AAJI Daily News - 12 Maret 2020


Tanggal terbit (12 / 03 / 2020)

Kamis, 12 Maret 2020 

HEADLINE NEWS

  1. Tumbuh Positif di Tengah Terpaan
  2. [Foto] Pertumbuhan Pendapatan Asuransi Jiwa
  3. Kasus Jiwasraya Tak Ganggu Bisnis Asuransi Jiwa
  4. 2019, Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 5,8%
  5. Kepercayaan Masyarakat Terjaga
  6. Premi Asuransi Jiwa Mampu Tumbuh 5,8%
  7. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Capai Rp243,2 T
  8. Penempatan Dana Investasi Asuransi tidak Terganggu
  9. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7 Persen
  10. Pendapatan Asuransi Jiwa Tumbuh 18.7%
  11. Jiwasraya Tak Lumpuhkan Pertumbuhan Industri Asuransi Jiwa
  12. Pendapatan industri asuransi jiwa melonjak 18,7% pada 2019
  13. AAJI: Industri asuransi jiwa hadapi ketidakpastian pada 2020
  14. AAJI sambut baik "bancassurance" dikaji ulang meski berperan besar
  15. Pendapatan industri asuransi jiwa 2019 melonjak 18,7 persen
  16. AAJI: Gejolak IHSG tak pengaruhi investasi di industri asuransi jiwa
  17. Laporan Kinerja AAJI Tahun 2019
  18. Industri Asuransi Bayar Klaim Kesehatan Rp15,35 Triliun
  19. AAJI: Total Pendapatan Industri Asuransi Tumbuh Sebesar 18,7%
  20. Kelola Dana Rp501 Triliun Tahun Lalu, Industri Asuransi Raih ROI 6,8 Persen
  21. Digoyang Jiwasraya, Bisnis Asuransi Jiwa Masih Prospekkah?
  22. Geger Jiwasraya, tapi Premi Asuransi Jiwa RI Naik 6%
  23. Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Cuma Naik 5% ke Rp 196 T
  24. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7%
  25. Awas, Lamanya Penyelesaian Kasus Jiwasraya Bisa Ganggu Kinerja Industri
  26. Lembaga Penjamin Polis Tak Kunjung Terbentuk, AAJI Maklum: Kompleks, Peliknya Luar Biasa
  27. Premi Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 14%
  28. Ada Kasus Jiwasraya, Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Naik 5% pada 2019
  29. Sepanjang 2019, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7 Persen
  30. Pendapatan industri asuransi jiwa terus meningkat
  31. Sepanjang 2019 Pendapatan Industri Asuransi Capai Rp 243 Triliun, Naik 18 Persen
  32. Pendapatan Premi Industri Asuransi Naik 5,8 Persen di Kuartal IV 2019
  33. AAJI: Kasus Jiwasraya Tak Kunjung Kelar Bakal Ganggu Industri Asuransi
  34. Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Cuma Naik 5% ke Rp 196 T
  35. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7% di 2019
  36. AAJI: Kepemilikan Asuransi Bantu Ketahanan Ekonomi Keluarga
  37. Asosiasi: Wabah Korona Tingkatkan Kesadaran Berasuransi
  38. AAJI Dukung Pembentukan Holding BUMN Asuransi untuk Selamatkan Jiwasraya
  39. Investasi Rp328 Triliun di Pasar Modal, AAJI Minta Pengawasan Diperketat
  40. Pembayaran Klaim Industri Asuransi Jiwa Capai Rp 140,28 T
  41. Tak Terdampak Jiwasraya, Industri Asuransi Jiwa Tumbuh Sehat
  42. AAJI: Penempatan Dana Asuransi tak Terpengaruh Gejolak IHSG
  43. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Sepanjang 2020 Capai Rp243,20 Triliun
  44. Demi Perbaikan Industri Asuransi, AAJI Dukung Evaluasi Produk Bancassurance
  45. Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7%
  46. AAJI sambut baik “bancassurance” dikaji ulang meski berperan besar
  47. AAJI Mencatat Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Sebesar 18,7%
  48. Industri Asuransi Jiwa Bukukan Pendapatan Rp243 Triliun pada 2019
  49. Kasus Jiwasraya Pukul Kepercayaan Publik terhadap Industri Asuransi Jiwa? Saatnya Data Berbicara
  50. Lembaga Penjamin Polis Tak Kunjung Terbentuk, AAJI Maklum: Kompleks, Peliknya Luar Biasa
  51. Industri Asuransi Jiwa Masih Torehkan Kinerja Positif Sepanjang 2019
  52. Tanpa Aviva, Astra Life Tak Gentar
  53. Perusahaan Asuransi Selektif Luncurkan Produk Baru
  54. Audit BPK Pintu Masuk Pemulihan Aset
  55. Pemerintah Prioritaskan Pelunasan Klaim Polis Tradisional Jiwasraya
  56. Kejaksaan Agung Lacak Aset Tersangka Korupsi Jiwasraya
  57. Kasus Jiwasraya Bukan Risiko Bisnis
  58. Dorong Literasi Asuransi Jiwa Syariah, Prudential Luncurkan PRUCinta
  59. Dorong Literasi Asuransi Jiwa Syariah, Prudential Luncurkan PRUCinta
  60. Dorong Penetrasi Asuransi Syariah Dengan Luncurkan PRUCinta

