AAJI Daily News - 28 Januari 2020


Tanggal terbit (28 / 01 / 2020)

FM-CC-AAJI-06-001

Selasa, 28 Januari 2020 

HEADLINE NEWS

 
 
  1. Kisruh Jiwasraya Jadi Sentimen Negatif di Pasar
  2. Hindari Politisasi Kasus Jiwasraya
  3. Asuransi Jiwa Pasang Target Satu Digit
  4. 7 Arena Jiwasraya Berujung Rangkulan
  5. SBY; Tidak Perlu Ada Gerakan Turunkan Jokowi
  6. Alhamdulillah, Taspen Sanggup Raup Untung Rp 388 Miliar
  7. SBY: DPR Bisa Gunakan Hak Angket
  8. Laba Taspen Naik 42,97% Jadi Rp 388,24 Miliar
  1. Wana Artha Life Ambil Bagian dalam World Economic Forum Annual Meeting 2020
  1. Antisipasi Corona Virus, Masyarakat Didorong Miliki Asuransi Kesehatan
  2. Panja Jiwasraya Mulai Bekerja, Erick Thohir Dipanggil Rabu
  3. BNI Life target pendapatan premi tumbuh 59% menjadi Rp 7,5 triliun sepanjang 2020
  4. Buntut kasus Jiwasraya, optimisme pelaku industri asuransi jiwa memudar
  5. Asuransi Bhinneka Life Roadshow di 8 Kota, Q4 Jumlah Agen Tumbuh 39,18 Persen
  6. Asing Boleh Miliki Saham Asuransi di Atas 80%
  7. Pemerintah Restui Kepemilikan Mayoritas Asing dalam Asuransi
  8. KSEI Blokir Rekening Efek Investor Saham Terkait Jiwasraya
  9. Merunut Kelalaian Pemerintah dan OJK dalam Masalah Jiwasraya
  10. Riuh kasus Jiwasraya, pengamat ini menilai keberadaan OJK masih penting
  11. Berkaca Kasus Jiwasraya, OJK Diminta Berbenah Awasi Industri Keuangan Non Bank
  12. Meski Ada Masalah Jiwasraya dan Asabri Kinerja Industri Asuransi Masih Positif
  13. [Foto] Kompak Nih

INDUSTRI ASURANSI

1. Kisruh Jiwasraya Jadi Sentimen Negatif di Pasar

Melebarnya keterlibatan beberapa perusahaan efek dalam kasus Jiwasraya, tentunya memberikan kekhawatiran para pelaku pasar modal dan khususnya perusahaan manajer investasi. Menyikapi hal tersebut, perusahaan sekuritas mengadakan pertemuan dengan BEI. Anggota Bursa BEI, Laksono Widito Widodo mengakui memang ada pemblokiran sejumlah rekening efek yang diminta oleh Kejaksaan Agung. Namun dirinya menyangkal bila pemblokiran rekening saham akibat dari kasus kerugian Jiwasraya.

HE Neraca / 28-01-2020 Hal. 1

2. Hindari Politisasi Kasus Jiwasraya

Presiden RI keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mendorong pengungkapan secara detail kasus Jiwasraya dan sejumlah dugaan permasalahan lain yang terjadi di tubuh badan usaha milik negara seperti Asabri. Yudhoyono pun meminta agar pengungkapan kasus tersebut tidak digiring atau dikait-kaitkan dengan persoalan politis. Ia pun mendorong penuntasan kasus itu dalam tujuh lingkup penyelesaian, antara lain mengungkap berapa total kerugian negara, mengapa terjadi, siapa yang bertanggung jawab, adakah keterkaitan dengan kasus lainnya, dan apa penyelesaiannya ke depan. Kejaksaan telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya.

Kompas / 28-01-2020 Hal. 3

3. Asuransi Jiwa Pasang Target Satu Digit

Buntut gagal bayar Asuransi Jiwa berpotensi mempengaruhi industri asuransi jiwa. Kepercayaan masyarakat terhadap industri ini bakal menurun. PT Capital Life Indonesia misalnya, hanya menargetkan pendapatan premi satu digit pada tahun ini. Sementara PT BNI Life Insurance lebih optimis. Direktur BNI Life Neny Asriany menargetkan BNI Life dapat menghimpun pendapatan premi senilai Rp 7,5 triliun sepanjang 2020 atau tumbuh 59% dari pencapaian premi tahun 2019 sebesar Rp4,7 triliun.

