini.id / 05-04-2020

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

16.430

IHSG (per 3 April 2020)

   4.623,43

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, Suara Pembaruan, Infobank, Akurat.co, Batamtoday.com, Bisnis.com, Cnnindonesia.com, Detik.com, Finansialku.com, Indopos.co.id, Industry.co.id, Investor.id, Katadata.co.id, Kontan.co.id, Liputan6.com, Literasikeuanganku.com, Majalahpeluang.com, Medanbisnisdaily.com, Medcom.id, Mediaindonesia.com, Mix.co.id, Sinarharapan.id, Terkini.id, Theiconomics.com, Today.line.me, Trenesia.co, Tribunnews.com, Wartaekonomi.co.id.

DOWNLOAD PDF