TENTANG AAJI

Tumbuh Positif di Tengah Terpaan

Realisasi positif industri asuransi jiwa pada 2019 terlihat pada sejumlah indikatorkinerja yakni total pendapatan termasuk pendapatan premi bisnis baru dan bisnis lanjutan, pembayaran klaim, pengelolaan investasi dan hasilnya, aset, jumlah tertanggung, dan nilai uang pertanggungan. “Sepanjang tahun lalu, ada masalah yang menimpa anggota kami, PT Asuransi Jiwasraya, namun pada 2019 ternyata bisnis asuransi jiwa tumbuh, baik bisnis baru maupun renewal,” kata Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon. Secara komposisi, klaim nilai tebus mencakup 52,21% dari total klaim asuransi jiwa pada 2019 senilai Rp140,28 triliun, menurun dari tahun 2018 yang mencakup 55,35% dari total klaim senilai Rp120,93 triliun.

Bisnis Indonesia / 12-03-2020, hal. 3

[Foto] Pertumbuhan Pendapatan Asuransi Jiwa

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, bersama Kepala Departemen Komunikasi Nini Sumohandoyo, Ketua Bidang Aktuaris dan Manajemen Risiko Fauzi Arfan, dan Ketua Bidang Kerja Sama & Internasional Elin Waty saat memberikan keterangan pers mengenai kinerja industri asuransi jiwa 2019 di Jakarta, Rabu (11/3). AAJI mencatat pertumbuhan pendapatan meningkat 18,7% atau dari Rp204,89 triliun pada 2018 menjadi Rp243,20 triliun di 2019.

Bisnis Indonesia / 12-03-2020, hal. 14

Kasus Jiwasraya Tak Ganggu Bisnis Asuransi Jiwa

Kasus gagal bayar asuransi Jiwasraya yang menyebabkan kerugian mencapai Rp16 triliun tidak mengganggu bisnis asuransi jiwa secara keseluruhan. Data AAJI mencatat bahwa pendapatan industri asuransi jiwa mengalami kenaikan 18,7% dari Rp204,8 triliun pada 2018 menjadi Rp243,2 triliun di 2019.  Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan setidaknya ada tiga hal yang membuat industri asuransi tetap tumbuh: pertama, masyarakat yang makin dewasa dan menyadari perlunya asuransi; kedua, layanan asuransi jiwa yang makin baik; dan ketiga, kegiatan inklusi keuangan oleh seluruh industri jasa keuangan berjalan baik.

HE Neraca / 12-03-2020, hal. 5

2019, Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 5,8%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memaparkan total pendapatan premi seapanjang tahun 2019 sebesar Rp 196,69 triliun, tumbuh 5,8% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut disokong oleh total premi bisnis baru mencapai RP 124,17 triliun atau meningkat 5,8% (yoy). "Premi baru ini terjadi peningkatakan sebesar 14% (yoy) atau double digit untuk premi baru reguler premium. Kemudian single premium (premi tunggal) juga meningkat sebesar 3,7% (yoy)," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon. Budi menerangkan, total pendapatan premi baru masih menunjukkan pertumbuhan dua digit dengan perhitungan annual new premium (ANP). AAJI mencatat, dari konsep tersebut dihasilkan total premi baru tumbuh 11,1% (yoy). Budi mengatakan, sampai akhir tahun 2020 AAJI memproyeksi pertumbuhan pendapatan premi hingga dua digit.

Investor Daily / 12-03-2020, hal. 23

Kepercayaan Masyarakat Terjaga

Industri asuransi jiwa Indonesia membukukan pendapatan premi pada 2019 sebesar Rp 196,69 triliun atau tumbuh 5,8 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa masih terjaga. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan bahwa masyarakat kita makin dewasa, makin menyadari perlunya asuransi dan kegiatan literasi keuangan makin membaik. Kendati pertumbuhan premi melambat, total pendapatan industri asuransi jiwa pada 2019 sebesar Rp243,2 triliun atau tumbuh 18,7 persen dibandingkan 2018 yakni Rp204,89 triliun. Kanal bancassurance berkontribusi 42,7 persen dari total pendapatan premi. Kanal pemasaran asuransi melalui bank menyumbang premi Rp84,08 triliun atau tumbuh 5,4 persen tahunan. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan menyebutkan, pendapatan investasi industri asuransi jiwa naik 8,6 persen dari Rp461,81 triliun pada 2018 menjadi Rp501,63 triliun pada 2019.

Kompas / 12-03-2020, hal. 14

Premi Asuransi Jiwa Mampu Tumbuh 5,8%

Di bawah bayang-bayang kasus PT Asuransi Jiwasraya, kinerja industri asuransi jiwa mulai menanjak. Merujuk data AAJI, pendapatan premi industri asuransi jiwa tumbuh 5,8% secara tahunan pada 2019 menjadi Rp196,69 triliun. Sementara premi 2018 sebesar Rp185,88 triliun atau minus 5% tahunan. Ketua Umum AAJI, Budi Tampubolon, menjelaskan peningkatan kinerja tersebut berkat kontribusi premi bisnis baru tumbuh 5,8% menjadi Rp124,17 triliun yang berasal dari premi tunggal dan regular. Saluran bancassurance meningkat 5,4% dari Rp79,77 triliun menjadi Rp84,08 triliun. Sementara kanal keagenan tumbuh 6,6% dari Rp73,36 triliun menjadi Rp78,21 triliun, atau menyumbang porsi 39,8% dari total premi tahun lalu.