Kontan / 28-01-2020 Hal. 20

4. 7 Arena Jiwasraya Berujung Rangkulan

Presiden RI keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mendorong pengungkapan secara detail kasus Jiwasraya dan sejumlah dugaan permasalahan lain yang terjadi di tubuh badan usaha milik negara seperti Asabri. Yudhoyono pun meminta agar pengungkapan kasus tersebut tidak digiring atau dikait-kaitkan dengan persoalan politis. Ia pun mendorong penuntasan kasus itu dalam tujuh lingkup penyelesaian, antara lain mengungkap berapa total kerugian negara, mengapa terjadi, siapa yang bertanggung jawab, adakah keterkaitan dengan kasus lainnya, dan apa penyelesaiannya ke depan. Kejaksaan telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya.

Rakyat Merdeka / 28-01-2020 Hal. 1&9

5. SBY; Tidak Perlu Ada Gerakan Turunkan Jokowi

Susilo Bambang Yudhoyono mengikuti dengan seksama dan serius perkembangan kasus Jiwasraya. Dalam artikelnya, ia menyampaikan bahwa Jiwasraya gate harus dibongkar dengan terang-benderang. Namun, dia meminta agar jangan ada politisasi yang menyertai, apalagi sampai ada gerakan ingin menurunkan Jokowi.

Rakyat Merdeka / 28-01-2020 Hal. 1&9

6. Alhamdulillah, Taspen Sanggup Raup Untung Rp 388 Miliar

Taspen membukukan laba bersih sebesar Rp 388,24 miliar pada 2019. Angka ini meningkat sebesar Rp 116,69 miliar jika dibandingkan laba 2018 sebesar Rp 271,55 miliar atau naik sebesar 42,97 persen secara year on year. Direktur Utama Taspen Antonius Kosasih menjelaskan, lonjakan laba perseroan yang mencapai hampir 43 persen. Kata dia, efisiensi biaya yang diterapkan Taspen menunjukan lebih rendah dibandingkan expense ratio industri asuransi di Indonesia.

Rakyat Merdeka / 28-01-2020 Hal. 14

7. SBY: DPR Bisa Gunakan Hak Angket

DPR dinilai dapat menggunakan hak konstitusional untuk melakukan investigasi atau penyelidikan terkait kasus Jiwasraya. Sebab potensi kerugian negara begitu besar. Menurut SBY, DPR lebih tepat menggunakan hak angket agar penyelidikan dapat dilaksanakan secara menyeluruh. SBY pun menyebutkan, saat inilah kesempatannya jika ingin kasus besar itu dapat diungkap secara gamblang, seraya membuktikan bahwa tidak ada keterlibatan elemen pemerintah dalam penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara belasan triliun rupiah itu.

Suara Pembaruan / 28-01-2020 Hal. 4

8. Laba Taspen Naik 42,97% Jadi Rp 388,24 Miliar

Taspen membukukan laba bersih sebesar Rp 388,24 miliar pada 2019. Angka ini meningkat sebesar Rp 116,69 miliar jika dibandingkan laba 2018 sebesar Rp 271,55 miliar atau naik sebesar 42,97 persen secara year on year. Direktur Utama Taspen Antonius Kosasih menjelaskan, lonjakan laba perseroan yang mencapai hampir 43 persen. Kata dia, efisiensi biaya yang diterapkan Taspen menunjukan lebih rendah dibandingkan expense ratio industri asuransi di Indonesia.

Suara Pembaruan / 28-01-2020 Hal. 9

9. Wana Artha Life Ambil Bagian dalam World Economic Forum Annual Meeting 2020

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, atau yang lebih dikenal dengan Wana Artha Life kembali mengambil bagian dalam World Economic Forum Annual Meeting 2020 yang ke-50, 21-24 Januari 2020, di Davos-Klosters, Switzerland. Evelina F. Pietruschka, Presiden Komisaris Wana Artha Life hadir dalam acara tersebut. Wana Artha Life merupakan long-term partner of the World Economic Forum (WEF), dan satu-satunya perusahan asuransi anak negeri yang menjadi anggota aktif di WEF. “Peran Wana Artha Life di kancah global, khususnya di World Economic Forum (WEF) ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang kami untuk turut serta memajukan industri asuransi di Indonesia. Dengan terlibat di WEF, Wana Artha Life semakin percaya diri dan mampu memberikan dampak yang positif bagi industri asuransi secara berkelanjutan,” ujar Evelina.

www.suara.com / 28-01-2020

10. Antisipasi Corona Virus, Masyarakat Didorong Miliki Asuransi Kesehatan

Masyarakat diingatkan untuk memiliki asuransi kesehatan sebagai antisipasi wabah penyakit seperti virus corona. Edy Tuhirman, Chief Executive Officer (CEO) PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia menuturkan sakit akibat wabah merupakan salah satu kondisi yang tidak terprediksi dalam hidup. Untuk itu masyarakat diminta mengelola risiko yang dimiliki termasuk pada kesehatan. Eddy mengingatkan bagi pemegang polis yang terkena wabah seperti virus corona, langkah pertama yang dilakukan memastikan jenis penyakit yang diderita masuk dalam pertanggungan polis. Selanjutnya, untuk mempercepat proses klaim, pemegang polis juga mempersiapkan dokumen yang diperlukan dan mengetahui bagaimana prosedurnya.

Bisnis.com / 27-01-2020

11. Panja Jiwasraya Mulai Bekerja, Erick Thohir Dipanggil Rabu

Panitia Kerja (Panja) Asuransi Jiwasraya DPR mengagendakan pemanggilan terhadap Menteri BUMN, Erick Thohir, Rabu (29/1). Anggota Panja Jiwasraya dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi mengatakan pemanggilan dilakukan untuk mengetahui detail dan skema pengamanan uang negara dan penyelamatan dana nasabah. Baidowi Panja Jiwasraya juga akan meminta keterangan pakar asuransi dan pakar saham dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) untuk mengetahui ataupun mendapatkan gambaran terkait skema jasa asuransi dan pasar modal.

Cnnindonesia.com / 27-01-2020

12. BNI Life target pendapatan premi tumbuh 59% menjadi Rp 7,5 triliun sepanjang 2020

PT BNI Life Insurance menargetkan dapat menghimpun pendapatan premi senilai Rp 7,5 triliun sepanjang 2020. Direktur BNI Life Neny Asriany bilang nilai itu tumbuh 59% dari pencapaian premi tahun 2019 sebesar Rp 4,7 triliun. Ia optimis bisa mencapai target kendati pasar asuransi jiwa tengah dirundung persoalan keuangan di Jiwasraya dan Bumiputera. Upaya yang dilakukan untuk mencapai target premi tersebut dengan meningkatkan sinergi dengan perusahaan induk Bank BNI, lebih meningkatkan kualitas sales melalui training dan rekrutmen yang lebih selektif, dan meningkatkan pelayanan kepada nasabah sehingga harapannya mereka dapat merekomendasikan BNI Life kepada saudara atau kerabatnya.

Kontan.co.id / 27-01-2020

13. Buntut kasus Jiwasraya, optimisme pelaku industri asuransi jiwa memudar

PT Capital Life Indonesia misalnya, hanya menargetkan pendapatan premi single digit sepanjang 2020. Direktur Utama Capital Life Antony Japari menyatakan target itu tidak terlepas dari dua kasus di industri asuransi jiwa. Sementara itu, Direktur Capital Life Robin Winata menyebut target pendapatan premi baru dan lanjutan tahun ini senilai Rp 10,7 triliun. Sedangkan pencapaian pendapatan premi sepanjang 2019 sebanyak Rp 10,4 triliun. Sedangkan target sebesar Rp 276 miliar akan dikejar dari produk asuransi individu.

Kontan.co.id / 27-01-2020

14. Asuransi Bhinneka Life Roadshow di 8 Kota, Q4 Jumlah Agen Tumbuh 39,18 Persen

Mengawali 2020 perusahaan asuransi jiwa nasional, PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) kembali menggelar Agency Kick Off 2020 yang digelar di delapan kota yaitu Bandung, Semarang, Lampung, Medan, Denpasar, Balikpapan, Makassar dan Jayapura. Dirut Bhinneka Life, Wiroyo Karsono mengatakan, program Agency Kick Off 2020 bertujuan untuk memberikan informasi kepada agen pemasaran, dalam upaya mencapai target yang dicanangkan perusahaan selama 2020.

Tribunnews.com / 27-01-2020

Regulasi & Makro Ekonomi

15. Asing Boleh Miliki Saham Asuransi di Atas 80%

Pemerintah mengizinkan perusahaan asing menggenggam saham perusahaan asuransi di atas 80 persen. Penegasan ini dituangkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3/2020. Beleid ini merupakan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 14/2018 tentang Kepemilikan Asing pada Perusahaan Perasuransian. Selain itu perusahaan asuransi kini diizinkan menambah modal disetor tanpa batasan persentase.

Investor Daily / 28-01-2020 Hal. 1&2

16. Pemerintah Restui Kepemilikan Mayoritas Asing dalam Asuransi

Pemerintah mengizinkan perusahaan asing menggenggam saham perusahaan asuransi di atas 80 persen. Penegasan ini dituangkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3/2020. Beleid ini merupakan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 14/2018 tentang Kepemilikan Asing pada Perusahaan Perasuransian. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani pada akhir tahun lalu, revisi dilakukan atas permintaan para pelaku usaha.