Kontan / 12-03-2020, hal. 20

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Capai Rp243,2 T

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan pendapatan (income) industri asuransi jiwa sepanjang 2019 meningkat sebesar 18,7% atau mencapai Rp243,20 Triliun. Peningkatan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa. "Dari Rp204,89 triliun di 2018, menjadi Rp243,20 triliun pada tahun 2019," ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon. Sambung dia menjelaskan, pendapatan tersebut dihimpun dari 59 perusahaan anggota AAJI dengan total 60 perusahaan yang terdaftar dalam keanggotaan. Dengan pertumbuhan pendapatan (income) industri asuransi jiwa yang meningkat sebesar 18,7%, Budi memastikan bahwa industri asuransi jiwa merupakan industri yang kokoh dengan komitmen yang tinggi. Selain memaparkan pertumbuhan di berbagai aspek tersebut, Ia juga menyatakan bahwa sikap AAJI masih konsisten dalam mendukung Reformasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Koran Sindo / 12-03-2020, hal. 11

Penempatan Dana Investasi Asuransi tidak Terganggu

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan meski IHSG di Bursa Efek Indonesia mengalami gejolak, namun penempatan dana investasi pada industri asuransi jiwa tidak akan terpengaruh. AAJI mencatat, selama tahun 2019 komposisi penempatan dana investasi sebanyak 33,4 persen berada di instrumen reksa dana, 31,9 persen di pasar saham, 15,3 persen SBN dan 4,5 persen deposito.

Media Indonesia / 12-03-2020 Hal. 13

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7 Persen

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut industri asuransi jiwa meraih pendapatan sebesar Rp243,2 triliun pada 2019, atau naik 18,7% dari pendapatan 2018 senilai Rp204,89 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pendapatan premi paling besar disumbang oleh saluran distribusi bancassurance yang berkontribusi 42,7% atau mencapai Rp84,08 triliun.

Republika / 12-03-2020 Hal. 14

Pendapatan Asuransi Jiwa Tumbuh 18.7%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut industri asuransi jiwa meraih pendapatan sebesar Rp243,2 triliun pada 2019, atau naik 18,7% dari pendapatan 2018 senilai Rp204,89 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pendapatan premi paling besar disumbang oleh saluran distribusi bancassurance yang berkontribusi 42,7% atau mencapai Rp84,08 triliun.

Suara Pembaruan / 12-03-2020 Hal. 9

Jiwasraya Tak Lumpuhkan Pertumbuhan Industri Asuransi Jiwa

Meskipun pada 2019 skandal Jiwasraya menghebohkan pasar asuransi domestik hingga pemanggilan para tersangka pada Kuartal III dan IV, ternyata tidak membuat industri Asuransi Jiwa gusar. Ketua umum AAJI Budi Tampubolon mengatakan, dari 59 anggota total 60 pada 2019, bisnis Asuransi Jiwa tumbuh baik bisnisnya maupun renewalnya.

Akurat.co / 11-03-2020

Pendapatan industri asuransi jiwa melonjak 18,7% pada 2019

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut industri asuransi jiwa meraih pendapatan sebesar Rp243,2 triliun pada 2019, atau naik 18,7% dari pendapatan 2018 senilai Rp204,89 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pendapatan premi paling besar disumbang oleh saluran distribusi bancassurance yang berkontribusi 42,7% atau mencapai Rp84,08 triliun.

Alinea.id / 11-03-2020

AAJI: Industri asuransi jiwa hadapi ketidakpastian pada 2020

Asosiasi Industri Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan pada tahun ini industri asuransi jiwa menghadapi berbagai tantangan baik dari domestik maupun global. Ketua Dewan Pengurus Budi Tampubolon mengatakan, sejak awal tahun, tercatat banyak tantangan seperti perang dagang, kasus korupsi Asuransi Jiwasraya yang mengguncang industri keuangan non-bank, wabah coronavirus, hingga penurunan harga minyak dunia. Budi juga mengatakan, dengan perlambatan ekonomi China akibat coronavirus, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terpengaruh. Sebab, ekspor batu bara ke China yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia jadi berkurang. Sementara itu, AAJI mencatatkan kenaikan klaim dan manfaat yang dibayarkan di industri asuransi jiwa sepanjang 2019 sebesar 16%, atau mencapai Rp140,28 triliun dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp120,93 triliun.

Ketua Bidang Kerja sama dan Internasional AAJI Elin Waty mengatakan proporsi terbesar pembayaran klaim dan manfaat, terdapat pada klaim nilai tebus (surrender) yang mencapai Rp73,25 triliun, dengan kenaikan sebesar 9,4% jika dibandingkan angka tahun 2018 yang mencatat Rp 66,94 triliun. Sedangkan pertumbuhan total tertanggung industri asuransi jiwa pada 2019 juga mengalami pertumbuhan sebesar 19% menjadi 64,34 juta orang. Jumlah pertanggungan juga tercatat mengalami peningkatan 10,2% menjadi Rp4.200 triliun.

Alinea.id / 11-03-2020

AAJI sambut baik "bancassurance" dikaji ulang meski berperan besar

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyambut baik rencana OJK meninjau ulang produk kerja sama perusahaan asuransi dengan perbankan (bancassurance), walau kanal itu memiliki peran besar mendukung pendapatan premi mencapai 43 persen tahun 2019. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, dengan porsi sebesar 43 persen, bancassurance dinilai efektif menjadi kanal distribusi asuransi jiwa kepada masyarakat lebih luas dan cepat.

Antaranews.com / 11-03-2020

Pendapatan industri asuransi jiwa 2019 melonjak 18,7 persen

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut industri asuransi jiwa meraih pendapatan sebesar Rp243,2 triliun pada 2019, atau naik 18,7% dari pendapatan 2018 senilai Rp204,89 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pendapatan premi paling besar disumbang oleh saluran distribusi bancassurance yang berkontribusi 42,7% atau mencapai Rp84,08 triliun.

Antaranews.com / 11-03-2020

AAJI: Gejolak IHSG tak pengaruhi investasi di industri asuransi jiwa

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan meski IHSG di Bursa Efek Indonesia mengalami gejolak, namun penempatan dana investasi pada industri asuransi jiwa tidak akan terpengaruh. AAJI mencatat, selama tahun 2019 komposisi penempatan dana investasi sebanyak 33,4 persen berada di instrumen reksa dana, 31,9 persen di pasar saham, 15,3 persen SBN dan 4,5 persen deposito.

Antaranews.com / 11-03-2020

Laporan Kinerja AAJI Tahun 2019

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar konferensi pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal IV 2019 di Jakarta, Rabu (11/3/2020). Pertumbuhan Pendapatan (Income) industri asuransi jiwa meningkat sebesar 18,7% atau dari Rp 204,89 triliun di 2018 menjadi Rp 243,20 triliun di tahun 2019 dengan data dihimpun AAJI dari 59 perusahaan anggota dari total 60 perusahaan.

Beritasatu.com / 11-03-2020

Industri Asuransi Bayar Klaim Kesehatan Rp15,35 Triliun

Industri asuransi tercatat berkontribusi terhadap perlindungan kesehatan masyarakat dengan membayarkan klaim hingga Rp15,35 triliun. Penyebaran virus corona saat ini dinilai sebagai momentum untuk meningkatkan proteksi. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menjelaskan industri asuransi jiwa membayarkan klaim asuransi kesehatan senilai Rp10,99 triliun pada 2019. Jumlah ini meningkat 23,6 persen year-on-year (yoy) dari Rp8,89 triliun pada 2018. Menurut Budi, klaim yang dibayarkan tersebut merupakan kontribusi industri asuransi jiwa dalam menjaga kesehatan masyarakat. Hal itu pun menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk memiliki proteksi, meskipun penetrasinya masih rendah. Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyebutkan industri asuransi umum, melalui lini bisnis asuransi kesehatan, membayarkan klaim Rp4,36 triliun sepanjang 2019.

bisnis.com / 11-03-2020

AAJI: Total Pendapatan Industri Asuransi Tumbuh Sebesar 18,7%

Meskipun pada 2019 skandal Jiwasraya menghebohkan pasar asuransi domestik hingga pemanggilan para tersangka pada Kuartal III dan IV, ternyata tidak membuat industri Asuransi Jiwa gusar. Ketua umum AAJI Budi Tampubolon mengatakan, dari 59 anggota total 60 pada 2019, bisnis Asuransi Jiwa tumbuh baik bisnisnya maupun renewalnya.

Biskom.web.id / 11-03-2020

Kelola Dana Rp501 Triliun Tahun Lalu, Industri Asuransi Raih ROI 6,8 Persen

Nilai investasi industri asuransi jiwa pada 2019 tercatat senilai Rp501,63 triliun, tumbuh 8,6 persen (yoy) dari 2018 senilai Rp461,81 triliun. Dengan capaian ini maka rata-rata pengembalian nilai investasi (ROI) perusahaan mencapai 6,8 persen tahun lalu. Sedikit lebih baik dari suku bunga acuan bank Indonesia sebesar 6 persen. Ketua Bidang Aktuaris dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan menyatakan peningkatan kinerja hasil investasi tersebut disebabkan oleh mekanisme mark to market.

Bisnis.com / 11-03-2020

Digoyang Jiwasraya, Bisnis Asuransi Jiwa Masih Prospekkah?

Ketua AAJI Budi Tampubolon mengatakan dampak kasus Jiwasraya memang terasa pada Januari. Namun secara umum, sebagai perbandingan, bisnis asuransi jiwa saat ini masih bertumbuh baik bisnis baru maupun renewal. Dia mengatakan pada tahun ini, pertumbuhan bisnis akan berlanjut kendati di tengah tantangan saat ini.

Cnbcindonesia.com / 11-03-2020

Geger Jiwasraya, tapi Premi Asuransi Jiwa RI Naik 6%

AAJI menyatakan kinerja industri asuransi sepanjang tahun 2019 masih tetap tumbuh di tengah sentimen kasus gagal bayar salah satu anggotanya yakni PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pada 2019, secara keseluruhan, pertumbuhan pendapatan industri asuransi jiwa secara keseluruhan meningkat sebesar 18,7% menjadi Rp 243,20 triliun di tahun 2019. Sementara itu, total pendapatan premi pada 2019 naik 5,8% menjadi Rp 196,69 triliun.