Bisnis.com / 27-01-2020

17. KSEI Blokir Rekening Efek Investor Saham Terkait Jiwasraya

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memblokir sejumlah rekening efek investor sejak pekan lalu. Pemblokiran dilakukan dalam rangka pemeriksaan kasus dugaan korupsi di tubuh PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Sementara, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan pemblokiran beberapa rekening efek dilakukan atas perintah Kejaksaan Agung yang meminta kepada OJK. Kemudian, OJK memerintahkan hal tersebut kepada KSEI.

Cnnindonesia.com / 27-01-2020

18. Merunut Kelalaian Pemerintah dan OJK dalam Masalah Jiwasraya

Masalah Jiwasraya memang menyedot perhatian publik. Ada dua masalah yang disebut berbagai pihak menjadi biang keladi gagal bayar klaim Jiwasraya. Pertama, kesalahan dalam pembentukan harga produk JS Saving Plan. Kedua, pengelolaan investasi yang menyalahi aturan. Masalah pengelolaan investasi ini kemudian diduga turut disusupi korupsi. Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan persoalan defisit pada Jiwasraya sudah terjadi lebih dari 10 tahun. Namun, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menduga defisit pada Jiwasraya saat ini merupakan akumulasi sejak krisis moneter 1998. Akibatnya, defisit keuangan yang dialami Jiwasraya terus menggulung dan mencapai Rp 5,7 triliun pada 2008, saat Hendriman Rahim dan Hary Prasetyo masuk ke BUMN tersebut. Dalam audit tahun 2016, BPK bahkan menemukan kejanggalan penempatan saham senilai Rp 6 triliun di satu perusahaan, yaitu IIKP alias PT Inti Agri Resources Tbk. Jaksa Agung ST Burhanudin sebelumnya juga menduga terdapat keterlibatan oknum OJK dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Namun hingga kini, Kejaksaan Agung belum berencana memanggil pihak OJK sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Katadata.co.id / 27-01-2020

19. Riuh kasus Jiwasraya, pengamat ini menilai keberadaan OJK masih penting

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih menyatakan fungsi pengaturan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap industri keuangan sudah terbilang baik. Dia juga menilai keberadaan OJK masih sangat penting dalam mengawasi industri jasa keuangan. Sementara terkait rencana DPR yang ingin mengembalikan fungsi OJK ke BI buntut dari kasus Jiwasraya, menurutnya hal itu hanya akan menambah persoalan. Seharusnya saat ini seluruh pihak fokus untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya.

Kontan.co.id / 27-01-2020                                                                                                                                          

20. Berkaca Kasus Jiwasraya, OJK Diminta Berbenah Awasi Industri Keuangan Non Bank

Direktur Riset Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia, Pieter Abdullah menyoroti kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah terkuaknya kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya. Karena itu, OJK diminta segera berbenah dan memacu kualitas pengaturan dan pengawasan lembaga keuangan non bank termasuk asuransi. Jika OJK tak dibenahi, bukan tak mungkin kejadian serupa terulang.

Merdeka.com / 27-01-2020

21. Meski Ada Masalah Jiwasraya dan Asabri Kinerja Industri Asuransi Masih Positif

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertumbuhan aset terus meningkat sejak 2014 dari Rp 807,7 triliun menjadi Rp 1.325,7 triliun di Desember 2019. Nilai investasi industri ini juga terus meningkat dari Rp 648,3 triliun di 2014 menjadi Rp 1.141,8 di 2019 lalu. Data premi asuransi komersial pada 2019 juga menunjukkan pertumbuhan 6,1 persen (yoy) menjadi Rp261,65 triliun. Premi asuransi jiwa berkembang sebesar Rp 169,86 triliun dan premi asuransi umum/reasuransi naik sebesar Rp 91,79 triliun. Pengajar Magister Manajemen Universitas Indonesia Alberto Daniel Hanani menilai, kinerja industri asuransi sejak diatur dan diawasi OJK sudah menunjukkan banyak kemajuan terlihat dari pertumbuhannya tiap tahun.

Rmco.id / 27-01-2020

Berita Foto

22. [Foto] Kompak Nih

Direktur Utama PT Taspen (Persero) Antonius N.S Kosasih, Komisaris Utama Franky Sibarani, Direktur SDM, Teknologi Informasi dan Kepatuhan Feb Sumandar, Direktur Keuangan Patar Sitanggang, dan Direktur Operasional Mohamad Jufri, bertumpu tangan bersama saat Paparan Kinerja PT Taspen (Persero).

Rakyat Merdeka / 28-01-2020 Hal. 14

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.651

IHSG (per 27 Januari 2020)

   6.133,20

BI Rate

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

HE Neraca, Investor Daily, Kompas, Kontan, Rakyat Merdeka, Suara Pembaruan, Bisnis.com, Cnnindonesia.com, Katadata.co.id, Kontan.co.id, Merdeka.com, Rmco.id, Tribunnews.com.

 

DOWNLOAD PDF