Cnbcindonesia.com / 11-03-2020

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Cuma Naik 5% ke Rp 196 T

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sepanjang 2019 mencatat pendapatan premi Rp 196,69 triliun tumbuh 5,8% dibandingkan periode yang sama 2018 Rp 185,88 triliun. Ketua umum AAJI Budi Tampubolon menjelaskan dengan total premi bisnis baru Rp 124,17 triliun tumbuh 5,8%.

Detik.com / 11-03-2020

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7%

Meskipun pada 2019 skandal Jiwasraya menghebohkan pasar asuransi domestik hingga pemanggilan para tersangka pada Kuartal III dan IV, ternyata tidak membuat industri Asuransi Jiwa gusar. Ketua umum AAJI Budi Tampubolon mengatakan, dari 59 anggota total 60 pada 2019, bisnis Asuransi Jiwa tumbuh baik bisnisnya maupun renewalnya.

Infobanknews.com / 11-03-2020

Awas, Lamanya Penyelesaian Kasus Jiwasraya Bisa Ganggu Kinerja Industri

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memandang adanya kasus gagal bayar di perusahaan asuransi seperti Jiwasraya belum begitu berdampak signifikan terhadap bisnis industri secara keseluruhan. AAJI pun mengingatkan OJK, jika penyelesaian kasus tersebut berlarut-larut akan memperburuk kinerja industri asuransi ke depan.

Infobanknews.com / 11-03-2020

Lembaga Penjamin Polis Tak Kunjung Terbentuk, AAJI Maklum: Kompleks, Peliknya Luar Biasa

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memahami bahwa pembentukan Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP) merupakan suatu hal yang sangat kompleks. Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Nini Sumohandoyo, mengungkapkan ada beberapa hal yang bersifat sangat kompleks sehingga pertemuan-pertemuan itu belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan semua pihak.

Investing.com / 11-03-2020

Premi Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 14%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memaparkan total pendapatan premi seapanjang tahun 2019 sebesar Rp 196,69 triliun, tumbuh 5,8% secara tahunan (year on year/yoy). Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, premi baru ini terjadi peningkatakan sebesar 14% (yoy) atau double digit untuk premi baru reguler premium. Kemudian single premium (premi tunggal) juga meningkat sebesar 3,7% (yoy).

Investor.id / 11-03-2020

Ada Kasus Jiwasraya, Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Naik 5% pada 2019

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencapai pendapatan premi pada sepanjang tahun lalu tumbuh 5,8% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 117,38 triliun. Pertumbuhan premi terjadi meski industri tengah diterpa kasus gagal bayar dan dugaan korupsi Jiwasraya.

Katadata.co.id / 11-03-2020

Sepanjang 2019, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7 Persen

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut industri asuransi jiwa meraih pendapatan sebesar Rp243,2 triliun pada 2019, atau naik 18,7% dari pendapatan 2018 senilai Rp204,89 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pendapatan premi paling besar disumbang oleh saluran distribusi bancassurance yang berkontribusi 42,7% atau mencapai Rp84,08 triliun.

Kompas.com / 11-03-2020

Pendapatan industri asuransi jiwa terus meningkat

AAJI memaparkan pertumbuhan pendapatan industri asuransi jiwa di tahun 2019 meningkat sebesar 18,7% atau sebesar Rp 243,20 triliun dari Rp 204,89 triliun di tahun 2018.

Kontan.co.id / 11-03-2020

Sepanjang 2019 Pendapatan Industri Asuransi Capai Rp 243 Triliun, Naik 18 Persen

Berdasarkan laporan yang dipaparkan, industriasuransi sepanjang 2019 mampu meraup pendapatan Rp 243,20 triliun atau naik 18,7 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 204,89 triliun. Dari sisi premi baru, sepanjang 2019 naik menjadi Rp 124,17 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 117,38 triliun.

Kumparan.com / 11-03-2020

Pendapatan Premi Industri Asuransi Naik 5,8 Persen di Kuartal IV 2019

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) merilis pertumbuhan bisnis industri asuransi di kuartal IV 2019. Tercatat, pendapatan premi baru industri asuransi naik 5,8 persen, dari Rp 185,88 triliun menjadi Rp 196,69 triliun.

Liputan6.com / 11-03-2020

AAJI: Kasus Jiwasraya Tak Kunjung Kelar Bakal Ganggu Industri Asuransi

Kinerja industri asuransi di kuartal IV 2019 masih membaik di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti. Meski demikian, ada beberapa faktor yang jika tidak ditangani dengan baik, akan berpengaruh terhadap kinerja ke depannya, seperti mega skandal Jiwasraya.

Liputan6.com / 11-03-2020

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Cuma Naik 5% ke Rp 196 T

Jakarta. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sepanjang 2019 mencatat pendapatan premi Rp 196,69 triliun tumbuh 5,8% dibandingkan periode yang sama 2018 Rp 185,88 triliun. Komposisinya premi bisnis baru antara lain premi tunggal atau single Rp 96,61 triliun tumbuh 3,7%, premi reguler Rp 27,56 triliun. Kemudian untuk total premi lanjutan Rp 72,52 triliun tumbuh 5,95%.

Medanbisnisdaily.com / 11-03-2020

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7% di 2019

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut industri asuransi jiwa meraih pendapatan sebesar Rp243,2 triliun pada 2019, atau naik 18,7% dari pendapatan 2018 senilai Rp204,89 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pendapatan premi paling besar disumbang oleh saluran distribusi bancassurance yang berkontribusi 42,7% atau mencapai Rp84,08 triliun.

Medcom.id / 11-03-2020

AAJI: Kepemilikan Asuransi Bantu Ketahanan Ekonomi Keluarga

AAJI terus menyosialisasikan pentingnya memiliki asuransi. Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo membeberkan data terkait ketahanan ekonomi keluarga masyarakat Indonesia berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data itu menyimpulkan bahwa sebanyak 32 persen masyarakat Indonesia hanya mampu bertahan selama satu bulan dalam kategori ketahanan ekonomi keluarga.

Medcom.id / 11-03-2020

Asosiasi: Wabah Korona Tingkatkan Kesadaran Berasuransi

Masyarakat global, tidak terkecuali Indonesia, tengah diresahkan wabah virus korona (COVID-19). Ketua Dewan Pengurus AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia), Budi Tampubolon, mengatakan virus korona ini punya cara pandang yang agak sulit bagi mereka. Di satu sisi, ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi. Tapi dampak ekonominya sangat luas.

Mediaindonesia.com / 11-03-2020

AAJI Dukung Pembentukan Holding BUMN Asuransi untuk Selamatkan Jiwasraya

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon mendukung penuh rencana pemerintah membentuk holding BUMN asuransi. Pembentukan holding asuransi guna menyelamatkan Jiwasraya. Budi menyatakan, pada dasarnya AAJI pasti menyambut semua inisiatif dari pihak apapun berbentuk apapun yang bersifat baik dan positif.

Merdeka.com / 11-03-2020

Investasi Rp328 Triliun di Pasar Modal, AAJI Minta Pengawasan Diperketat

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta regulator industri pasar modal untuk lebih meningkatkan pengawasan dan melakukan reformasi industri pasar modal. Pasalnya, 65,5% dari total penempatan investasi berada di instrumen pasar modal yakni Reksa Dana dan Saham.

Pasardana.id / 11-03-2020

Pembayaran Klaim Industri Asuransi Jiwa Capai Rp 140,28 T

Pembayaran klaim industri asuransi jiwa mengalami peningkatan sepanjang 2019. Asosisi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kenaikan klaim dan manfaat yang dibayarkan tumbuh sebesar 16 persen menjadi Rp 140,28 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 9,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 66,94 triliun.

Republika.co.id / 11-03-2020

Tak Terdampak Jiwasraya, Industri Asuransi Jiwa Tumbuh Sehat

Kasus gagal bayar yang membelit PT Asuransi Jiwasraya disebut tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia. AAJI mengklaim bisnis asuransi jiwa tetap tumbuh sehat dengan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 18,7 persen dari Rp 204,89 triliun pada 2018 menjadi Rp 243,20 triliun di 2019.

Republika.co.id / 11-03-2020

AAJI: Penempatan Dana Asuransi tak Terpengaruh Gejolak IHSG

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan meski IHSG di Bursa Efek Indonesia mengalami gejolak, namun penempatan dana investasi pada industri asuransi jiwa tidak akan terpengaruh. AAJI mencatat, selama tahun 2019 komposisi penempatan dana investasi sebanyak 33,4 persen berada di instrumen reksa dana, 31,9 persen di pasar saham, 15,3 persen SBN dan 4,5 persen deposito.

Republika.co.id / 11-03-2020

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Sepanjang 2020 Capai Rp243,20 Triliun

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan pendapatan (income) industri asuransi jiwa sepanjang 2019 meningkat sebesar 18,7% atau mencapai Rp243,20 Triliun. Peningkatan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa.

Sindonews.com / 11-03-2020

Demi Perbaikan Industri Asuransi, AAJI Dukung Evaluasi Produk Bancassurance

Produk bancassurance yang merupakan kerjasama antara perusahaan asuransi dengan perbankan mendapat sorotan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan jika AAJI mendukung langkah OJK meninjau ulang produk bancassurance. Selain menjadi lebih baik, lanjut dia, reformasi juga diharapkan membawa pertumbuhan baik bagi industri asuransi jiwa maupun lembaga jasa keuangan bank dan nonbank.

Suarainvestor.com / 11-03-2020

Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut industri asuransi jiwa meraih pendapatan sebesar Rp243,2 triliun pada 2019, atau naik 18,7% dari pendapatan 2018 senilai Rp204,89 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pendapatan premi paling besar disumbang oleh saluran distribusi bancassurance yang berkontribusi 42,7% atau mencapai Rp84,08 triliun.

Swa.co.id / 11-03-2020

AAJI sambut baik “bancassurance” dikaji ulang meski berperan besar

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan meninjau ulang produk kerja sama perusahaan asuransi dengan perbankan (bancassurance), walau kanal itu memiliki peran besar mendukung pendapatan premi mencapai 43 persen tahun 2019. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, selain menjadi lebih baik, lanjut dia, reformasi juga diharapkan membawa pertumbuhan baik bagi industri asuransi jiwa maupun lembaga jasa keuangan bank dan nonbank.

Teraskota.id / 11-03-2020

AAJI Mencatat Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Sebesar 18,7%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut industri asuransi jiwa meraih pendapatan sebesar Rp243,2 triliun pada 2019, atau naik 18,7% dari pendapatan 2018 senilai Rp204,89 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pendapatan premi paling besar disumbang oleh saluran distribusi bancassurance yang berkontribusi 42,7% atau mencapai Rp84,08 triliun.

Trenasia.co / 11-03-2020

Industri Asuransi Jiwa Bukukan Pendapatan Rp243 Triliun pada 2019

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI, memaparkan kinerja industri asuransi jiwa pada tahun 2019. Secara keseluruhan kinerja industri ini dinilai tumbuh dengan cukup baik. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menjelaskan, pihaknya mencatat bahwa pertumbuhan pendapatan atau income industri asuransi jiwa meningkat sebesar 18,7 persen. Dari Rp204,89 triliun di 2018, menjadi Rp243,20 triliun di tahun 2019.

Vivanews.com / 11-03-2020

Kasus Jiwasraya Pukul Kepercayaan Publik terhadap Industri Asuransi Jiwa? Saatnya Data Berbicara

Industri asuransi jiwa membukukan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2019. Pendapatan industri asuransi jiwa tumbuh 18,7% dari Rp204,89 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp243,20 triliun pada tahun 2019. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon, mengatakan bahwa pertumbuhan industri asuransi jiwa jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkisar di angka 5%.

Wartaekonomi.co.id / 11-03-2020

Lembaga Penjamin Polis Tak Kunjung Terbentuk, AAJI Maklum: Kompleks, Peliknya Luar Biasa

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memahami bahwa pembentukan Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP) merupakan suatu hal yang sangat kompleks. Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Nini Sumohandoyo, mengungkapkan ada beberapa hal yang bersifat sangat kompleks sehingga pertemuan-pertemuan itu belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan semua pihak.

Wartaekonomi.co.id / 11-03-2020

Industri Asuransi Jiwa Masih Torehkan Kinerja Positif Sepanjang 2019

Di tengah kisruh gagal bayar AJB Bumiputera dan Asuransi Jiwasraya hingga mendapat sorotan dari Bank Dunia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada tahun lalu mampu menorehkan kinerja yang cukup cemerlang. Berdasarkan data yang dihimpun AAJI dari 59 perusahaan anggota dari total 60 perusahaan, industri asuransijiwa mencatat pertumbuhan total pendapatan sebesar 18,7 persen dari Rp 204,89 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp 243,20 triliun di 2019.

Beritasatu.com / 11-03-2020

INDUSTRI & ASURANSI

Tanpa Aviva, Astra Life Tak Gentar

Aviva Plc resmi keluar dari dalam negeri dan menjual seluruh sahamnya di Astra Aviva Life. Seluruh sahamnya diserap oleh PT Astra International Tbk (ASII). Keluarnya Aviva tidak akan banyak mempengaruhi bisnis Astra Life. Head of Digital and Marketing & Branding PT Astra Aviva Life Windy Riswantyo mengaku jika sistem bisnis di perusahaan asuransi jiwa akan sama seperti sebelumnya, sehingga tidak menjadikannya untuk mengubah sistem yang ada.

Kontan / 12-03-2020 Hal. 20

Perusahaan Asuransi Selektif Luncurkan Produk Baru

PT Astra Life terus berupaya untuk menjaga jenis produk yang akan ditawarkan ke pasar dengan memerhatikan underlying investasi. Astra Life juga berusaha memenuhi semua peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai instrumen investasi yang bisa ditransaksikan. Head of Marketing, Branding, and Digital Channel Astra Life, Windy Riswantyo, mengatakan Astra Life berupaya menjaga tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/ GCG) dengan baik dan akan terus memantau return dari investasi tersebut. Apabila tidak sesuai target maka harus mengambil langkah strategis apa yang bisa dilakukan. Pada tahun ini Astra Life berencana menerbitkan beberapa produk, seperti di Ilovelife. id, produk kesehatan. Begitupula di beberapa jalur distribusi lainnya seperti melalui PT Bank Permata Tbk (BNLI) dan telemarketing. “Kemungkinan ada lebih dari 10 produk yang akan diluncurkan,” kata dia. Hingga akhir Desember 2019, jumlah tertanggung Astra Life sebanyak 2,2 juta nasabah. Harapannya tahun ini juga bisa meningkat dari raihan sepanjang tahun lalu, seiring adanya kontribusi dari lini digital dan jalur distribusi lainnya.

Koran Jakarta / 12-03-2020, hal. 6

Audit BPK Pintu Masuk Pemulihan Aset

Sejumlah kalangan menilai hasil audit investigatif yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus dugaan korupsi saham dan reksadana PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjadi pintu masuk untuk tindakan pemulihan aset (asset recovery) secara maksimal. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyatakan, pasca keluarnya hasil audit BPK terhadap dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) maka semua pihak, baik penegak hukum dan publik bisa melihat begitu nyata dan besarnya kerugian negara mencapai Rp16,81 triliun. Bagi Sahroni, nilai pemulihan aset tersebut harus sama dan setara dengan nilai kerugian Rp16,81 triliun. Dia menambahkan, selepas audit investigatif BPK atas kasus tersebut rampung dan disampaikan maka masih ada tugas lain yang harus dijalankan oleh BPK sebagaimana yang ada dalam Pasal 10 UU KPK. Di antaranya adalah melakukan pemantauan dan berkoordinasi secara terus menerus dengan Kejagung untuk penyitaan hingga pelaksanaan ganti kerugian negara dan perampasan aset nanti berdasarkan putusan pengadilan.

Koran Sindo / 12-03-2020, hal. 3

Pemerintah Prioritaskan Pelunasan Klaim Polis Tradisional Jiwasraya

Kementerian BUMN berencana mendahulukan pembayaran tahap awal utang klaim PT Asuransi Jiwasraya kepada pemegang polis tradisional terutama nasabah pensiunan. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menuturkan total nilai utang yang akan dibayarkan masih dihitung. Jiwasraya saat ini memiliki tunggakan klaim senilai Rp16,7 triliun. Utang tersebut terdiri atas klaim produk JS Saving Plan senilai Rp16,3 triliun milik 17.370 pemegang polis.

Koran Tempo / 12-03-2020, hal. 21

Kejaksaan Agung Lacak Aset Tersangka Korupsi Jiwasraya

Kejaksaan Agung RI menyatakan tengah menelusiri aset-aset milik tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan penelusuran aset-aset tersangka itu dilakukan untuk menyelamatkan kerugian negara akibat kasus korupsi Jiwasraya yang mencapai Rp16,9 triliun. Kementerian BUMN berharap Kejaksaan Agung segera menyelamatkan aset yang dimiliki PT Asuransi Jiwasray asebelum beralih ke pihak lain.

Koran Tempo / 12-03-2020, hal. 29

Kasus Jiwasraya Bukan Risiko Bisnis

Kejagung mengakui adanya kemiripan antara kasus mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan dan penyidikan dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Namun, Direktur Penyidikan Direktorat Pidana Khusus di Kejakgung Febrie Adriansyah mengatakan, kasus Jiwasraya bukan sekedar risiko bisnis seperti yang terjadi dalam kasus Karen di Pertamina.

Republika / 12-03-2020 Hal. 4

Dorong Literasi Asuransi Jiwa Syariah, Prudential Luncurkan PRUCinta

PT Prudential Life Assurance meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta. Keunggulan produk ini antara lain, santunan meninggal dunia yang Iebih optimal. Head of Sharia Business Prudential Indonesia, Ari Purnomo menjelaskan, di tengah berbagai ketidakpastian dan masih rendahnya indeks literasi dan inklusi asuransi syariah, maka mengembangkan PRUCinta untuk melengkapi kebutuhan keluarga akan asuransi tradisional berbasis syariah dengan berbagai manfaat yang menarik.

Sindonews.com / 11-03-2020

Dorong Literasi Asuransi Jiwa Syariah, Prudential Luncurkan PRUCinta

PT Prudential Life Assurance meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta. Keunggulan produk ini antara lain, santunan meninggal dunia yang Iebih optimal. Head of Sharia Business Prudential Indonesia, Ari Purnomo menjelaskan, di tengah berbagai ketidakpastian dan masih rendahnya indeks literasi dan inklusi asuransi syariah, maka mengembangkan PRUCinta untuk melengkapi kebutuhan keluarga akan asuransi tradisional berbasis syariah dengan berbagai manfaat yang menarik.

Today.line.me / 11-03-2020

Dorong Penetrasi Asuransi Syariah Dengan Luncurkan PRUCinta

PT Prudential Life Assurance meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta. Keunggulan produk ini antara lain, santunan meninggal dunia yang Iebih optimal. Head of Sharia Business Prudential Indonesia, Ari Purnomo menjelaskan, di tengah berbagai ketidakpastian dan masih rendahnya indeks literasi dan inklusi asuransi syariah, maka mengembangkan PRUCinta untuk melengkapi kebutuhan keluarga akan asuransi tradisional berbasis syariah dengan berbagai manfaat yang menarik.

Tribunnews.com / 11-03-2020

Regulasi & Makro Ekonomi

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.323

IHSG (per 24 Februari 2020)

   5.154,10

BI Rate

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media: Bisnis Indonesia, HE Neraca, Investor Daily, Kompas, Kontan, Koran Sindo, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Suara Pemabaruan, Akurat.co, Alinea.id, Antaranews.com, Beritasatu.com, Biskom.web.id, Bisnis.com, Cnbcindonesia.com, Detik.com, Infobanknews.com, Investing.com, Investor.id, Katadata.co.id, Kompas.com, Kontan.co.id, Kumparan.com, Liputan6.com, Line.me, Medanbisnisdaily.com, Medcom.id, Medcom.id, Mediaindonesia.com, Merdeka.com, Pasardana.id, Republika.co.id, Sindonews.com, Suarainvestor.com, Swa.co.id, Tribunnews.com, Teraskota.id, Vivanews.com, Wartaekonomi.co.id.

DOWNLOAD PDF